Bahaya Makan Jengkol Terlalu Banyak, Bisa Picu Gagal Ginjal hingga Asam Urat

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Efek makan jengkol berlebihan

Efek makan jengkol berlebihan

KESEHATAN,JS- Jengkol menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia karena memiliki cita rasa khas dan tekstur unik yang sulit ditemukan pada bahan pangan lainnya. Berbagai olahan seperti semur jengkol, rendang jengkol, balado jengkol hingga sambal jengkol selalu memiliki penggemarnya sendiri.

Meski terkenal lezat, konsumsi jengkol dalam jumlah berlebihan ternyata menyimpan sejumlah risiko kesehatan yang tidak boleh dianggap remeh. Banyak orang hanya mengenal aroma menyengat sebagai efek samping utama jengkol. Padahal, makanan ini juga dapat memengaruhi kesehatan ginjal, saluran kemih, sistem pencernaan hingga kadar asam urat dalam tubuh.

Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa kandungan asam jengkolat dan purin dalam jengkol dapat memicu berbagai gangguan apabila dikonsumsi tanpa batas. Karena itu, masyarakat perlu memahami risiko yang mungkin muncul agar tetap bisa menikmati jengkol secara aman.

1. Kejengkolan, Gangguan Kesehatan yang Paling Sering Terjadi

Salah satu bahaya paling dikenal akibat konsumsi jengkol berlebihan adalah kejengkolan. Kondisi ini muncul ketika tubuh menerima terlalu banyak asam jengkolat, yaitu senyawa alami yang terdapat di dalam biji jengkol.

Asam jengkolat memiliki sifat sulit larut dalam air. Ketika jumlahnya berlebihan, senyawa tersebut dapat membentuk kristal-kristal kecil menyerupai jarum di ginjal maupun saluran kemih.

Kristal tersebut berpotensi melukai jaringan saluran kemih dan menghambat aliran urine. Akibatnya, penderita dapat mengalami nyeri hebat pada bagian pinggang, perut bawah, atau area sekitar ginjal.

Selain rasa nyeri, kejengkolan juga sering menimbulkan gejala seperti:

  • Sulit buang air kecil
  • Frekuensi buang air kecil menurun
  • Mual dan muntah
  • Nyeri saat berkemih
  • Urine bercampur darah
  • Tubuh terasa lemas

Jika gejala tersebut muncul setelah mengonsumsi jengkol, penderita perlu segera mendapatkan penanganan medis untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

2. Meningkatkan Risiko Gagal Ginjal Akut

Banyak orang tidak menyadari bahwa kejengkolan yang tidak tertangani dapat berkembang menjadi gangguan ginjal yang lebih berat.

Kristal asam jengkolat yang menumpuk di saluran kemih dapat menyebabkan penyumbatan aliran urine. Kondisi tersebut membuat ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring limbah dan cairan tubuh.

Saat penyumbatan berlangsung cukup lama, fungsi ginjal dapat menurun secara mendadak. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai gagal ginjal akut.

Gagal ginjal akut merupakan keadaan darurat yang membutuhkan penanganan segera. Jika ginjal tidak mampu membuang racun dan cairan dengan baik, zat berbahaya akan menumpuk dalam tubuh dan mengganggu fungsi organ lainnya.

Baca Juga :  10 Makanan Tinggi Elektrolit yang Jarang Disadari, Nomor 9 Kandungan Kaliumnya Kalahkan Pisang!

Beberapa gejala gagal ginjal akut meliputi:

  • Produksi urine berkurang drastis
  • Pembengkakan pada kaki dan tangan
  • Sesak napas
  • Mual berkepanjangan
  • Kelelahan ekstrem
  • Tekanan darah meningkat

Pada kasus tertentu, dokter dapat melakukan pemasangan kateter atau tindakan cuci darah sementara untuk membantu proses penyaringan darah hingga fungsi ginjal kembali membaik.

