JAKARTA,JS- Langit gelap Indonesia segera bakal menampilkan salah satu pertunjukan alam paling memukau tahun ini: hujan meteor Geminid. Diprediksi, fenomena ini mencapai puncaknya pada dini hari Minggu, 14 Desember 2025. Pemandangan spektakuler ini tentu menarik bagi para pengamat langit.
Perlu diketahui, hujan meteor Geminid muncul dari sisa-sisa asteroid 3200 Phaethon. Awalnya, para ilmuwan mengira fenomena ini berasal dari debu komet. Bahkan, studi terbaru menunjukkan ekor Phaethon terdiri dari gas natrium yang berpijar, menambah keunikan pertunjukan ini.
Menurut Thomas Djamaluddin, pakar astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), hujan meteor Geminid mencapai puncaknya pukul 02.00-03.00 WIB. Namun, para pengamat bisa mulai melihat meteor sejak pukul 01.00 hingga menjelang subuh. Selain itu, Thomas memperkirakan sekitar 140 meteor per jam akan melintas. Jika cuaca cerah, para pengamat dapat melihatnya dengan mata telanjang.
Yang membuat tahun ini lebih istimewa, puncak Geminid bertepatan dengan langit tanpa cahaya bulan. Bulan sabit tua hanya memancarkan sekitar 28 persen cahaya matahari. Akibatnya, meteor tampak lebih jelas menembus kegelapan malam.
Untuk menikmati pertunjukan dengan maksimal, Thomas menyarankan para pengamat memilih lokasi yang jauh dari polusi cahaya, gedung, atau pepohonan. Selain itu, mereka sebaiknya memakai pakaian hangat atau selimut. Jika ingin melihat lebih rinci, teropong membantu menangkap setiap meteor yang melintas.
Para astronom menamai fenomena ini Geminid karena meteor tampak muncul dari rasi bintang Gemini. Meski begitu, hujan meteor ini tidak menimbulkan dampak apa pun bagi Bumi, sehingga para pengamat bisa menikmati pertunjukan tanpa khawatir.
Jadi, siapkan diri, matikan lampu, dan saksikan langit malam Indonesia dipenuhi ratusan meteor Geminid jatuh dari angkasa. Pertunjukan alam ini benar-benar sayang untuk dilewatkan!.(AN)









