BISNIS,JS- Asuransi umrah menjadi salah satu hal penting yang perlu masuk dalam daftar persiapan sebelum jemaah berangkat ke Tanah Suci.
Selain menyiapkan paspor, visa, tiket pesawat, akomodasi, perlengkapan ibadah, dan biaya perjalanan, jemaah juga perlu memahami perlindungan finansial selama menjalankan ibadah.
Risiko perjalanan ke luar negeri cukup beragam. Jemaah bisa menghadapi gangguan kesehatan, kecelakaan, kehilangan bagasi, perubahan jadwal penerbangan, hingga kondisi lain yang menimbulkan biaya tambahan.
Karena itu, pemahaman mengenai asuransi umrah 2026 penting bagi calon jemaah, terutama bagi mereka yang ingin memperoleh perlindungan lebih luas selama berada di Arab Saudi.
Namun, masih banyak calon jemaah yang mencampuradukkan asuransi umrah dengan BPJS Kesehatan atau menganggap keduanya memiliki fungsi yang sama.
Padahal, keduanya memiliki fungsi berbeda.
Apakah Asuransi Umrah Wajib?
Pertanyaan mengenai apakah asuransi umrah wajib sering muncul ketika calon jemaah mulai menyiapkan keberangkatan.
Di Indonesia, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 mengatur perlindungan bagi jemaah umrah. Pasal 96 menyebut jemaah umrah memperoleh perlindungan, antara lain perlindungan sebagai warga negara Indonesia di luar negeri, perlindungan hukum, keamanan, serta perlindungan jiwa, kecelakaan, dan kesehatan.
Selanjutnya, Pasal 97 menyatakan bahwa perlindungan jiwa, kecelakaan, dan kesehatan diberikan dalam bentuk asuransi. Masa pertanggungan juga berlangsung sejak keberangkatan hingga jemaah kembali ke tanah air.
Artinya, jemaah yang berangkat melalui penyelenggara perjalanan ibadah umrah atau PPIU memperoleh perlindungan asuransi sebagai bagian dari penyelenggaraan perjalanan tersebut.
Kementerian Agama juga menjelaskan bahwa aturan asuransi jemaah umrah memiliki dasar dalam UU Nomor 8 Tahun 2019 serta aturan turunannya.
Karena itu, calon jemaah sebaiknya tidak hanya bertanya apakah sudah memiliki asuransi.
Jemaah juga perlu menanyakan apa saja manfaat yang tercantum dalam polis, berapa limit perlindungannya, kapan masa perlindungan dimulai, serta bagaimana prosedur klaimnya.
Asuransi dari PPIU Berbeda dengan Asuransi Tambahan
Jemaah juga perlu memahami perbedaan antara perlindungan yang masuk dalam paket perjalanan dan asuransi perjalanan tambahan.
PPIU memiliki tanggung jawab memberikan perlindungan kepada jemaah sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah juga mengatur perlindungan tersebut melalui regulasi penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah.
Sementara itu, jemaah dapat mempertimbangkan produk asuransi perjalanan tambahan apabila ingin mendapatkan cakupan yang lebih luas.
Pilihan tambahan tersebut dapat membantu menghadapi risiko tertentu yang tidak masuk dalam manfaat polis utama.
Namun, jangan langsung membeli produk hanya karena melihat nama “asuransi umrah”.
Periksa terlebih dahulu polis, pengecualian, limit manfaat, usia peserta, wilayah perlindungan, masa pertanggungan, serta prosedur klaim.
Bagaimana dengan Asuransi dari Visa Umrah Arab Saudi?
Arab Saudi juga menyediakan mekanisme untuk mengecek polis asuransi yang berkaitan dengan jemaah umrah.
Platform resmi pemerintah Arab Saudi menyediakan layanan inquiry about the Umrah insurance policy. Layanan tersebut memungkinkan jemaah mengecek dan memverifikasi polis serta cakupan perlindungan yang terkait dengan manfaat umum dan layanan medis.
