JAKARTA,JS- Pengguna kendaraan bermotor kembali mendapat kabar mengenai perkembangan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Selasa, 3 November 2026. Sejumlah perusahaan penyedia BBM, baik milik pemerintah maupun swasta, masih mempertahankan harga jual produknya pada awal November.
PT Pertamina Patra Niaga, Shell, BP-AKR, dan Vivo Energy Indonesia belum mengumumkan penyesuaian harga baru untuk periode November 2026. Kondisi tersebut membuat sejumlah produk BBM masih mengacu pada tarif yang berlaku pada bulan sebelumnya.
Bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan kendaraan untuk bekerja, menjalankan usaha, maupun melakukan perjalanan antarkota, informasi ini tentu penting. Sebab, perubahan harga BBM dapat memengaruhi pengeluaran transportasi dan perencanaan keuangan rumah tangga.
Salah satu harga yang paling banyak masyarakat perhatikan adalah Pertalite. Hingga Selasa (3/11/2026), BBM bersubsidi tersebut masih bertahan pada angka Rp10.000 per liter. Sementara itu, Biosolar atau Solar Subsidi tetap Rp6.800 per liter.
Kondisi serupa juga terlihat pada sejumlah produk BBM nonsubsidi. Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, hingga Pertamina Dex belum mengalami perubahan harga pada daftar acuan wilayah Jakarta.
Harga BBM Pertamina 3 November 2026 Masih Bertahan
Pertamina masih mempertahankan harga sejumlah produk bahan bakarnya pada awal November 2026. Kebijakan tersebut mencakup BBM bersubsidi maupun nonsubsidi.
Untuk kategori BBM bersubsidi, Pertalite masih menjadi salah satu pilihan masyarakat dengan harga Rp10.000 per liter. Adapun Biosolar tetap berada pada angka Rp6.800 per liter.
Sementara itu, pengguna kendaraan yang memilih BBM nonsubsidi perlu memperhatikan perbedaan harga berdasarkan jenis produk dan tingkat oktan.
Berikut daftar harga BBM Pertamina untuk wilayah DKI Jakarta sebagai acuan per 3 November 2026:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Solar Subsidi (Biosolar): Rp6.800 per liter
- Pertamax (RON 92): Rp15.950 per liter
- Pertamax Green 95 (RON 95): Rp19.150 per liter
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.600 per liter
- Dexlite (CN 51): Rp23.700 per liter
- Pertamina Dex (CN 53): Rp25.200 per liter
Dari daftar tersebut, Pertalite masih menjadi pilihan dengan harga paling rendah dalam kelompok BBM Pertamina yang tercantum.
Sebaliknya, Pertamina Dex dan Dexlite berada pada kelompok harga lebih tinggi karena keduanya merupakan produk diesel nonsubsidi.
Masyarakat perlu memahami bahwa setiap jenis BBM memiliki spesifikasi berbeda. Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya mengikuti rekomendasi bahan bakar dari pabrikan kendaraan, bukan hanya mempertimbangkan harga jual.
Harga BBM BP-AKR: BP 92 Masih Rp16.130
Selain Pertamina, SPBU BP-AKR juga mempertahankan harga sejumlah produk bahan bakarnya pada awal November.
Untuk wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur, BP 92 masih memiliki harga Rp16.130 per liter. Sementara itu, BP Ultimate berada pada angka Rp19.330 per liter.
Adapun produk diesel premium BP Ultimate Diesel masih mencapai Rp25.420 per liter.
Berikut rincian harga BBM BP-AKR:
- BP 92: Rp16.130 per liter
- BP Ultimate: Rp19.330 per liter
- BP Ultimate Diesel: Rp25.420 per liter
Harga tersebut memberikan gambaran mengenai persaingan pasar BBM nonsubsidi di Indonesia.
Jika masyarakat membandingkan BP 92 dengan Pertamax, terdapat selisih harga Rp180 per liter berdasarkan acuan Jakarta. Perbedaan ini dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi konsumen sebelum menentukan tempat pengisian bahan bakar.
Namun, pemilik kendaraan tetap perlu memperhatikan spesifikasi mesin dan rekomendasi oktan yang sesuai.
Harga BBM Shell: Shell V-Power Diesel Rp25.420
SPBU Shell juga belum menunjukkan perubahan harga pada produk yang tercantum dalam daftar terbaru.
Salah satu produk yang masih memiliki harga acuan jelas adalah Shell V-Power Diesel. Produk tersebut berada pada angka Rp25.420 per liter.
Sementara itu, Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ tidak memiliki harga jual dalam daftar yang menjadi acuan karena produk-produk tersebut belum tersedia pada daftar penjualan yang dirujuk.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian konsumen.
Pasalnya, masyarakat tidak cukup hanya membandingkan harga, tetapi juga perlu memastikan ketersediaan produk pada SPBU tujuan.
Dengan demikian, pengendara yang berencana menggunakan BBM Shell sebaiknya memeriksa informasi produk dan stok melalui kanal resmi perusahaan sebelum melakukan perjalanan.
Harga BBM Vivo: Revvo 92 Masih Rp16.130
Vivo Energy Indonesia juga mempertahankan harga sejumlah produk BBM pada November 2026.
Untuk jenis bensin RON 92, Revvo 92 masih dijual Rp16.130 per liter. Sementara itu, Revvo 95 memiliki harga Rp19.330 per liter.
