Banjir 2023 Berdampak, Ribuan Lahan Sawah Tak Bisa Diolah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi lahan sawah dibeberapa wilayah Sungai Penuh

Kondisi lahan sawah dibeberapa wilayah Sungai Penuh

SUNGAI PENUH,JS– Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kota Sungai Penuh mencatat luas lahan baku sawah mencapai 3.507,4 hektare. Dari jumlah itu, air masih menggenangi sebagian lahan sehingga petani belum dapat memanfaatkannya secara optimal.

Akibat kondisi tersebut, produksi padi belum menunjukkan peningkatan maksimal.

Banjir 2023 Lumpuhkan Lahan Pertanian

Baca Juga :  384 ASN di Sungai Penuh Dimutasi, Dampak Perampingan OPD

Kepala DTPHP Kota Sungai Penuh, Suarman, menyatakan banjir tahun 2023 merendam sekitar 1.470 hektare lahan sawah. Genangan air hingga kini masih menghambat petani menanam padi.

“Ada sekitar 1.470 hektare lahan sawah yang tidak bisa ditanami padi karena tergenang banjir,” ujar Suarman.

Lahan Tergenang Berada di Sekitar Jembatan Layang

Baca Juga :  Penggunaan Dana Desa Sungai Penuh Belum Dilirik Kejari

Suarman menjelaskan, banjir merendam lahan sawah di kawasan kiri dan kanan jembatan layang. Pemerintah daerah menyusun rencana normalisasi untuk memulihkan fungsi lahan tersebut.

Namun, pemerintah masih menunggu ketersediaan anggaran untuk merealisasikan program itu.

Pemda Tetap Dorong Normalisasi Lahan

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, DTPHP terus mendorong upaya normalisasi lahan. Pemerintah daerah menargetkan petani kembali menanam padi lokal dengan kualitas unggulan.

Langkah ini sekaligus mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabanjir.

Program ADD 2026 Wajibkan Lahan Pertanian Desa

Baca Juga :  Guru di Kerinci dan Sungai Penuh Kesulitan Penuhi Jam Mengajar

Selain itu, Suarman menegaskan kebijakan pemerintah pusat melalui Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2026 mewajibkan setiap desa memanfaatkan minimal satu hektare lahan pertanian.

Pemerintah daerah menilai kebijakan ini realistis karena Kota Sungai Penuh dikenal sebagai salah satu penghasil padi terbaik di Sumatera.

DTPHP Ajak Petani Aktif Berpartisipasi

Pada kesempatan yang sama, DTPHP mengajak petani tetap mengolah lahan yang masih produktif. Dinas juga meminta petani melaporkan setiap kendala kepada penyuluh pertanian atau Dinas Pertanian setempat.

Petani dapat melaporkan persoalan pengelolaan lahan, proses tanam, hingga panen padi.(AN)

Berita Terkait

Detik-Detik Mencekam! Ular Sanca Ditemukan di Ruang Oksigen RS, Ini Aksi Cepat Damkar Jambi
Kerinci Mendunia! Event Trail Ultra 2026 Banjir Peserta Asing, Destinasi Ini Jadi Primadona Baru
Dana Insentif Desa Kembali Disalurkan!, Ini Kriteria Desa Penerima
Wawako Turun Langsung! Gerai Koperasi Merah Putih Diprediksi Dongkrak Pendapatan Warga
Update PPPK 2027! Peluang Perpanjangan Kontrak dan Nasib ASN di Daerah Terkuak
Peluang Kerja Kerinci 2026 Meningkat Tajam, Generasi Muda Desak Program Job Training Abroad
Fenomena Cahaya Misterius di Langit Sumatera, 5 Fakta Mengejutkan yang Wajib Kamu Tahu!
Lowongan CPNS 2026: Sungai Penuh Ajukan 31 Formasi, Ini Rincian Lengkapnya!
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 22:00 WIB

Detik-Detik Mencekam! Ular Sanca Ditemukan di Ruang Oksigen RS, Ini Aksi Cepat Damkar Jambi

Minggu, 5 April 2026 - 21:30 WIB

Kerinci Mendunia! Event Trail Ultra 2026 Banjir Peserta Asing, Destinasi Ini Jadi Primadona Baru

Minggu, 5 April 2026 - 20:00 WIB

Dana Insentif Desa Kembali Disalurkan!, Ini Kriteria Desa Penerima

Minggu, 5 April 2026 - 19:00 WIB

Wawako Turun Langsung! Gerai Koperasi Merah Putih Diprediksi Dongkrak Pendapatan Warga

Minggu, 5 April 2026 - 16:00 WIB

Update PPPK 2027! Peluang Perpanjangan Kontrak dan Nasib ASN di Daerah Terkuak

Berita Terbaru