Jemaah dapat mengakses informasi tersebut melalui platform Nusuk Masar dengan memasukkan data seperti nomor paspor, kewarganegaraan, dan nomor visa.
Dengan demikian, calon jemaah sebaiknya memeriksa status perlindungan sebelum berangkat.
Langkah tersebut jauh lebih aman daripada baru mencari informasi ketika sudah menghadapi masalah di Arab Saudi.
Mengapa Jemaah Tetap Perlu Memahami Travel Insurance?
Perjalanan umrah berlangsung di luar negeri dan melibatkan berbagai aktivitas dalam waktu yang relatif padat.
Jemaah harus melakukan perjalanan udara, berpindah hotel, menggunakan transportasi, berjalan dalam jumlah banyak, serta menjalankan rangkaian ibadah di lingkungan yang ramai.
Kondisi tersebut membuat risiko perjalanan tetap perlu diperhitungkan.
Karena itu, istilah travel insurance atau Umrah travel insurance semakin relevan bagi calon jemaah yang ingin menambah perlindungan.
Produk perjalanan syariah juga tersedia di Indonesia.
Misalnya, Zurich Syariah Travel Insurance menawarkan perlindungan perjalanan untuk umrah, haji, dan wisata halal. Produk tersebut mencakup sejumlah manfaat seperti kecelakaan diri, biaya medis dan darurat, pembatalan atau perubahan perjalanan, bagasi dan barang pribadi, serta biaya pemulangan jenazah sesuai ketentuan polis.
7 Manfaat Asuransi Umrah yang Perlu Diperhatikan
Setiap produk memiliki manfaat dan batasan berbeda. Oleh karena itu, jemaah perlu membaca polis sebelum membeli.
Berikut beberapa manfaat yang umum muncul dalam produk perlindungan perjalanan umrah.
1. Perlindungan Biaya Medis
Biaya medis menjadi salah satu risiko terbesar ketika seseorang melakukan perjalanan ke luar negeri.
Jemaah dapat mengalami sakit atau kecelakaan yang membutuhkan pemeriksaan maupun perawatan.
Produk asuransi perjalanan tertentu menyediakan manfaat biaya medis dan keadaan darurat. Namun, setiap produk memiliki limit dan ketentuan yang berbeda.
Karena itu, calon jemaah harus memeriksa batas maksimal penggantian sebelum memilih polis.
2. Perlindungan Kecelakaan
Kepadatan aktivitas selama umrah membuat perlindungan kecelakaan menjadi salah satu manfaat penting.
Produk tertentu memberikan santunan apabila kecelakaan menyebabkan cacat tetap atau meninggal dunia sesuai ketentuan polis.
Perlindungan ini juga dapat memberikan manfaat finansial bagi keluarga jemaah apabila terjadi risiko serius.
3. Evakuasi dan Kondisi Darurat
Risiko kesehatan tertentu mungkin membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Dalam kondisi tersebut, produk perjalanan tertentu dapat memberikan manfaat terkait biaya darurat atau pemindahan medis sesuai ketentuan polis.
Jemaah harus memeriksa apakah polis mencantumkan manfaat tersebut dan bagaimana prosedur penggunaannya.
4. Perlindungan Bagasi
Masalah bagasi juga dapat mengganggu perjalanan.
Bagasi bisa terlambat tiba, rusak, atau hilang selama perjalanan udara.
Sejumlah produk travel insurance memberikan manfaat untuk bagasi dan barang pribadi. Zurich Syariah, misalnya, mencantumkan perlindungan bagasi dan barang pribadi sebagai salah satu manfaat produknya.
5. Pembatalan Perjalanan
Perubahan kondisi tertentu dapat membuat jemaah harus membatalkan atau mengubah perjalanan.
Asuransi perjalanan tertentu menyediakan manfaat pembatalan dan perubahan perjalanan.
Namun, manfaat tersebut tidak otomatis berlaku untuk semua alasan pembatalan.
