Air PDAM Mati Total 10 Hari, Warga Pinang Jaya Bungo Krisis Air Bersih

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BUNGO,JS- Krisis air bersih melanda warga Desa Pinang Jaya, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Selama lebih dari 10 hari terakhir, aliran air dari PDAM Bungo tidak mengalir ke rumah-rumah pelanggan. Kondisi ini memaksa masyarakat mencari sumber air alternatif yang jumlahnya sangat terbatas.

Situasi semakin berat karena sumber air yang biasa dimanfaatkan warga juga tidak lagi layak digunakan. Air Sungai Tebo yang berada di sekitar permukiman diduga telah tercemar akibat aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) menggunakan dompeng.

Akibat dua persoalan tersebut, kebutuhan dasar masyarakat seperti mandi, mencuci, memasak, hingga kebutuhan sanitasi sehari-hari terganggu.

Permasalahan ini tengah heboh di media sosial Facebook beberapa hari belakangan ini.

Air PDAM Tidak Mengalir Selama 10 Hari

Keluhan warga terus bermunculan karena distribusi air bersih dari PDAM Bungo belum juga kembali normal.

Salah seorang pelanggan mengaku seluruh aktivitas rumah tangga menjadi terganggu. Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan menyelesaikan persoalan yang sudah berlangsung cukup lama tersebut.

“Tolonglah pemerintah Kabupaten Bungo, apa masalah PDAM Pinang Jaya sampai mati total 10 hari. Kami sangat kesulitan mendapatkan air bersih untuk mandi,” ujarnya.

Menurut warga, kondisi ini bukan hanya menyulitkan satu atau dua keluarga. Hampir seluruh pelanggan di wilayah tersebut merasakan dampak yang sama.

Baca Juga :  BMKG Beri Peringatan, Kemarau 2026 di Jambi Makin Parah: Sungai Batanghari Surut, Risiko Karhutla Meningkat

Warga Terpaksa Berburu Air Bersih

Selama pasokan air PDAM terhenti, masyarakat harus mencari sumber air dari lokasi lain.

Sebagian warga mengambil air menggunakan jeriken, sementara sebagian lainnya meminta bantuan kepada kerabat yang tinggal di daerah yang masih mendapatkan pasokan air.

Cara tersebut tentu membutuhkan biaya tambahan, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit.

Sungai Tebo Tidak Lagi Menjadi Solusi

Jika sebelumnya warga masih dapat memanfaatkan air Sungai Tebo untuk kebutuhan tertentu, kini kondisi sungai juga ikut menjadi persoalan.

Warga menyebut air sungai berubah keruh dan diduga tercemar aktivitas dompeng atau penambangan emas ilegal yang masih terjadi di sejumlah titik.

Akibatnya masyarakat tidak berani menggunakan air sungai untuk kebutuhan rumah tangga karena khawatir berdampak terhadap kesehatan.

Kondisi tersebut membuat pilihan masyarakat semakin terbatas.

Sanitasi dan Kesehatan Terancam

Ketersediaan air bersih memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Ketika pasokan air berhenti dalam waktu lama, berbagai aktivitas penting ikut terganggu, seperti:

  • Mandi dan mencuci.
  • Memasak.
  • Membersihkan peralatan rumah tangga.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Kebutuhan ibadah.

Apabila kondisi ini terus berlanjut, risiko munculnya penyakit akibat buruknya sanitasi juga dapat meningkat.

Baca Juga :  Cuma 1 Jam 10 Menit!, Ini Jadwal Penerbangan Batik Air Bungo-Jakarta

Warga Minta Pemerintah Kabupaten Bungo Bertindak Cepat

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bungo bersama PDAM Bungo segera menjelaskan penyebab terhentinya distribusi air.

Selain itu, warga juga meminta adanya solusi jangka pendek berupa pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki apabila perbaikan jaringan membutuhkan waktu lebih lama.

