Asam Lambung Naik, Ini Penyebabnya

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Asam Lambung Naik.

Ilustrasi Asam Lambung Naik.

KESEHATAN,JS- Beberapa tahun terakhir, istilah GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau asam lambung dan gastritis semakin dikenal. Jika dulu gangguan pencernaan identik dengan orang tua, kini anak muda di usia produktif juga banyak yang mengalaminya.

Ahli kesehatan menegaskan, penyakit asam lambung bukan sekadar rasa perih di perut. Melainkan, ini mencerminkan gaya hidup yang terlalu cepat dan penuh tekanan.

Makanan Hanya Pemicu, Gaya Hidup Adalah Akar Masalah

Banyak orang menyalahkan cabai, kopi, atau mi instan sebagai penyebab utama. Namun, makanan hanya pemicu sementara. Sementara itu, ada tiga faktor utama yang memengaruhi kesehatan lambung:

Baca Juga :  Waspada, Begini Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

1. Ritme Hidup yang Terburu-buru

Aktivitas padat membuat banyak orang makan sambil membalas pesan atau menonton video. Padahal, pencernaan optimal membutuhkan tubuh yang tenang. Saat makan terburu-buru, sinyal kenyang tidak tersampaikan dengan baik, dan lambung harus bekerja lebih keras.

Baca Juga :  Menyikat Gigi Terlalu Keras Bisa Merusak Gigi, Kenali Risiko Abrasi

2. Stres dan Overthinking

Selain itu, lambung sangat sensitif terhadap kondisi emosional. Stres dan kecemasan dapat memicu produksi asam lambung berlebih. Fenomena psikosomatik menunjukkan bahwa masalah yang belum terselesaikan di pikiran pada akhirnya bisa “menyerang” lambung.

3. Kualitas Tidur dan Posisi Tubuh

Kebiasaan makan malam lalu langsung berbaring juga meningkatkan risiko asam lambung naik ke kerongkongan. Hal ini terjadi karena katup lambung (LES) tidak mampu menahan tekanan saat tubuh dalam posisi horizontal.

Dampak Lebih dari Sekadar Perih

Akibatnya, penyakit asam lambung tidak hanya membuat perut tidak nyaman, tapi juga memengaruhi kualitas hidup:

  • Lingkaran Kecemasan: Rasa terbakar di dada dan sesak napas sering mirip gejala serangan jantung. Ini dapat memicu serangan panik yang justru memperparah naiknya asam lambung.

  • Kerusakan Jaringan: Refluks kronis bisa merusak kerongkongan, menimbulkan radang tenggorokan, suara serak, hingga kerusakan gigi akibat uap asam.

  • Hilangnya Kenikmatan Sosial: Pantangan makanan membuat penderita sering merasa terasing. Sehingga, kesehatan mental dan hubungan sosial pun terdampak.

Mendengarkan Tubuh sebagai Alarm

Oleh karena itu, para ahli menekankan pentingnya melihat gejala asam lambung sebagai alarm tubuh. Kesembuhan sejati bukan hanya lewat obat. Melainkan, juga melalui perubahan gaya hidup: mengatur prioritas, memperbaiki jam tidur, dan menghadapi tekanan dengan lebih tenang.

Langkah Kecil yang Bisa Dilakukan Hari Ini

Untuk memulai perjalanan menuju sehat, cobalah:

  • Luangkan 20 menit untuk makan tanpa gangguan ponsel.

  • Rasakan setiap rasa dan tekstur makanan dengan sadar.

Dengan demikian, tubuh bisa kembali belajar “tenang” dan lambung lebih sehat.(AN)

Berita Terkait

Found only in Indonesia—here are the health benefits of cinnamon
Asuransi Kesehatan Kantor vs Pribadi: Mana Lebih Menguntungkan?
7 Health Benefits of Soybeans: How This Affordable Plant Protein Supports Your Heart, Blood Sugar, and Bones
Cara Pindah BPJS Mandiri ke PBI Gratis 2026, Ini Syarat, Dokumen, dan Tahapan Pengajuannya
Asuransi Kesehatan Lansia 2026: Ini Pilihan Produk, Batas Usia, Premi, dan Aturan yang Wajib Dipahami
Sering Makan Jagung? Ini Manfaatnya untuk Mata, Jantung dan Pencernaan
Bukan Cuma Buah, 5 Sayuran Ini Bisa Bantu Turunkan Kolesterol Tinggi Secara Alami
Orange Juice Benefits: 6 Reasons a Glass a Day May Support Your Health
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 02:55 WIB

Found only in Indonesia—here are the health benefits of cinnamon

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Asuransi Kesehatan Kantor vs Pribadi: Mana Lebih Menguntungkan?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 02:30 WIB

7 Health Benefits of Soybeans: How This Affordable Plant Protein Supports Your Heart, Blood Sugar, and Bones

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Cara Pindah BPJS Mandiri ke PBI Gratis 2026, Ini Syarat, Dokumen, dan Tahapan Pengajuannya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Asuransi Kesehatan Lansia 2026: Ini Pilihan Produk, Batas Usia, Premi, dan Aturan yang Wajib Dipahami

Berita Terbaru