KESEHATAN,JS- Lemak visceral, atau lemak perut dalam, berhubungan erat dengan peningkatan risiko penyakit metabolik, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Menurut ahli gizi Raksha Shah, lemak ini terakumulasi di sekitar organ vital, seperti hati dan pankreas, yang membuat dampaknya lebih berbahaya dibandingkan lemak subkutan (lemak di bawah kulit). Shah menjelaskan bahwa lemak visceral lebih terlibat dalam proses metabolisme karena lokasinya yang dekat dengan organ-organ vital.
Namun, ada kabar baik. Lemak perut dalam cukup responsif terhadap perubahan gaya hidup. Jika Anda menghindari kebiasaan tertentu yang sering dilakukan tanpa disadari, Anda bisa mengurangi penumpukan lemak visceral. Berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang perlu dihindari untuk menjaga kesehatan tubuh.
1. Hindari Konsumsi Minuman Manis
Minuman manis seperti soda, teh manis kemasan, dan minuman berperisa sangat berkontribusi pada penumpukan lemak visceral. Minuman ini mengandung gula tambahan yang tinggi namun rendah serat, sehingga tidak memberi rasa kenyang. Ketika tubuh mengonsumsi gula berlebih, hati akan mengolahnya menjadi lemak, yang kemudian menumpuk di sekitar organ-organ vital. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi rutin minuman manis secara signifikan meningkatkan lemak visceral.
Sebagai alternatif, pilihlah air putih, teh tanpa gula, atau air soda dengan sedikit perasan buah. Minuman ini lebih sehat dan membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi tanpa menambah lemak perut.
2. Kelola Stres dengan Baik
Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu penumpukan lemak perut dalam. Ketika tubuh stres, ia memproduksi hormon kortisol yang berperan dalam penyimpanan lemak di area perut. Ahli gizi Toby Amidor mengungkapkan bahwa stres kronis tidak hanya mengganggu suasana hati, tetapi juga mengganggu keseimbangan hormon tubuh, yang menyebabkan lebih banyak lemak visceral tertimbun.
Untuk menghindari dampak buruk stres, cobalah berbagai cara untuk mengelola stres, seperti olahraga ringan, meditasi, atau menjalani aktivitas yang menyenangkan. Dengan cara ini, kesejahteraan mental dan fisik Anda akan meningkat, serta risiko penumpukan lemak visceral dapat berkurang.
3. Jauhi Kebiasaan Merokok
Meskipun banyak perokok yang memiliki berat badan lebih rendah, mereka cenderung memiliki lebih banyak lemak visceral. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh nikotin dalam rokok yang dapat meningkatkan kadar kortisol, hormon stres yang memicu penyimpanan lemak di perut. Bahkan orang yang terlihat kurus sekalipun bisa mengalami penumpukan lemak visceral akibat kebiasaan merokok.
Merokok dapat menjadi faktor risiko tersembunyi yang memperburuk kondisi metabolik dan meningkatkan jumlah lemak visceral. Oleh karena itu, berhenti merokok bisa menjadi langkah penting untuk mengurangi lemak visceral dan meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
4. Tidur yang Cukup untuk Mengatur Hormon
Kurang tidur dapat mengacaukan keseimbangan hormon dalam tubuh, yang pada gilirannya bisa meningkatkan penumpukan lemak visceral. Ketika Anda kurang tidur, tubuh cenderung memproduksi lebih banyak hormon ghrelin, yang meningkatkan rasa lapar, serta menurunkan leptin, hormon yang memberi sinyal kenyang. Akibatnya, Anda akan lebih mudah makan berlebihan, terutama makanan tinggi kalori.
Selain itu, kurang tidur juga meningkatkan kadar kortisol, yang memperburuk penumpukan lemak di perut. Agar kualitas tidur meningkat, buat jadwal tidur yang konsisten dan ciptakan rutinitas tidur yang menenangkan. Tidur yang cukup akan membantu mengatur hormon dan mendukung proses pembakaran lemak tubuh.
Kebiasaan Sehat untuk Mengurangi Lemak Visceral
Selain menghindari kebiasaan buruk di atas, beberapa kebiasaan sehat dapat membantu mengurangi lemak visceral secara efektif. Berikut ini beberapa kebiasaan yang perlu Anda terapkan:
1. Konsumsi Protein yang Cukup
Protein berperan penting dalam menjaga rasa kenyang lebih lama dan mempertahankan massa otot. Makanan yang kaya protein seperti daging tanpa lemak, telur, dan produk susu rendah lemak bisa membantu mengontrol nafsu makan dan meningkatkan metabolisme tubuh.
2. Perbanyak Asupan Serat
Serat membantu mengontrol nafsu makan dan mendukung kesehatan pencernaan. Sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian kaya akan serat, yang dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga mengurangi keinginan makan berlebihan.
3. Lakukan Aktivitas Fisik Secara Teratur
Latihan fisik teratur, seperti latihan kardio dengan intensitas sedang atau latihan kekuatan, dapat membantu mengurangi lemak visceral secara signifikan. Selain itu, aktivitas fisik juga dapat meningkatkan kesehatan jantung, memperbaiki metabolisme, dan meningkatkan suasana hati.(AN)