Jemaah harus membaca daftar risiko yang memenuhi syarat klaim.
6. Santunan Meninggal Dunia
Perlindungan jiwa menjadi bagian penting dari asuransi perjalanan.
Beberapa produk memberikan santunan apabila peserta meninggal dunia akibat kondisi yang memenuhi persyaratan polis.
Karena itu, keluarga sebaiknya mengetahui keberadaan polis dan memahami prosedur klaim sebelum jemaah berangkat.
7. Pemulangan Jenazah
Risiko paling berat tentu membutuhkan penanganan khusus.
Produk asuransi tertentu mencantumkan manfaat pemulangan jenazah dan biaya terkait sesuai ketentuan.
Zurich Syariah Travel Insurance juga mencantumkan manfaat pemulangan jenazah dalam daftar perlindungannya.
BPJS Kesehatan Apakah Bisa Menggantikan Asuransi Umrah?
Pertanyaan BPJS untuk umrah juga sering muncul.
Kementerian Agama menjelaskan bahwa calon jemaah umrah perlu menjadi peserta aktif JKN sesuai kebijakan yang mengacu pada Keputusan Menteri Agama Nomor 1456 Tahun 2022. Kebijakan tersebut juga mencakup PPIU, pekerja PPIU, serta calon jemaah umrah.
Namun, Kemenag menegaskan bahwa keberadaan JKN tidak berarti BPJS Kesehatan menggantikan asuransi perjalanan umrah.
BPJS Kesehatan memiliki fungsi utama dalam program JKN. Sementara itu, asuransi perjalanan memberikan perlindungan sesuai manfaat yang tercantum dalam polis perjalanan.
Kemenag juga menjelaskan bahwa manfaat JKN sangat berguna terutama sebelum dan setelah jemaah melakukan perjalanan.
Karena itu, calon jemaah sebaiknya memastikan kepesertaan JKN tetap aktif sekaligus memahami perlindungan asuransi umrah yang tercantum dalam paket perjalanan.
Pilihan Asuransi Umrah Syariah di Indonesia
Calon jemaah yang ingin menggunakan Islamic travel insurance atau sharia travel insurance dapat membandingkan beberapa produk yang tersedia.
Salah satu pilihan datang dari Takaful Keluarga melalui produk Takaful Perlindungan Perjalanan Umroh.
Takaful Keluarga menyebut produknya memberikan perlindungan finansial selama perjalanan umrah. Manfaat yang tersedia antara lain santunan meninggal dunia, santunan cacat tetap akibat kecelakaan, santunan biaya perawatan akibat kecelakaan, dan santunan biaya pemakaman. Produk tersebut mencantumkan kontribusi mulai Rp60.000 hingga Rp180.000 per peserta, dengan manfaat yang dapat disesuaikan.
Selain itu, calon jemaah juga dapat membandingkan produk dari perusahaan lain yang menyediakan perlindungan perjalanan syariah.
Namun, calon peserta jangan menjadikan harga sebagai satu-satunya faktor.
Harga murah belum tentu memberikan perlindungan paling sesuai dengan kebutuhan.
Berapa Biaya Asuransi Umrah?
Pertanyaan mengenai biaya asuransi umrah juga penting bagi calon jemaah.
Tidak ada satu harga yang berlaku untuk semua produk.
Besaran kontribusi atau premi dapat bergantung pada sejumlah faktor, seperti usia peserta, lama perjalanan, manfaat perlindungan, limit biaya medis, tujuan perjalanan, serta ketentuan perusahaan.
Sebagai contoh, Takaful Perlindungan Perjalanan Umroh mencantumkan kontribusi mulai Rp60.000 sampai Rp180.000 per peserta untuk skema produknya, dengan manfaat yang dapat disesuaikan.
Sementara itu, produk lain memiliki struktur harga dan manfaat berbeda.
Karena itu, calon jemaah perlu meminta penawaran terbaru sebelum membeli.
Cara Memilih Asuransi Umrah yang Tepat
Memilih asuransi umrah terbaik tidak cukup dengan melihat harga.
