Isu Pelantikan Kepala Sekolah Kerinci Makin Riuh, Beberapa Guru Ngaku Dapat ‘Bisikan’

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi heboh isu pelantikan kepala sekolah di Kerinci

Ilustrasi heboh isu pelantikan kepala sekolah di Kerinci

KERINCI,JS- Isu pelantikan kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci kian riuh diperbincangkan. Dalam beberapa pekan terakhir, kabar mengenai rotasi, mutasi, hingga pengangkatan kepala sekolah baru terus beredar dari mulut ke mulut. Situasi ini memicu keresahan di tingkat sekolah karena hingga kini belum ada kepastian resmi dari pihak terkait.

Sejumlah kepala sekolah mengaku mulai merasa cemas terhadap kemungkinan pergantian jabatan dalam waktu dekat. Di sisi lain, beberapa guru juga berharap mendapatkan kesempatan untuk menduduki posisi kepala sekolah setelah lama menunggu proses pengangkatan.

Dinamika tersebut membuat suasana di lingkungan pendidikan Kabupaten Kerinci semakin hangat. Banyak pihak memilih menunggu sambil memantau perkembangan informasi yang beredar di internal sekolah maupun lingkup Dinas Pendidikan.

Isu Pelantikan Kepala Sekolah Jadi Perbincangan Hangat

Kabar mengenai pelantikan kepala sekolah sebenarnya bukan hal baru di Kabupaten Kerinci. Hampir setiap tahun, isu rotasi jabatan selalu memunculkan berbagai spekulasi. Namun tahun ini, pembahasan mengenai pergantian kepala sekolah terasa lebih intens dibanding sebelumnya.

Sejumlah guru mengaku menerima informasi bahwa pelantikan kepala sekolah tinggal menunggu waktu. Meski demikian, belum ada jadwal resmi yang diumumkan kepada publik maupun pihak sekolah.

“Kalau informasi yang beredar memang ada pelantikan. Namun sampai sekarang kami belum tahu kapan pelaksanaannya,” ungkap seorang guru di Kabupaten Kerinci.

Guru tersebut juga mengaku dapat ‘bisikan’ dirinya berpeluang diangkat menjadi kepala sekolah. Akan tetapi, hingga kini ia belum memperoleh kepastian lebih lanjut.

“Katanya ada peluang diangkat jadi kepala sekolah, tetapi belum ada informasi resmi sampai sekarang,” ujarnya.

Situasi tersebut membuat banyak guru memilih menunggu sambil berharap proses pengangkatan berlangsung transparan dan sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga :  Kopi Kerinci Tembus Pasar Global, Petani Desak Pemkab Buka Jalur Ekspor Langsung, Dinas Perkebunan Diminta Sering ke Lapangan

Kepala Sekolah Mulai Merasa Resah

Di tengah derasnya isu pelantikan, sejumlah kepala sekolah mengaku mulai merasa tidak tenang. Mereka khawatir muncul pergantian mendadak tanpa adanya koordinasi sebelumnya.

Beberapa kepala sekolah bahkan menyebut belum menerima informasi apa pun dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci terkait rencana pelantikan atau rotasi jabatan.

“Kami belum mendapat pemberitahuan resmi. Jadi untuk sementara kami tetap fokus menjalankan tugas di sekolah,” kata salah seorang kepala sekolah.

Meski demikian, sebagian kepala sekolah mencoba menyikapi situasi tersebut secara santai. Mereka menilai jabatan merupakan amanah yang sewaktu-waktu bisa berubah sesuai kebijakan pemerintah daerah.

“Kalau masih dipercaya memimpin sekolah tentu kami siap menjalankan tugas. Namun kalau nanti diganti juga tidak masalah,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa banyak kepala sekolah memilih bersikap terbuka terhadap keputusan pemerintah. Akan tetapi, ketidakjelasan jadwal pelantikan tetap memunculkan ketegangan di lingkungan pendidikan.

Trik dan Intrik Jabatan Kepala Sekolah Kembali Jadi Sorotan

Bukan rahasia umum lagi jika proses pelantikan kepala sekolah di Kerinci kerap memunculkan berbagai cerita di balik layar. Masyarakat pendidikan sudah lama mendengar isu mengenai adanya pendekatan tertentu demi memperoleh jabatan strategis di sekolah.

Karena itu, setiap kali muncul kabar pelantikan kepala sekolah, berbagai spekulasi langsung berkembang di tengah guru maupun tenaga pendidikan lainnya.

Sebagian guru bahkan secara terbuka mengaku memiliki “jalur” atau strategi khusus untuk mendapatkan posisi kepala sekolah. Kondisi tersebut membuat persaingan semakin terasa di internal dunia pendidikan.

Meski belum ada bukti terkait praktik tertentu dalam proses pengangkatan kepala sekolah, isu mengenai tarik-menarik kepentingan terus menjadi pembahasan hangat.

Pengamat pendidikan daerah menilai pemerintah perlu menjaga transparansi agar proses pengangkatan kepala sekolah berjalan profesional dan tidak memicu polemik di tengah masyarakat.

Transparansi Pengangkatan Kepala Sekolah Sangat Dibutuhkan

Banyak pihak berharap Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Dinas Pendidikan mampu memberikan kejelasan terkait isu pelantikan kepala sekolah. Transparansi dianggap penting untuk menghindari munculnya rumor liar yang dapat mengganggu stabilitas dunia pendidikan.