3. Menimbulkan Gangguan Pencernaan dan Perut Kembung

Selain berdampak pada sistem kemih, konsumsi jengkol berlebihan juga dapat mengganggu kesehatan pencernaan.

Jengkol mengandung karbohidrat kompleks yang memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna tubuh. Saat proses pencernaan berlangsung, bakteri di usus menghasilkan lebih banyak gas sehingga memicu rasa tidak nyaman pada perut.

Akibatnya, seseorang dapat mengalami:

  • Perut kembung
  • Rasa begah setelah makan
  • Sering bersendawa
  • Kram perut
  • Diare ringan
  • Gangguan pencernaan

Orang yang memiliki lambung sensitif atau riwayat gangguan pencernaan biasanya lebih rentan mengalami keluhan tersebut.

Karena itu, mengonsumsi jengkol dalam porsi wajar menjadi langkah terbaik untuk mengurangi risiko masalah pencernaan.

4. Membuat Napas dan Aroma Tubuh Menjadi Menyengat

Efek samping yang paling mudah dikenali setelah makan jengkol adalah aroma khas yang kuat dan bertahan cukup lama.

Kondisi ini muncul karena jengkol mengandung senyawa sulfur. Setelah masuk ke dalam tubuh, sulfur akan diproses melalui metabolisme dan dikeluarkan melalui napas, keringat, serta urine.

Akibatnya, aroma khas jengkol tidak hanya muncul dari mulut, tetapi juga dapat tercium melalui keringat tubuh.

Semakin banyak jengkol yang dikonsumsi, semakin kuat pula aroma yang dihasilkan. Bahkan, menyikat gigi atau menggunakan obat kumur sering kali tidak langsung menghilangkan bau tersebut.

Walaupun tidak membahayakan kesehatan secara langsung, kondisi ini dapat mengurangi rasa percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain.

5. Memicu Kenaikan Kadar Asam Urat

Bahaya lain yang sering dikaitkan dengan konsumsi jengkol berlebihan adalah meningkatnya kadar asam urat.

Jengkol mengandung purin yang cukup tinggi. Saat tubuh memecah purin, proses tersebut menghasilkan asam urat sebagai produk akhir metabolisme.

Jika kadar asam urat meningkat melebihi batas normal, kristal asam urat dapat terbentuk di persendian dan memicu peradangan.

Gejala yang sering muncul antara lain:

  • Nyeri sendi mendadak
  • Bengkak pada persendian
  • Kemerahan di area yang terkena
  • Rasa panas pada sendi
  • Sulit bergerak akibat nyeri

Bagian tubuh yang paling sering terdampak adalah jempol kaki, lutut, pergelangan kaki, dan siku.

Penderita gout atau riwayat asam urat sebaiknya membatasi konsumsi jengkol untuk menghindari kekambuhan.

Baca Juga :  Waspada! 5 Makanan yang Tidak Dikonsumsi Bersama Mi Instan

Siapa yang Sebaiknya Membatasi Konsumsi Jengkol?

Meskipun tidak semua orang akan mengalami efek samping, beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat konsumsi jengkol.

Kelompok tersebut meliputi:

  • Penderita penyakit ginjal
  • Penderita asam urat
  • Orang dengan riwayat batu ginjal
  • Lansia
  • Individu yang memiliki gangguan saluran kemih
  • Orang dengan sistem pencernaan sensitif

Mereka disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi jengkol dalam jumlah banyak.

Tips Aman Mengonsumsi Jengkol

Agar tetap dapat menikmati kelezatan jengkol tanpa meningkatkan risiko kesehatan, beberapa langkah berikut dapat diterapkan:

Konsumsi Secukupnya

Batasi porsi makan dan hindari konsumsi berlebihan dalam satu waktu.

Perbanyak Minum Air Putih

Air membantu melarutkan sebagian senyawa dalam tubuh dan mendukung fungsi ginjal.