Gunakan beberapa indikator berikut.
Periksa Limit Biaya Medis
Semakin tinggi biaya medis yang dapat ditanggung, semakin besar ruang perlindungan ketika terjadi kondisi darurat.
Namun, tetap sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan membayar kontribusi.
Periksa Pengecualian Polis
Bagian pengecualian sering kali luput dari perhatian.
Padahal, bagian tersebut menentukan kondisi apa saja yang tidak memperoleh manfaat.
Baca seluruh pengecualian sebelum membeli.
Perhatikan Usia Peserta
Setiap perusahaan dapat menetapkan batas usia berbeda.
Hal ini sangat penting bagi jemaah lansia.
Sebagai contoh, Zurich Syariah mencantumkan rentang usia perlindungan 1 hingga 90 tahun pada produk Zurich Syariah Travel Insurance.
Cek Masa Perlindungan
Pastikan masa perlindungan mencakup seluruh periode perjalanan.
Jangan sampai polis berakhir sebelum jemaah kembali ke Indonesia.
Pelajari Prosedur Klaim
Pilih produk yang memberikan informasi klaim secara jelas.
Jemaah juga sebaiknya menyimpan nomor layanan darurat, polis, bukti pembayaran, dokumen perjalanan, serta dokumen medis apabila terjadi klaim.
Jangan Hanya Membandingkan Harga
Harga memang penting, tetapi perlindungan jauh lebih penting.
Dua produk dengan harga berbeda dapat memiliki limit medis, manfaat bagasi, santunan kecelakaan, dan pengecualian yang berbeda.
Karena itu, gunakan metode perbandingan sederhana:
Harga → manfaat → limit → pengecualian → usia → masa perlindungan → prosedur klaim.
Dengan cara tersebut, calon jemaah dapat menemukan produk yang lebih sesuai.
Apa yang Harus Ditanyakan kepada Travel Umrah?
Sebelum membayar paket, calon jemaah sebaiknya meminta penjelasan tertulis dari PPIU.
Tanyakan beberapa hal berikut:
- Apakah paket sudah mencakup asuransi?
- Siapa perusahaan penyedia asuransinya?
- Berapa nilai pertanggungannya?
- Apa saja manfaat yang tersedia?
- Apakah biaya medis termasuk dalam perlindungan?
- Bagaimana prosedur klaim?
- Berapa lama masa perlindungannya?
- Apakah terdapat perlindungan bagasi?
- Apakah terdapat manfaat pembatalan perjalanan?
- Apakah perlindungan mencakup seluruh perjalanan hingga kembali ke Indonesia?
Pertanyaan tersebut dapat membantu jemaah memahami haknya sebelum berangkat.
Arab Saudi Tetap Menyiapkan Layanan Kesehatan untuk Jemaah
Selain perlindungan asuransi, pemerintah Arab Saudi juga menyediakan berbagai fasilitas kesehatan untuk jemaah.
Kementerian Kesehatan Arab Saudi menjelaskan bahwa kerajaan menyediakan rumah sakit lapangan, pusat kesehatan permanen dan bergerak, ambulans, serta titik pertolongan pertama di area tertentu selama musim haji dan umrah.
Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga menerbitkan persyaratan kesehatan bagi calon jemaah umrah, termasuk ketentuan terkait vaksinasi dan dokumen kesehatan sesuai negara asal.
Dengan demikian, calon jemaah perlu memperhatikan dua hal sekaligus: kesiapan kesehatan dan kesiapan perlindungan finansial.
Tips Menghindari Masalah Asuransi Saat Umrah
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan sebelum keberangkatan.
Pertama, simpan salinan polis dalam bentuk digital dan cetak.
Kedua, simpan nomor layanan darurat perusahaan asuransi.
Ketiga, baca ketentuan klaim sebelum berangkat.
Keempat, tanyakan apakah peserta harus menghubungi perusahaan asuransi terlebih dahulu sebelum memperoleh perawatan tertentu.