Langkah tersebut dinilai penting agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Perlu Penjelasan Resmi dari Perumda

Hingga keluhan masyarakat mencuat, warga mengaku belum memperoleh informasi yang jelas mengenai penyebab berhentinya distribusi air.

Transparansi informasi menjadi hal penting agar pelanggan mengetahui apakah gangguan disebabkan oleh kerusakan jaringan, gangguan instalasi pengolahan air, penurunan debit sumber air, atau faktor teknis lainnya.

Dengan adanya penjelasan resmi, masyarakat dapat memahami kondisi yang terjadi sekaligus mengetahui estimasi waktu pemulihan layanan.

Aktivitas Dompeng Kembali Disorot

Di sisi lain, dugaan pencemaran Sungai Tebo akibat aktivitas dompeng kembali menjadi perhatian masyarakat.

Aktivitas penambangan emas tanpa izin selama ini kerap menimbulkan berbagai persoalan lingkungan, mulai dari meningkatnya kekeruhan air hingga rusaknya ekosistem sungai.

Karena itu, warga berharap pemerintah bersama aparat penegak hukum meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas PETI di wilayah Kabupaten Bungo.

Air Bersih Menjadi Kebutuhan yang Tidak Bisa Ditunda

Air bersih merupakan kebutuhan pokok yang menentukan kualitas hidup masyarakat.

Gangguan distribusi selama berhari-hari bukan hanya berdampak terhadap kenyamanan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan, produktivitas, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Warga Desa Pinang Jaya kini berharap distribusi air dari Perumda Pancuran Telago dapat segera pulih sehingga kehidupan sehari-hari kembali normal.

Masyarakat juga menantikan langkah nyata dari pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan tersebut, baik melalui percepatan perbaikan jaringan maupun penyediaan bantuan air bersih selama proses pemulihan berlangsung.(*)

Berita Terkait

Atlet Panjat Tebing Kota Sungai Penuh Ukir Prestasi Gemilang, Bunga Mutiara Risti Borong 2 Medali Emas di Kejurprov Jambi 2026
Kabar Terbaru dari Kemenag Kerinci Soal Nasib Ribuan PPPK, Ini Pesan Penting Kakankemenag
TP PKK Kota Sungai Penuh Optimistis Raih Juara Provinsi Jambi 2026, Rumah Dilan dan UMKM Jadi Sorotan Tim Penilai
Jalan Penghubung Sungai Hangat–Perikan Tengah Rusak Berat, Ancam Keselamatan Pengguna Jalan
BMKG Beri Peringatan, Kemarau 2026 di Jambi Makin Parah: Sungai Batanghari Surut, Risiko Karhutla Meningkat
Sulit Dapat Solar, Pengemudi Dump Truck Kerinci dan Sungai Penuh Minta Pemerintah Awasi Distribusi BBM
Dokter Masuk Dusun Tebo Jadi Solusi Layanan Kesehatan Gratis, Warga Tak Perlu Lagi Jauh ke Puskesmas
Kabar Terbaru CPNS 2026! BKPSDM Sungai Penuh Kejar Persetujuan 31 Formasi, Ini Perkembangan Terbarunya
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:01 WIB

Atlet Panjat Tebing Kota Sungai Penuh Ukir Prestasi Gemilang, Bunga Mutiara Risti Borong 2 Medali Emas di Kejurprov Jambi 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:01 WIB

Air PDAM Mati Total 10 Hari, Warga Pinang Jaya Bungo Krisis Air Bersih

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Kabar Terbaru dari Kemenag Kerinci Soal Nasib Ribuan PPPK, Ini Pesan Penting Kakankemenag

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:01 WIB

TP PKK Kota Sungai Penuh Optimistis Raih Juara Provinsi Jambi 2026, Rumah Dilan dan UMKM Jadi Sorotan Tim Penilai

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:01 WIB

BMKG Beri Peringatan, Kemarau 2026 di Jambi Makin Parah: Sungai Batanghari Surut, Risiko Karhutla Meningkat

Berita Terbaru