SUNGAIPENUH,JS- Pemerintah Kota Sungai Penuh mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan daerah terhadap ancaman bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sungai Penuh resmi menjalin kerja sama dengan Fakultas Sains dan Teknologi (SAINTEK/FST) Universitas Jambi (UNJA) dalam pengembangan sistem mitigasi bencana berbasis teknologi dan data ilmiah.
Penandatanganan naskah kerja sama berlangsung pada Rabu (10/6/2026). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kota Sungai Penuh, Zahirman, SH., MH., dan Dekan Fakultas SAINTEK Universitas Jambi, Drs. Jefri Marzal, M.Sc., D.I.T., beserta jajaran kedua institusi.
Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem disaster management di Provinsi Jambi, terutama dalam menghadapi ancaman banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan bencana hidrometeorologi lainnya yang semakin meningkat akibat perubahan iklim.
Sinergi Pemerintah dan Akademisi untuk Mitigasi Modern
Zahirman menegaskan bahwa kerja sama dengan Universitas Jambi akan membantu BPBD meningkatkan kualitas perencanaan dan penanggulangan bencana secara lebih terukur.
“Kerja sama ini menjadi langkah nyata untuk menghadirkan mitigasi bencana yang lebih modern dan berbasis data. Kami ingin setiap kebijakan yang diambil memiliki dasar ilmiah yang kuat,”
Menurutnya, keterlibatan akademisi sangat penting karena penanggulangan bencana tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman lapangan.
Sementara itu, Dekan Fakultas SAINTEK Universitas Jambi, Jefri Marzal, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung BPBD melalui keahlian di bidang teknologi, geospasial, lingkungan, dan analisis risiko bencana.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui kerja sama ini, kami ingin membantu pemerintah daerah membangun sistem mitigasi bencana yang adaptif dan berkelanjutan,”
Tiga Dokumen Strategis Menjadi Fokus Utama
Dalam implementasinya, kerja sama BPBD Sungai Penuh dan Universitas Jambi akan berfokus pada penyusunan serta penguatan tiga dokumen penting kebencanaan.
1. Kajian Risiko Bencana (KRB)
Kajian Risiko Bencana menjadi dasar utama untuk memetakan ancaman, kerentanan, kapasitas, dan potensi dampak bencana di wilayah Kota Sungai Penuh.
Dokumen ini akan membantu pemerintah menentukan prioritas pembangunan, penataan ruang, dan strategi pengurangan risiko bencana.
2. Rencana Penanggulangan Bencana (RPB)
RPB akan menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam menjalankan program pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan, tanggap darurat, rehabilitasi, hingga rekonstruksi pascabencana.
Dokumen ini juga akan memperkuat koordinasi lintas sektor sehingga setiap instansi memiliki arah kerja yang jelas ketika menghadapi situasi darurat.
3. Rencana Kontinjensi (Renkon)
Renkon berisi skenario penanganan darurat yang disiapkan sebelum bencana terjadi. Dokumen ini akan mengatur pembagian tugas, jalur koordinasi, proses evakuasi, hingga distribusi bantuan agar respons darurat berjalan cepat dan efektif.
Teknologi dan Data Ilmiah Jadi Kunci
Kerja sama ini menempatkan teknologi dan data ilmiah sebagai fondasi utama dalam penguatan mitigasi bencana.
Dengan dukungan tersebut, BPBD Sungai Penuh berpeluang mengembangkan berbagai inovasi, antara lain:
- Sistem peringatan dini (early warning system) untuk banjir dan longsor.
- Pemetaan digital kawasan rawan bencana.
- Pemanfaatan drone untuk pemantauan wilayah.
- Sistem informasi kebencanaan berbasis data real-time.
- Analisis risiko bencana berbasis kecerdasan buatan dan data geospasial.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pengambilan keputusan dan meningkatkan keselamatan masyarakat.
Menghadapi Tantangan Perubahan Iklim
Perubahan iklim global telah meningkatkan frekuensi dan intensitas bencana hidrometeorologi di Indonesia. Curah hujan ekstrem, banjir bandang, dan tanah longsor kini lebih sering terjadi dan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat climate resilience atau ketahanan iklim melalui kebijakan yang berbasis data dan adaptif terhadap perubahan lingkungan.
Kolaborasi BPBD Sungai Penuh dan Universitas Jambi dinilai relevan untuk menjawab tantangan tersebut. Hasil kajian yang dihasilkan nantinya dapat menjadi referensi dalam penyusunan tata ruang, pembangunan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, dan perlindungan masyarakat dari risiko bencana.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Kerja sama ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas pemerintah daerah, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan sistem mitigasi yang lebih baik, warga akan memperoleh:
- Informasi risiko bencana yang lebih akurat.
- Peringatan dini yang lebih cepat.
- Prosedur evakuasi yang lebih jelas.
- Koordinasi bantuan darurat yang lebih efektif.
- Pengurangan potensi korban jiwa dan kerugian ekonomi.
Selain itu, keterlibatan akademisi juga membuka peluang edukasi kebencanaan yang lebih luas kepada masyarakat, sekolah, dan komunitas lokal.
Menuju Kota Sungai Penuh yang Tangguh Bencana
Penandatanganan kerja sama ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Universitas Jambi dalam membangun daerah yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana.
Sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan kebijakan mitigasi yang lebih modern, terukur, dan berkelanjutan.
Dengan penguatan Kajian Risiko Bencana, Rencana Penanggulangan Bencana, dan Rencana Kontinjensi, Kota Sungai Penuh berpeluang menjadi salah satu daerah di Jambi yang memiliki sistem penanggulangan bencana berbasis teknologi dan data ilmiah paling maju.
Langkah ini sekaligus menjadi fondasi penting untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang aman, adaptif, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana di masa depan.(*)