Kelima, simpan bukti pembayaran dan dokumen medis apabila terjadi kejadian yang berpotensi menimbulkan klaim.
Terakhir, jangan menganggap semua biaya otomatis masuk dalam perlindungan.
Setiap polis memiliki aturan sendiri.
FAQ
Apakah asuransi umrah wajib?
UU Nomor 8 Tahun 2019 mengatur perlindungan jiwa, kecelakaan, dan kesehatan jemaah umrah dalam bentuk asuransi. Pasal 97 juga mengatur masa pertanggungan sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
Apakah BPJS Kesehatan menggantikan asuransi umrah?
Tidak. JKN dan asuransi perjalanan memiliki fungsi berbeda. Kemenag menjelaskan kewajiban kepesertaan JKN bagi calon jemaah umrah, tetapi JKN tidak menggantikan perlindungan asuransi perjalanan.
Apakah jemaah perlu membeli asuransi tambahan?
Jemaah dapat mempertimbangkan asuransi tambahan apabila membutuhkan perlindungan yang lebih luas. Sebelum membeli, periksa manfaat, limit, pengecualian, usia peserta, dan masa perlindungan.
Berapa biaya asuransi umrah?
Biaya bergantung pada produk dan manfaat. Sebagai contoh, Takaful Perlindungan Perjalanan Umroh mencantumkan kontribusi mulai Rp60.000 hingga Rp180.000 per peserta dengan manfaat yang dapat disesuaikan.
Apakah asuransi umrah bisa menanggung biaya rumah sakit?
Produk tertentu menyediakan manfaat biaya medis dan keadaan darurat. Namun, limit dan ketentuan klaim berbeda pada setiap polis. Karena itu, calon jemaah harus membaca dokumen produk sebelum membeli.
Apakah lansia bisa mendapatkan asuransi umrah?
Bisa pada produk tertentu, tetapi setiap perusahaan menetapkan batas usia masing-masing. Contohnya, Zurich Syariah mencantumkan perlindungan untuk peserta usia 1 hingga 90 tahun pada produknya.
Apa saja risiko yang bisa mendapatkan perlindungan?
Risiko bergantung pada polis. Beberapa produk mencakup kecelakaan diri, biaya medis, pembatalan atau perubahan perjalanan, bagasi, serta pemulangan jenazah.
Kesimpulan
Asuransi umrah bukan sekadar biaya tambahan dalam perjalanan ke Tanah Suci. Perlindungan tersebut menjadi bagian penting dari kesiapan jemaah menghadapi risiko kesehatan, kecelakaan, maupun kendala perjalanan.
Regulasi Indonesia melalui UU Nomor 8 Tahun 2019 telah mengatur perlindungan jiwa, kecelakaan, dan kesehatan jemaah umrah dalam bentuk asuransi. Masa pertanggungan berlangsung sejak keberangkatan hingga jemaah kembali ke tanah air.
Di sisi lain, calon jemaah juga perlu memahami fungsi JKN. Kepesertaan BPJS Kesehatan tetap penting sesuai ketentuan pemerintah, tetapi JKN tidak sama dengan travel insurance.
Jika jemaah ingin mendapatkan perlindungan tambahan, produk sharia travel insurance, Islamic travel insurance, atau Umrah travel insurance dapat menjadi pilihan.
Kuncinya bukan mencari produk dengan harga paling murah.
Jemaah perlu mencari perlindungan yang sesuai kebutuhan, memiliki limit memadai, mencakup risiko penting, menjelaskan pengecualian secara transparan, dan menyediakan prosedur klaim yang mudah dipahami.
Sebelum berangkat, pastikan pula dokumen polis, nomor layanan darurat, visa, paspor, dan dokumen perjalanan tersimpan dengan aman.
Dengan persiapan tersebut, jemaah dapat lebih fokus menjalankan ibadah tanpa mengabaikan risiko finansial yang mungkin muncul selama perjalanan.(*)










