KESEHATAN,JS- Bentuk Bokong Bisa Jadi Petunjuk Awal Risiko Diabetes Tipe 2
Bokong sering dianggap hanya soal estetika. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa otot gluteus maximus, otot terbesar di tubuh, memberi petunjuk penting tentang kesehatan metabolik. Peneliti menyampaikan temuan ini dalam pertemuan tahunan Radiological Society of North America. Mereka menemukan bahwa perubahan struktur otot bokong mengindikasikan risiko diabetes tipe 2, bahkan sebelum muncul gejala nyata.
Studi ini menganalisis hasil MRI dari puluhan ribu individu. Dr. Marjola Thanaj, peneliti utama, menjelaskan bahwa gluteus maximus berfungsi sebagai “mesin metabolik besar” yang menunjukkan bagaimana tubuh mengelola glukosa dan energi.
Pola Perubahan pada Laki-laki dan Perempuan
Tim peneliti menggunakan teknik MRI canggih dengan analisis bentuk 3D statistik untuk memetakan perubahan otot bokong. Metode ini mengukur lebih dari sekadar volume atau lemak otot. Peneliti juga memetakan perubahan bentuk otot hingga titik terkecil di permukaannya.
Pada laki-laki, otot mengalami penipisan pada area-area kecil, menandakan atrofi otot lokal yang menjadi tanda awal gangguan metabolik.
Pada perempuan, otot menunjukkan tonjolan ke luar di beberapa bagian, menandakan penumpukan lemak di dalam otot atau fatty hypertrophy. Lemak menggantikan jaringan otot yang hilang.
Peran Gluteus Maximus dalam Kesehatan Metabolik
Diabetes tipe 2 biasanya muncul akibat bertambahnya usia, berkurangnya aktivitas fisik, hilangnya massa otot, dan meningkatnya lemak tubuh. Semua faktor ini meningkatkan resistansi insulin, kondisi di mana tubuh tidak merespons insulin dengan baik.
Gluteus maximus berperan penting dalam metabolisme glukosa dan pembakaran energi.
Menjaga kualitas otot bokong penting untuk penampilan, kekuatan fisik, dan kesehatan metabolik jangka panjang.
Oleh karena itu, menjaga otot bokong tetap kuat bukan hanya soal estetika. Langkah ini juga membantu mengurangi risiko gangguan metabolik di masa depan dan mempertahankan keseimbangan metabolik tubuh yang mendukung kesehatan jangka panjang.(TIM)









