SUNGAIPENUH,JS– Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, bergerak mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi menjelang Ramadhan dan Idulfitri 2026. Ia menemui jajaran PT Pertamina Patra Niaga untuk membahas ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram agar masyarakat tetap mudah memperoleh energi selama periode hari besar keagamaan.
Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Pola Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Kamis (12/2/2026). Dalam agenda itu, Alfin berdiskusi langsung dengan Sales Brand Manager Fuel Wilayah 2 PT Pertamina Patra Niaga, Jason Paulinus, mengenai kebutuhan pasokan energi di Kota Sungai Penuh.
Pemkot Sungai Penuh menilai langkah antisipasi sejak dini sangat penting. Sebab, aktivitas rumah tangga, perdagangan, transportasi, dan usaha kuliner biasanya meningkat selama Ramadhan hingga Lebaran. Kondisi tersebut berpotensi mendorong konsumsi BBM dan LPG, terutama LPG bersubsidi yang banyak digunakan masyarakat.
Karena itu, Alfin meminta Pertamina memperhatikan kebutuhan energi daerah dan mempertimbangkan penambahan kuota untuk menghadapi periode tersebut.
Alfin Minta Tambahan Kuota BBM dan LPG 3 Kg
Dalam pertemuan itu, Alfin secara resmi mengusulkan tambahan kuota BBM dan LPG 3 kilogram. Ia ingin pemerintah daerah dan Pertamina menyusun langkah antisipasi agar peningkatan permintaan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Menurut Alfin, kebutuhan energi selama Ramadhan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan rumah tangga. Pelaku usaha kecil, pedagang makanan, pemilik warung, serta pengusaha kuliner juga membutuhkan pasokan yang memadai untuk menjaga kegiatan usaha mereka.
“Kami ingin memastikan distribusi berjalan lancar. Masyarakat tidak boleh kesulitan mendapatkan BBM maupun LPG selama Ramadhan dan Lebaran,” tegas Alfin.
Ia menilai koordinasi dengan Pertamina menjadi langkah penting untuk memetakan kebutuhan sekaligus mengantisipasi potensi kekurangan pasokan. Dengan komunikasi sejak awal, kedua pihak dapat membahas kebutuhan tambahan dan menyiapkan langkah penyaluran sesuai kondisi di lapangan.
Meski demikian, usulan penambahan kuota tetap memerlukan evaluasi dan tindak lanjut dari pihak terkait. Karena itu, masyarakat perlu menunggu perkembangan resmi mengenai jumlah tambahan pasokan serta mekanisme distribusinya.
Pengawasan LPG Subsidi Jadi Perhatian
Selain membahas kebutuhan kuota, Pemkot Sungai Penuh juga menaruh perhatian pada kelancaran distribusi BBM dan LPG 3 kilogram. Pemerintah ingin memastikan pasokan menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok yang berhak menggunakan LPG bersubsidi.
Pengawasan distribusi menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penyelewengan, penimbunan, dan penyimpangan penyaluran. Jika pengawasan berjalan konsisten, pemerintah dapat lebih cepat mengidentifikasi kendala yang berpotensi mengganggu ketersediaan energi.
Pemkot Sungai Penuh juga perlu memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, aparat pengawas, agen, dan pangkalan LPG. Melalui koordinasi tersebut, pemerintah dapat memantau kondisi stok, pola penyaluran, serta perkembangan permintaan masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat dapat membantu menjaga distribusi tetap tertib dengan membeli LPG sesuai kebutuhan dan menggunakan produk subsidi sesuai ketentuan. Warga juga perlu menyampaikan laporan kepada pihak berwenang apabila menemukan dugaan penimbunan atau praktik penjualan yang tidak sesuai aturan.
Namun, pengawasan tidak cukup hanya mengandalkan pemeriksaan ketika muncul keluhan. Pemerintah dan pihak terkait perlu memantau distribusi secara berkala, terutama ketika permintaan energi meningkat menjelang hari besar keagamaan.
Pertamina dan Pemkot Perkuat Koordinasi Pasokan
Sales Brand Manager Fuel Wilayah 2 PT Pertamina Patra Niaga, Jason Paulinus, menyambut langkah koordinasi yang dilakukan Pemkot Sungai Penuh. Ia menyatakan kesiapan Pertamina untuk bekerja sama dan mengevaluasi kebutuhan pasokan energi selama Ramadhan serta Idulfitri 2026.
Koordinasi tersebut membuka ruang bagi kedua pihak untuk membahas kebutuhan daerah secara lebih terarah. Pemerintah kota dapat menyampaikan perkembangan permintaan masyarakat, sedangkan Pertamina dapat mengevaluasi kebutuhan penyaluran berdasarkan kondisi operasional dan ketentuan yang berlaku.
Selanjutnya, komunikasi yang berkelanjutan dapat membantu kedua pihak mengantisipasi potensi kendala distribusi. Langkah ini penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas ketika terjadi perubahan permintaan atau penyesuaian pasokan.
Meski begitu, masyarakat tetap perlu membedakan antara usulan tambahan kuota dan keputusan penambahan pasokan. Usulan Pemkot menjadi bagian dari upaya antisipasi, sedangkan kepastian mengenai jumlah tambahan kuota perlu menunggu hasil evaluasi serta pengumuman resmi dari pihak terkait.
Warga Perlu Memantau Informasi Resmi
Menjelang Ramadhan dan Idulfitri, masyarakat sebaiknya membeli BBM dan LPG sesuai kebutuhan. Pembelian berlebihan justru dapat memicu antrean dan mengganggu pemerataan pasokan, terutama jika banyak warga melakukan pembelian dalam waktu bersamaan.
Warga juga perlu memperhatikan informasi resmi dari Pemkot Sungai Penuh dan Pertamina mengenai ketersediaan produk, lokasi penyaluran, serta ketentuan pembelian LPG bersubsidi. Dengan begitu, masyarakat dapat merencanakan kebutuhan tanpa harus melakukan pembelian secara berlebihan.
Bagi pelaku usaha kecil, kepastian pasokan energi juga berperan penting dalam menjaga kelancaran kegiatan ekonomi selama Ramadhan. Ketersediaan LPG membantu usaha kuliner memenuhi permintaan pelanggan, sementara BBM mendukung mobilitas pedagang, pekerja, dan masyarakat yang menjalankan aktivitas harian.
Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina perlu berlanjut hingga periode Lebaran. Pemantauan rutin, evaluasi kebutuhan, serta pengawasan penyaluran dapat membantu mengurangi risiko gangguan distribusi.
Pemkot Sungai Penuh Antisipasi Kebutuhan hingga Lebaran
Langkah Alfin menemui Pertamina menunjukkan upaya Pemkot Sungai Penuh dalam mengantisipasi kebutuhan energi menjelang Ramadhan dan Idulfitri 2026. Pemerintah mengajukan tambahan kuota sekaligus mendorong pengawasan distribusi agar BBM dan LPG 3 kilogram tetap tersedia bagi masyarakat.
Kini, tindak lanjut atas usulan tersebut menjadi hal penting. Evaluasi kebutuhan, kesiapan distribusi, dan pengawasan di lapangan akan menentukan efektivitas langkah antisipasi selama periode peningkatan konsumsi.
Pemkot Sungai Penuh berharap kerja sama dengan Pertamina dapat membantu menjaga kelancaran pasokan energi. Dengan koordinasi yang baik, pemerintah ingin masyarakat menjalankan ibadah Ramadhan dan merayakan Idulfitri dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran berlebihan mengenai kebutuhan BBM dan LPG.(AN)