Selain itu, keterbukaan informasi juga dinilai mampu menjaga semangat kerja para kepala sekolah maupun guru di lingkungan sekolah.

Pengamat pendidikan menyebut pengangkatan kepala sekolah seharusnya mengacu pada kompetensi, pengalaman, integritas, serta kemampuan manajerial. Dengan begitu, kualitas pendidikan di daerah dapat meningkat secara bertahap.

“Kalau prosesnya transparan tentu publik akan lebih percaya. Guru juga bisa fokus meningkatkan kualitas pendidikan tanpa terbebani isu jabatan,” ujar salah satu pemerhati pendidikan di Kerinci.

Guru Berharap Kesempatan Promosi Jabatan Lebih Terbuka

Di balik keresahan para kepala sekolah, sebagian guru justru melihat isu pelantikan sebagai peluang untuk mendapatkan promosi jabatan. Banyak guru senior merasa sudah memenuhi syarat untuk memimpin sekolah setelah bertahun-tahun mengabdi.

Mereka berharap pemerintah daerah memberikan kesempatan yang adil kepada seluruh tenaga pendidik yang memiliki kompetensi.

Menurut sejumlah guru, proses seleksi kepala sekolah sebaiknya benar-benar mempertimbangkan rekam jejak dan kemampuan kepemimpinan. Faktor kedekatan personal seharusnya tidak mendominasi proses penentuan jabatan.

Harapan tersebut muncul karena posisi kepala sekolah memegang peranan penting dalam menentukan kualitas pendidikan di tingkat sekolah.

Baca Juga :  Serah Terima Lahan RSUD Kerinci Dimulai, Era Baru Rumah Sakit Modern Segera Hadir

Dunia Pendidikan Kerinci Butuh Stabilitas

Di tengah berkembangnya isu pelantikan, banyak pihak mengingatkan agar proses pergantian kepala sekolah tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Stabilitas sekolah menjadi hal penting karena para siswa tetap membutuhkan suasana belajar yang kondusif. Jika isu jabatan terus berkembang tanpa kepastian, maka kondisi psikologis guru dan tenaga pendidikan dikhawatirkan ikut terganggu.

Karena itu, pemerintah daerah diharapkan segera memberikan penjelasan resmi terkait rencana pelantikan kepala sekolah agar situasi tidak semakin simpang siur.

Publik Menunggu Sikap Resmi Dinas Pendidikan Kerinci

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai jadwal maupun daftar nama yang akan dilantik menjadi kepala sekolah di Kabupaten Kerinci.

Masyarakat pendidikan masih menunggu langkah resmi dari Dinas Pendidikan maupun Pemerintah Kabupaten Kerinci terkait isu yang terus berkembang tersebut.

Sementara itu, aktivitas sekolah tetap berjalan seperti biasa. Para guru dan kepala sekolah memilih menjalankan tugas sambil menunggu keputusan pemerintah daerah.

Meski suasana internal pendidikan mulai dipenuhi spekulasi, banyak pihak berharap proses pengangkatan kepala sekolah nantinya berlangsung objektif, profesional, dan bebas dari kepentingan tertentu.

Jika pemerintah mampu menjaga transparansi dan profesionalisme, maka pelantikan kepala sekolah tidak hanya menjadi agenda rotasi jabatan semata, tetapi juga momentum penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kerinci.(*)

Berita Terkait

HUT ke-81 RI Makin Semarak, TP PKK Sungai Penuh Gelar Lomba Seru dan Sri Kartini Alfin Dorong Jadi Agenda Tahunan
Kinerja DPRD Kerinci Dipertanyakan, Aktivis Soroti Fungsi Pengawasan
Warga Kerinci-Sungai Penuh Soroti 6 Anggota DPRD Jambi, “Kita Belum Merasakan Punya Wakil”
Wako Alfin Kukuhkan 30 Paskibraka Sungai Penuh, Siap Kibarkan Merah Putih pada HUT ke-81 RI
Bupati Merangin Murka! PETI Garap Aset Pemkab di Talangkawo, Polisi Diminta Usut Tuntas
PETI Jambi Capai 60.323 Hektare, DPRD Soroti Ancaman Kerusakan Lingkungan dan Masa Depan Warga
Bupati Muaro Jambi Turun Langsung Padamkan Karhutla, Posko Dapur Umum dan Kesehatan Dibuka
Wali Kota Sungai Penuh Alfin Tegaskan ASN Jangan Terlibat Judi Online, BKSPDM ; Kedapatan Akan Ditindak Tegas
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:03 WIB

HUT ke-81 RI Makin Semarak, TP PKK Sungai Penuh Gelar Lomba Seru dan Sri Kartini Alfin Dorong Jadi Agenda Tahunan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Warga Kerinci-Sungai Penuh Soroti 6 Anggota DPRD Jambi, “Kita Belum Merasakan Punya Wakil”

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:31 WIB

Wako Alfin Kukuhkan 30 Paskibraka Sungai Penuh, Siap Kibarkan Merah Putih pada HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Bupati Merangin Murka! PETI Garap Aset Pemkab di Talangkawo, Polisi Diminta Usut Tuntas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:01 WIB

PETI Jambi Capai 60.323 Hektare, DPRD Soroti Ancaman Kerusakan Lingkungan dan Masa Depan Warga

Berita Terbaru