Kasus DBD Meningkat di Muaro Jambi, Warga Diimbau Waspada

- Jurnalis

Minggu, 30 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Kasus DBD Meningkat di Muaro Jambi, Warga Diminta Waspada

Ilustrasi, Kasus DBD Meningkat di Muaro Jambi, Warga Diminta Waspada

MUAROJAMBI,JS – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menjadi perhatian serius di Kabupaten Muaro Jambi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muaro Jambi mencatat 71 kasus DBD dari Januari hingga Oktober 2023. Penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti ini masih mengancam, terutama selama musim hujan yang sedang berlangsung.

Kasus DBD Terbanyak di Kecamatan Kumpeh Ulu

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Muaro Jambi, Ariany Widiastuty, menjelaskan bahwa Kecamatan Kumpeh Ulu menjadi wilayah dengan kasus terbanyak. Sementara itu, Kecamatan Kumpeh dan Taman Rajo tidak melaporkan kasus DBD sepanjang tahun ini.

“Kecamatan Kumpeh Ulu memang tercatat sebagai daerah dengan kasus terbanyak. Kami terus berupaya melakukan penanggulangan, termasuk melakukan fogging di wilayah yang terdeteksi ada kasus,” ujar Ariany.

Puncak Kasus DBD Terjadi pada Januari

Ariany mengungkapkan bahwa puncak kasus DBD terjadi pada bulan Januari. Sebanyak 14 kasus tercatat pada bulan tersebut, yang bertepatan dengan curah hujan tinggi dan genangan air. Genangan air inilah yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk pembawa virus DBD.

Baca Juga :  Harga BBM Non Subsidi dan LPG Naik Tajam, Warga Jambi Tertekan: Biaya Hidup Melonjak, Usaha Kecil Terancam Gulung Tikar

“Januari merupakan periode rawan karena banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama pada musim hujan seperti sekarang ini,” tambahnya.

Kelompok Usia 15-44 Tahun Paling Rentan Terserang DBD

Ariany juga mencatat bahwa kelompok usia 15 hingga 44 tahun paling banyak terjangkit DBD. Kelompok usia produktif ini lebih rentan karena mereka sering beraktivitas di luar rumah, sehingga lebih mudah terpapar gigitan nyamuk pembawa virus.

Dari 71 kasus yang tercatat, 42 pasien adalah perempuan dan 29 lainnya laki-laki.

Upaya Penanggulangan DBD oleh Dinkes Muaro Jambi

Selain melakukan fogging di daerah yang terdeteksi kasus, petugas kesehatan juga gencar menggalakkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mengubur).Program ini bertujuan untuk mengurangi tempat berkembang biak nyamuk.

Baca Juga :  Amrizal Anggota DPRD Jambi Ditetapkan Tersangka, Ini Kasusnya

“Fogging memang penting untuk membunuh nyamuk dewasa, tetapi pencegahan yang paling efektif tetap melalui PSN. Kami juga mengingatkan warga untuk rutin memeriksa tempat penampungan air dan membersihkan lingkungan sekitar rumah,” kata Ariany.

Edukasi kepada Masyarakat tentang Gejala DBD

Selain itu, petugas kesehatan terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai gejala awal DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi, dan munculnya bintik merah di kulit. Ariany juga mengimbau warga untuk segera menghubungi puskesmas terdekat jika mereka merasakan gejala tersebut.

Waspada, Meskipun Beberapa Kecamatan Belum Lapor Kasus DBD

Menjaga kebersihan lingkungan dan memeriksa tempat penampungan air secara rutin menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran DBD lebih lanjut.

“Demi kesehatan bersama, kami mengimbau warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan berperan aktif dalam mencegah penyebaran DBD. Pencegahan jauh lebih efektif daripada penanganan setelah seseorang terjangkit,” tutup Ariany.(AN)

Berita Terkait

Sekolah TK dan PAUD di Kota Jambi Diliburkan, 794 Hotspot Karhutla Terpantau: Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat
Clean Water Service Terganggu di Sungai Penuh, Ini Wilayah Terdampak dan Jadwal Perbaikannya
Kabut Asap Jambi Makin Tebal, 2 Pesawat dari Jakarta Gagal Mendarat dan Dialihkan
Kabut Asap Sungai Penuh Makin Mengkhawatirkan, Wali Kota Alfin Imbau Warga Pakai Masker
Kebakaran Lahan Pinang 2,5 Hektare di Muntialo Makin Sulit Dipadamkan, Petugas Hadapi Krisis Sumber Air
Harga Cabai Keriting di Kerinci dan Sungai Penuh Hari Ini: Cabai Hijau Justru Lebih Mahal, Tembus Rp35 Ribu per Kg
Sekda Alpian Hadir di Jambi Elok Nian Bungo, Ada Pesan Penting soal Budaya Melayu
Wali Kota Jambi Siapkan Jam Malam, Patroli Geng Motor Diperketat di Titik Rawan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Sekolah TK dan PAUD di Kota Jambi Diliburkan, 794 Hotspot Karhutla Terpantau: Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Clean Water Service Terganggu di Sungai Penuh, Ini Wilayah Terdampak dan Jadwal Perbaikannya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Kabut Asap Sungai Penuh Makin Mengkhawatirkan, Wali Kota Alfin Imbau Warga Pakai Masker

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kebakaran Lahan Pinang 2,5 Hektare di Muntialo Makin Sulit Dipadamkan, Petugas Hadapi Krisis Sumber Air

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Harga Cabai Keriting di Kerinci dan Sungai Penuh Hari Ini: Cabai Hijau Justru Lebih Mahal, Tembus Rp35 Ribu per Kg

Berita Terbaru