BPBD Sungai Penuh Gandeng UNJA, Bangun Sistem Mitigasi Bencana Berbasis Teknologi dan Data Ilmiah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPBD Kota Sungai Penuh Jalin Kerjasama dengan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi

BPBD Kota Sungai Penuh Jalin Kerjasama dengan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi

SUNGAIPENUH,JS- Pemerintah Kota Sungai Penuh mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan daerah terhadap ancaman bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sungai Penuh resmi menjalin kerja sama dengan Fakultas Sains dan Teknologi (SAINTEK/FST) Universitas Jambi (UNJA) dalam pengembangan sistem mitigasi bencana berbasis teknologi dan data ilmiah.

Penandatanganan naskah kerja sama berlangsung pada Rabu (10/6/2026). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kota Sungai Penuh, Zahirman, SH., MH., dan Dekan Fakultas SAINTEK Universitas Jambi, Drs. Jefri Marzal, M.Sc., D.I.T., beserta jajaran kedua institusi.

Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem disaster management di Provinsi Jambi, terutama dalam menghadapi ancaman banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan bencana hidrometeorologi lainnya yang semakin meningkat akibat perubahan iklim.

Sinergi Pemerintah dan Akademisi untuk Mitigasi Modern

Zahirman menegaskan bahwa kerja sama dengan Universitas Jambi akan membantu BPBD meningkatkan kualitas perencanaan dan penanggulangan bencana secara lebih terukur.

“Kerja sama ini menjadi langkah nyata untuk menghadirkan mitigasi bencana yang lebih modern dan berbasis data. Kami ingin setiap kebijakan yang diambil memiliki dasar ilmiah yang kuat,”

Menurutnya, keterlibatan akademisi sangat penting karena penanggulangan bencana tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman lapangan.

Sementara itu, Dekan Fakultas SAINTEK Universitas Jambi, Jefri Marzal, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung BPBD melalui keahlian di bidang teknologi, geospasial, lingkungan, dan analisis risiko bencana.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui kerja sama ini, kami ingin membantu pemerintah daerah membangun sistem mitigasi bencana yang adaptif dan berkelanjutan,”

Baca Juga :  Terbaru Nasib PPPK Sungai Penuh, Walikota Sungai Penuh Zoom Meeting dengan Komis II DPR RI

Tiga Dokumen Strategis Menjadi Fokus Utama

Dalam implementasinya, kerja sama BPBD Sungai Penuh dan Universitas Jambi akan berfokus pada penyusunan serta penguatan tiga dokumen penting kebencanaan.

1. Kajian Risiko Bencana (KRB)

Kajian Risiko Bencana menjadi dasar utama untuk memetakan ancaman, kerentanan, kapasitas, dan potensi dampak bencana di wilayah Kota Sungai Penuh.

Dokumen ini akan membantu pemerintah menentukan prioritas pembangunan, penataan ruang, dan strategi pengurangan risiko bencana.

2. Rencana Penanggulangan Bencana (RPB)

RPB akan menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam menjalankan program pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan, tanggap darurat, rehabilitasi, hingga rekonstruksi pascabencana.

Dokumen ini juga akan memperkuat koordinasi lintas sektor sehingga setiap instansi memiliki arah kerja yang jelas ketika menghadapi situasi darurat.

3. Rencana Kontinjensi (Renkon)

Renkon berisi skenario penanganan darurat yang disiapkan sebelum bencana terjadi. Dokumen ini akan mengatur pembagian tugas, jalur koordinasi, proses evakuasi, hingga distribusi bantuan agar respons darurat berjalan cepat dan efektif.

Teknologi dan Data Ilmiah Jadi Kunci

Kerja sama ini menempatkan teknologi dan data ilmiah sebagai fondasi utama dalam penguatan mitigasi bencana.

Dengan dukungan tersebut, BPBD Sungai Penuh berpeluang mengembangkan berbagai inovasi, antara lain:

  • Sistem peringatan dini (early warning system) untuk banjir dan longsor.
  • Pemetaan digital kawasan rawan bencana.
  • Pemanfaatan drone untuk pemantauan wilayah.
  • Sistem informasi kebencanaan berbasis data real-time.
  • Analisis risiko bencana berbasis kecerdasan buatan dan data geospasial.

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pengambilan keputusan dan meningkatkan keselamatan masyarakat.

