JAMBI,JS- Kabar baik mulai menghampiri ribuan nasabah Bank Jambi yang selama beberapa bulan terakhir mengalami kendala dalam bertransaksi secara digital. Pemerintah Provinsi Jambi bersama jajaran manajemen Bank Jambi kini bergerak cepat untuk mengembalikan layanan mobile banking yang sempat terhenti akibat gangguan serius pada sistem teknologi informasi.
Saat ini, Bank Jambi tengah mengajukan permohonan kepada Bank Indonesia agar layanan mobile banking atau M-Banking dapat kembali beroperasi secara normal. Upaya tersebut menjadi bagian dari proses pemulihan menyeluruh setelah dugaan serangan siber yang mengganggu sistem digital perbankan daerah tersebut.
Langkah percepatan ini mendapat perhatian besar dari masyarakat karena layanan digital banking telah menjadi kebutuhan utama dalam aktivitas keuangan sehari-hari.
Pemprov Jambi Dorong Percepatan Pemulihan Mobile Banking
Gubernur Jambi Al Haris memastikan pemerintah daerah terus mendukung langkah-langkah strategis yang dilakukan Bank Jambi dalam proses pemulihan sistem digital.
Menurutnya, komunikasi dengan Bank Indonesia terus berjalan agar proses aktivasi kembali layanan mobile banking dapat berlangsung sesuai regulasi yang berlaku.
Keberadaan layanan digital saat ini memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, Pemprov Jambi menempatkan pemulihan layanan mobile banking sebagai salah satu prioritas yang harus segera dituntaskan.
Selain itu, pemerintah daerah juga ingin memastikan seluruh sistem keamanan berjalan lebih kuat sebelum layanan kembali digunakan oleh nasabah.
Gangguan Sistem Digital Sempat Hambat Aktivitas Nasabah
Sejak awal tahun 2026, gangguan pada sistem teknologi informasi Bank Jambi menyebabkan layanan mobile banking tidak dapat digunakan secara optimal.
Kondisi tersebut memicu berbagai keluhan dari nasabah karena mereka tidak dapat melakukan transaksi melalui aplikasi perbankan seperti biasanya.
Akibatnya, banyak masyarakat kembali mengandalkan layanan konvensional seperti mesin ATM, Cash Recycling Machine (CRM), maupun kantor cabang untuk melakukan transfer, pembayaran, dan transaksi lainnya.
Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan digital banking, kondisi tersebut tentu memberikan tantangan tersendiri bagi nasabah yang selama ini mengandalkan transaksi melalui smartphone.
Tidak sedikit pelaku usaha, pegawai, hingga masyarakat umum yang berharap layanan mobile banking dapat kembali aktif dalam waktu dekat.
Audit Forensik Jadi Kunci Pemulihan Sistem
Sebagai bagian dari proses investigasi dan pemulihan, Bank Jambi telah menyelesaikan audit forensik terhadap sistem yang terdampak gangguan.
Audit tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi sumber permasalahan sekaligus memetakan celah keamanan yang perlu diperkuat.
Hasil audit forensik resmi terbit pada 3 Juni 2026. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar bagi Bank Jambi untuk melakukan berbagai perbaikan dan peningkatan sistem keamanan digital.
Langkah ini sangat penting karena industri perbankan modern menghadapi tantangan besar dalam aspek cyber security, digital banking security, serta perlindungan data nasabah.
Dengan hasil audit yang telah tersedia, Bank Jambi kini memiliki peta jalan yang lebih jelas dalam memperkuat sistem teknologi informasi mereka.
Bank Indonesia Terapkan Persyaratan Ketat
Sebelum memberikan izin operasional kembali terhadap layanan mobile banking, Bank Indonesia menetapkan sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi.
Gubernur Al Haris menjelaskan bahwa Bank Jambi harus meningkatkan berbagai instrumen keamanan digital serta melakukan pembaruan terhadap sejumlah perangkat teknologi informasi yang dinilai belum memenuhi standar optimal.
Penguatan infrastruktur teknologi menjadi langkah penting untuk memastikan sistem dapat menghadapi berbagai potensi ancaman siber di masa mendatang.
Selain itu, peningkatan keamanan juga bertujuan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital yang terus berkembang.