Jangan Terlalu Sering

Berikan jeda waktu antar konsumsi untuk mengurangi beban kerja ginjal.

Terapkan Pola Makan Seimbang

Kombinasikan jengkol dengan sayuran dan makanan bergizi lainnya.

Segera Periksa Jika Muncul Gejala

Nyeri pinggang, urine berdarah, atau kesulitan buang air kecil memerlukan pemeriksaan medis segera.

FAQ

Apakah makan jengkol setiap hari berbahaya?

Konsumsi jengkol setiap hari dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal, kejengkolan, dan asam urat.

Apakah semua orang bisa mengalami kejengkolan?

Tidak. Namun risiko lebih tinggi pada orang yang sensitif terhadap asam jengkolat atau mengonsumsi jengkol dalam jumlah berlebihan.

Apakah jengkol menyebabkan gagal ginjal?

Jengkol tidak langsung menyebabkan gagal ginjal. Namun konsumsi berlebihan dapat memicu kejengkolan yang berpotensi berkembang menjadi gagal ginjal akut jika tidak ditangani.

Bagaimana cara mengurangi risiko setelah makan jengkol?

Perbanyak minum air putih, konsumsi dalam jumlah wajar, dan hindari makan jengkol terlalu sering.

Apakah penderita asam urat boleh makan jengkol?

Penderita asam urat sebaiknya membatasi konsumsi karena kandungan purin dalam jengkol dapat meningkatkan kadar asam urat.

Kesimpulan

Jengkol memang menjadi makanan favorit banyak orang karena rasa dan aromanya yang khas. Namun konsumsi berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kejengkolan, gangguan saluran kemih, gagal ginjal akut, gangguan pencernaan hingga peningkatan kadar asam urat.

Mengonsumsi jengkol secara bijak dan tidak berlebihan merupakan langkah terbaik untuk mendapatkan kenikmatannya tanpa harus menghadapi risiko kesehatan yang serius. Jika muncul gejala seperti nyeri pinggang, kesulitan buang air kecil, atau urine berdarah setelah makan jengkol, segera lakukan pemeriksaan medis agar penanganan dapat diberikan lebih cepat.(*)

Berita Terkait

Waspada! Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Mempercepat Penuaan dan Memicu Penyakit Jantung
Ahli Gizi Peringatkan: 5 Makanan Ini Bisa Kehilangan Nutrisi dan Memicu Penyakit Saat Dipanaskan Ulang
Kenapa Ada Orang Makan Banyak Tapi Tetap Kurus? Ini Penjelasan Ilmiah yang Mengejutkan
7 Kebiasaan Menyimpan Makanan di Dapur yang Diam-Diam Picu Risiko Kanker, Nomor 1 Masih Sering Dilakukan
Waspada! Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Membuat Kolesterol Jahat Terus Naik
KRIS Segera Berlaku, Ini Nasib Peserta BPJS Kelas 1, 2, dan 3
Krim Pencerah Wajah Aman di Apotek 2026: Kandungan Terbaik yang Direkomendasikan Dokter Kulit
Jangan Sampai Salah, Begini Membedakan Nyeri Punggung Biasa dengan Nyeri Tanda Sakit Ginjal
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:01 WIB

Bahaya Makan Jengkol Terlalu Banyak, Bisa Picu Gagal Ginjal hingga Asam Urat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 04:01 WIB

Waspada! Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Mempercepat Penuaan dan Memicu Penyakit Jantung

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:32 WIB

Ahli Gizi Peringatkan: 5 Makanan Ini Bisa Kehilangan Nutrisi dan Memicu Penyakit Saat Dipanaskan Ulang

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:31 WIB

Kenapa Ada Orang Makan Banyak Tapi Tetap Kurus? Ini Penjelasan Ilmiah yang Mengejutkan

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:02 WIB

7 Kebiasaan Menyimpan Makanan di Dapur yang Diam-Diam Picu Risiko Kanker, Nomor 1 Masih Sering Dilakukan

Berita Terbaru