Pada kategori diesel, Diesel Primus tercatat sebesar Rp25.420 per liter.
Berikut daftar harga BBM Vivo per 3 November 2026:
- Revvo 92: Rp16.130 per liter
- Revvo 95: Rp19.330 per liter
- Diesel Primus: Rp25.420 per liter
Dengan harga tersebut, Revvo 92 memiliki tarif yang sama dengan BP 92 berdasarkan daftar harga acuan. Begitu pula Revvo 95 yang seharga dengan BP Ultimate.
Kesamaan harga ini memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin membandingkan produk BBM berdasarkan merek, lokasi SPBU, ketersediaan stok, serta kebutuhan kendaraan.
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, BP dan Vivo
Jika melihat keseluruhan daftar, terdapat beberapa perbedaan harga yang cukup menarik perhatian.
Pada kelompok bensin RON 92, Pertamax masih berada pada angka Rp15.950 per liter. Sementara itu, BP 92 dan Revvo 92 masing-masing mencapai Rp16.130 per liter.
Artinya, terdapat selisih Rp180 per liter antara Pertamax dengan kedua produk tersebut.
Untuk bensin RON 95, Pertamina Green 95 memiliki harga Rp19.150 per liter. Adapun BP Ultimate dan Revvo 95 sama-sama mencapai Rp19.330 per liter.
Sementara itu, produk diesel nonsubsidi dari beberapa perusahaan memiliki harga yang relatif berdekatan.
Shell V-Power Diesel, BP Ultimate Diesel, dan Diesel Primus Vivo masing-masing tercatat Rp25.420 per liter. Pertamina Dex berada pada angka Rp25.200 per liter, sedangkan Dexlite mencapai Rp23.700 per liter.
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa konsumen memiliki beberapa pilihan sesuai kebutuhan dan anggaran.
Namun, harga bukan satu-satunya faktor yang perlu menjadi pertimbangan. Kualitas bahan bakar, spesifikasi mesin, jarak SPBU, dan ketersediaan produk juga memengaruhi keputusan konsumen.
Mengapa Harga BBM Belum Berubah pada November 2026?
Pada umumnya, perusahaan penyedia BBM melakukan evaluasi harga secara berkala, termasuk pada awal bulan. Namun, perubahan harga tidak selalu terjadi setiap tanggal 1.
Pertamina mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat sebelum menentukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
Faktor yang dapat memengaruhi kebijakan harga antara lain pergerakan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, biaya pengadaan dan distribusi, serta kondisi pasar energi.
Selain itu, pemerintah memiliki peran dalam kebijakan harga BBM bersubsidi. Karena itu, harga Pertalite dan Biosolar tidak selalu mengikuti mekanisme perubahan harga BBM nonsubsidi.
Keputusan perusahaan untuk mempertahankan harga pada awal November memberikan kepastian sementara bagi konsumen dalam menyusun anggaran transportasi.
Meski demikian, masyarakat tetap perlu mengikuti pengumuman resmi apabila perusahaan melakukan penyesuaian harga pada waktu berikutnya.
Bagaimana dengan Harga BBM di Jambi?
Bagi masyarakat Provinsi Jambi, daftar harga BBM Jakarta dapat menjadi gambaran awal untuk membandingkan harga sejumlah produk.
Namun, konsumen tidak boleh langsung menganggap seluruh angka tersebut berlaku sama di setiap kabupaten dan kota.
Pertamina dapat menerapkan harga berbeda untuk wilayah tertentu karena kebijakan pajak bahan bakar kendaraan bermotor atau PBBKB dan ketentuan wilayah pemasaran.
Selain itu, daftar BP-AKR dalam informasi ini mengacu pada wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur. Karena itu, konsumen di Jambi perlu memeriksa harga dan ketersediaan produk melalui SPBU setempat.
Bagi masyarakat Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Kota Jambi, dan daerah lainnya, pengecekan langsung melalui kanal resmi perusahaan menjadi langkah paling aman sebelum mengisi bahan bakar.
Langkah tersebut juga membantu masyarakat menghindari informasi harga yang tidak sesuai dengan kondisi SPBU di daerah masing-masing.
Konsumen Perlu Memantau Perubahan Harga Secara Berkala
Stabilnya harga BBM pada 3 November 2026 memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengatur pengeluaran transportasi tanpa harus menghadapi kenaikan harga baru pada awal bulan.
Meski demikian, konsumen tetap perlu memperhatikan perkembangan pasar energi dan pengumuman resmi dari masing-masing perusahaan.
Pengendara juga sebaiknya memilih BBM sesuai rekomendasi pabrikan agar mesin kendaraan bekerja secara optimal.
Dengan mengetahui perbandingan harga Pertamina, Shell, BP, dan Vivo, masyarakat dapat membuat keputusan pembelian secara lebih cermat.
Untuk sementara, Pertalite masih berada pada harga Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Sementara itu, Pertamax berada pada angka Rp15.950 per liter berdasarkan acuan DKI Jakarta.
Masyarakat dapat memanfaatkan informasi tersebut sebagai referensi sebelum mengunjungi SPBU, sembari memastikan kembali harga dan ketersediaan produk di wilayah masing-masing.
Sumber informasi: CNBC Indonesia, keterangan Pertamina Patra Niaga, serta daftar harga produk BBM perusahaan penyedia SPBU per 3 November 2026.(*)










