Harga Kebutuhan Pokok di Kerinci, Cabe Merah Alami Penurunan

- Jurnalis

Minggu, 18 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pasar trasional di Kerinci

Suasana pasar trasional di Kerinci

KERINCI,JS– Harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Kerinci mengalami dinamika. Beberapa komoditas naik, sementara sebagian lain tetap stabil bahkan turun.

Salah satu perhatian utama adalah harga cabe merah. Pedagang menjual cabe merah lebih murah, dari Rp40.000 per kilogram menjadi sekitar Rp28.000 per kilogram. Penurunan ini membuat masyarakat senang karena bisa meringankan pengeluaran rumah tangga.

Baca Juga :  Panas! Isu Rebutan Jabatan di Pemkab Kerinci Menguat, Publik Desak Bupati Monadi Bertindak Tegas

Sementara itu, harga bawang merah tetap di Rp28.000 per kilogram, dan pedagang menjual bawang putih seharga Rp40.000 per kilogram. Selain itu, pedagang menawarkan kentang dengan harga terjangkau, sekitar Rp7.000 per kilogram. Namun, berbeda dengan kentang, pedagang menaikkan harga tomat menjadi Rp14.000 per kilogram, sehingga beberapa pembeli mengeluh.

Baca Juga :  Kemenkes Mulai Survei, RSUD Kerinci Berproses Menuju Tipe C

Para pedagang menyebut pasokan dari daerah pemasok dan kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi penyebab fluktuasi harga. Akibatnya, distribusi dan jumlah barang di pasar ikut berubah.

Di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah daerah terus memantau dan mengendalikan harga agar stabilitas pangan tetap terjaga dan daya beli tidak terganggu. Salah seorang pedagang, Ujang, menuturkan, “Memang ada beberapa kebutuhan pokok yang naik, namun ada juga yang stabil.”

Baca Juga :  Dua Kades Hadapi Masalah Hukum, Pemkab Kerinci Tunjuk PLT

Secara keseluruhan, masyarakat tetap memperhatikan pergerakan harga pangan karena pasar tradisional Semurup menjadi pusat utama pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari di Kerinci.(AN)

Berita Terkait

Seleksi Ketat Sekolah Rakyat Kota Jambi, 370 Siswa dari Keluarga Kurang Mampu Mulai Tempuh Pendidikan
Gubernur Al Haris Minta OPD Jambi Waspada Evaluasi SAKIP 2025, Tekankan Kinerja Berorientasi Hasil
Sri Kartini Alfin Kunjungi Anak Stunting dan Tumor, Tegaskan Semua Anak Berhak Tumbuh Sehat
Tingkat Perceraian di Merangin Meningkat, Perselisihan Rumah Tangga Jadi Penyebab Utama
Sri Kartini Alfin Pimpin Persiapan Penilaian PKK Provinsi, Sungai Penuh Targetkan Prestasi
Pemkot Sungai Penuh Pacu Realisasi Anggaran dan PAD Kota Sungai Penuh, OPD Diminta Percepat Program 2026
Pertalite Langka? Antrean Panjang di SPBU Kota Jambi Bikin Pengendara Menunggu hingga 30 Menit
Anggota DPR RI H A Bakri Meninggal Dunia, Perjuangan Wakil Rakyat Jambi Berakhir di Usia 58 Tahun
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:01 WIB

Seleksi Ketat Sekolah Rakyat Kota Jambi, 370 Siswa dari Keluarga Kurang Mampu Mulai Tempuh Pendidikan

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:01 WIB

Gubernur Al Haris Minta OPD Jambi Waspada Evaluasi SAKIP 2025, Tekankan Kinerja Berorientasi Hasil

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:01 WIB

Sri Kartini Alfin Kunjungi Anak Stunting dan Tumor, Tegaskan Semua Anak Berhak Tumbuh Sehat

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:01 WIB

Tingkat Perceraian di Merangin Meningkat, Perselisihan Rumah Tangga Jadi Penyebab Utama

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:59 WIB

Sri Kartini Alfin Pimpin Persiapan Penilaian PKK Provinsi, Sungai Penuh Targetkan Prestasi

Berita Terbaru