Menghadapi Tantangan Perubahan Iklim

Perubahan iklim global telah meningkatkan frekuensi dan intensitas bencana hidrometeorologi di Indonesia. Curah hujan ekstrem, banjir bandang, dan tanah longsor kini lebih sering terjadi dan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat climate resilience atau ketahanan iklim melalui kebijakan yang berbasis data dan adaptif terhadap perubahan lingkungan.

Kolaborasi BPBD Sungai Penuh dan Universitas Jambi dinilai relevan untuk menjawab tantangan tersebut. Hasil kajian yang dihasilkan nantinya dapat menjadi referensi dalam penyusunan tata ruang, pembangunan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, dan perlindungan masyarakat dari risiko bencana.

Baca Juga :  Pimpin Pemusnahan KTP Rusak, Walikota Sungai Penuh juga Serahkan KTP Elektronik ke Pelajar dan Korban Kebakaran

Dampak Positif bagi Masyarakat

Kerja sama ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas pemerintah daerah, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dengan sistem mitigasi yang lebih baik, warga akan memperoleh:

  • Informasi risiko bencana yang lebih akurat.
  • Peringatan dini yang lebih cepat.
  • Prosedur evakuasi yang lebih jelas.
  • Koordinasi bantuan darurat yang lebih efektif.
  • Pengurangan potensi korban jiwa dan kerugian ekonomi.

Selain itu, keterlibatan akademisi juga membuka peluang edukasi kebencanaan yang lebih luas kepada masyarakat, sekolah, dan komunitas lokal.

Menuju Kota Sungai Penuh yang Tangguh Bencana

Penandatanganan kerja sama ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Universitas Jambi dalam membangun daerah yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana.

Sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan kebijakan mitigasi yang lebih modern, terukur, dan berkelanjutan.

Dengan penguatan Kajian Risiko Bencana, Rencana Penanggulangan Bencana, dan Rencana Kontinjensi, Kota Sungai Penuh berpeluang menjadi salah satu daerah di Jambi yang memiliki sistem penanggulangan bencana berbasis teknologi dan data ilmiah paling maju.

Langkah ini sekaligus menjadi fondasi penting untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang aman, adaptif, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana di masa depan.(*)

Berita Terkait

Kota Sungai Penuh Berduka, Dakhir Yahya Tutup Usia, Wali Kota Alfin: Kami Kehilangan Putra Terbaik Daerah
Viral di Kerinci! Lansia 76 Tahun Hidup Menumpang dan Kesulitan Berobat, Butuh Uluran Tangan
Kisah Haru Anak SAD Daftar SMA Favorit di Tebo, Tempuh 4 Jam dari Pedalaman Demi Masa Depan
Sukses Besar Batu Gong Cup I 2026, Wali Kota Alfin Tegaskan Komitmen Bangun Talenta Sepak Bola Daerah
Ditutup Besok, Simak Syarat, Jadwal, dan Cara Daftar Beasiswa Pemprov Jambi
Surat Edaran Pemprov Jambi Resmi Terbit, ASN dan Non-ASN Diminta Pakai Baju Melayu hingga 16 Juni
Tradisi Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh Kembali Digelar, Alfin: Budaya Adalah Identitas Daerah
Aturan Baru Pemulangan Haji 2026: Jemaah Jambi Tidak Boleh Dijemput di Asrama, Ini Penjelasan Resminya
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:30 WIB

Kota Sungai Penuh Berduka, Dakhir Yahya Tutup Usia, Wali Kota Alfin: Kami Kehilangan Putra Terbaik Daerah

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:02 WIB

Viral di Kerinci! Lansia 76 Tahun Hidup Menumpang dan Kesulitan Berobat, Butuh Uluran Tangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:01 WIB

Kisah Haru Anak SAD Daftar SMA Favorit di Tebo, Tempuh 4 Jam dari Pedalaman Demi Masa Depan

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:59 WIB

BPBD Sungai Penuh Gandeng UNJA, Bangun Sistem Mitigasi Bencana Berbasis Teknologi dan Data Ilmiah

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:01 WIB

Sukses Besar Batu Gong Cup I 2026, Wali Kota Alfin Tegaskan Komitmen Bangun Talenta Sepak Bola Daerah

Berita Terbaru

Jose Mourinho kembali ke Real Madrid

Sport

Resmi! Jose Mourinho Kembali ke Real Madrid

Kamis, 11 Jun 2026 - 06:01 WIB