Dengan memenuhi seluruh persyaratan tersebut, Bank Jambi berharap dapat memperoleh persetujuan sehingga layanan mobile banking kembali tersedia bagi seluruh nasabah.
Penguatan Cyber Security Jadi Prioritas Utama
Dalam era digital saat ini, keamanan sistem perbankan menjadi faktor yang sangat menentukan keberlangsungan layanan.
Karena itu, Bank Jambi menempatkan penguatan cyber security sebagai fokus utama selama proses pemulihan berlangsung.
Perusahaan perbankan di seluruh dunia kini terus berinvestasi pada teknologi keamanan untuk melindungi data nasabah dari berbagai ancaman digital.
Bank Jambi juga mengambil langkah serupa dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur teknologi informasi yang dimiliki.
Melalui pembaruan sistem dan peningkatan keamanan, pihak bank ingin memastikan setiap transaksi nasabah berlangsung aman, cepat, dan nyaman.
Langkah tersebut sekaligus menjadi momentum transformasi digital yang lebih kuat bagi Bank Jambi ke depan.
DPRD Jambi Minta Hasil Audit Ditindaklanjuti
Sementara itu, DPRD Provinsi Jambi turut memberikan perhatian terhadap perkembangan pemulihan layanan mobile banking.
Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz Fattah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait hasil audit forensik yang telah diserahkan kepada aparat penegak hukum.
Informasi tersebut diperoleh dari pihak terkait, termasuk jajaran manajemen Bank Jambi.
Menurut Hafiz, masyarakat saat ini menunggu kepastian mengenai kelanjutan proses pemulihan sistem digital tersebut.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak terkait segera menindaklanjuti hasil audit yang telah tersedia.
Ia juga berharap proses tersebut berjalan secara transparan sehingga masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai perkembangan kasus maupun pemulihan layanan.
Nasabah Menunggu Kepastian Aktivasi Mobile Banking
Harapan terbesar kini datang dari para nasabah yang ingin kembali menikmati kemudahan transaksi melalui aplikasi mobile banking.
Dalam beberapa tahun terakhir, layanan digital banking telah menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat modern.
Transfer dana, pembayaran tagihan, pembelian produk digital, hingga transaksi bisnis kini banyak dilakukan melalui aplikasi perbankan.
Oleh sebab itu, pengaktifan kembali mobile banking Bank Jambi menjadi kebutuhan yang sangat dinantikan.
Jika seluruh persyaratan keamanan berhasil dipenuhi dan Bank Indonesia memberikan persetujuan, layanan tersebut berpotensi kembali beroperasi dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Momentum Transformasi Digital Bank Jambi
Terlepas dari tantangan yang terjadi, proses pemulihan ini dapat menjadi momentum bagi Bank Jambi untuk melakukan transformasi digital yang lebih kuat dan modern.
Penguatan sistem keamanan, pembaruan perangkat teknologi, serta peningkatan standar operasional akan memberikan manfaat jangka panjang bagi perusahaan maupun nasabah.
Selain meningkatkan kualitas layanan, langkah tersebut juga mampu memperkuat daya saing Bank Jambi di tengah pesatnya perkembangan industri financial technology dan digital banking di Indonesia.
Dengan dukungan pemerintah daerah, regulator, serta seluruh pemangku kepentingan, masyarakat berharap layanan mobile banking Bank Jambi segera kembali normal dan mampu memberikan pengalaman transaksi yang lebih aman dibanding sebelumnya.
Kesimpulan
Bank Jambi terus mempercepat proses pengaktifan kembali layanan mobile banking setelah menyelesaikan audit forensik pasca gangguan sistem digital. Pemerintah Provinsi Jambi bersama manajemen Bank Jambi kini mengajukan permohonan kepada Bank Indonesia sambil memenuhi berbagai persyaratan keamanan yang diwajibkan regulator.
Di sisi lain, DPRD Provinsi Jambi meminta hasil audit segera ditindaklanjuti dan diinformasikan kepada publik. Ribuan nasabah pun masih menunggu kepastian kapan layanan mobile banking kembali beroperasi secara normal.
Jika seluruh proses berjalan lancar, Bank Jambi berpeluang menghadirkan layanan digital yang lebih aman, modern, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era transformasi digital saat ini.(*)









