JAKARTA,JS- Harga BBM Pertamina hari ini, Senin 10 Agustus 2026, menjadi perhatian masyarakat, terutama pengguna kendaraan yang rutin mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina.
PT Pertamina Patra Niaga telah melakukan penyesuaian harga sejumlah BBM nonsubsidi mulai 1 Agustus 2026. Dalam perubahan terbaru tersebut, beberapa produk mengalami penurunan harga, sedangkan jenis BBM lainnya tetap berada pada harga sebelumnya.
Penurunan paling besar terjadi pada Pertamax Turbo. Harga BBM dengan RON 98 tersebut turun Rp1.000 per liter dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter.
Selain itu, harga Pertamax juga turun Rp300 per liter. Harga Pertamax yang sebelumnya mencapai Rp16.250 per liter kini menjadi Rp15.950 per liter.
Sementara itu, Pertamax Green 95 ikut mengalami penurunan dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter.
Di sisi lain, konsumen pengguna BBM diesel nonsubsidi belum mendapatkan perubahan harga pada Agustus. Harga Dexlite tetap Rp19.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex bertahan di Rp21.150 per liter.
Daftar harga BBM Pertamina hari ini 10 Agustus 2026
Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku pada Agustus 2026 untuk wilayah dengan ketentuan pajak bahan bakar kendaraan bermotor yang sesuai dengan harga acuan tersebut:
Jenis BBM- Harga per liter
- Biosolar subsidi- Rp6.800
- Pertalite- Rp10.000
- Pertamax- Rp15.950
- Pertamax Green 95- Rp16.600
- Pertamax Turbo- Rp18.300
- Dexlite- Rp19.700
- Pertamina Dex- Rp21.150
Dengan demikian, masyarakat yang mencari informasi harga BBM Pertamina hari ini, khususnya Pertamax dan Pertamax Turbo, dapat menggunakan daftar tersebut sebagai acuan harga Agustus 2026.
Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter
Perubahan harga yang cukup menarik perhatian terjadi pada Pertamax.
Pertamina menurunkan harga Pertamax dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter. Artinya, konsumen mendapatkan penghematan Rp300 untuk setiap liter BBM yang dibeli.
Jika seorang pengendara membeli 20 liter Pertamax dalam satu kali pengisian, selisih harga tersebut mencapai Rp6.000 dibandingkan harga sebelumnya.
Bagi pengguna kendaraan yang mengisi BBM secara rutin, penurunan tersebut tentu dapat membantu menekan pengeluaran bulanan.
Namun, besarnya penghematan tetap bergantung pada kapasitas tangki kendaraan, frekuensi berkendara, jarak perjalanan, serta konsumsi BBM setiap kendaraan.
Pertamax Turbo turun paling besar
Pertamax Turbo mencatat penurunan harga paling besar dalam penyesuaian Agustus 2026.
Harga produk RON 98 tersebut turun Rp1.000 dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter.
Penurunan ini memberikan ruang lebih besar bagi konsumen yang menggunakan kendaraan berperforma tinggi atau kendaraan yang membutuhkan bahan bakar dengan angka oktan lebih tinggi.
Jika konsumen membeli 30 liter Pertamax Turbo, misalnya, penghematan dari harga sebelumnya mencapai Rp30.000.
Namun, pemilihan BBM tetap perlu mengikuti rekomendasi produsen kendaraan. Konsumen sebaiknya melihat buku manual atau spesifikasi kendaraan sebelum memilih jenis BBM berdasarkan angka oktan.
Harga Pertamax Green 95 juga turun
Selain Pertamax dan Pertamax Turbo, Pertamax Green 95 juga mengalami penyesuaian.
Harga produk tersebut turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter. Dengan demikian, konsumen mendapatkan selisih Rp400 per liter dibandingkan harga sebelumnya.
Pertamax Green 95 menjadi salah satu pilihan BBM nonsubsidi yang dapat dipertimbangkan oleh konsumen sesuai rekomendasi spesifikasi kendaraan.
Penurunan harga ini juga membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan ketika membandingkan jenis BBM berdasarkan harga dan kebutuhan kendaraan.
Harga Dexlite dan Pertamina Dex tetap
Tidak semua produk mengalami penurunan harga pada Agustus 2026.
Pertamina mempertahankan harga Dexlite pada level Rp19.700 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex tetap Rp21.150 per liter.
Kedua produk tersebut merupakan BBM diesel nonsubsidi. Karena itu, perubahan harga keduanya menjadi perhatian bagi pemilik kendaraan diesel, terutama masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk aktivitas harian, distribusi barang, perjalanan antarkota, hingga kebutuhan usaha.
Sebelumnya, Pertamina telah melakukan penurunan harga pada produk diesel tersebut. Untuk Agustus 2026, perusahaan mempertahankan harga yang sudah berlaku.
Pertalite tetap Rp10.000 per liter
Di tengah perubahan harga BBM nonsubsidi, harga Pertalite tetap berada pada Rp10.000 per liter.
Harga tersebut tidak mengalami perubahan dalam penyesuaian Agustus 2026.
Pertalite menjadi salah satu BBM yang banyak diperhatikan masyarakat karena masuk kategori BBM bersubsidi. Stabilnya harga membuat konsumen dapat mempertahankan perkiraan pengeluaran bahan bakar harian tanpa harus menyesuaikan anggaran akibat perubahan harga.
Meskipun begitu, masyarakat tetap perlu memperhatikan ketentuan penggunaan BBM subsidi yang berlaku.
Harga Biosolar subsidi masih Rp6.800
Selain Pertalite, Biosolar subsidi juga mempertahankan harga Rp6.800 per liter.
Biosolar banyak digunakan kendaraan bermesin diesel yang memenuhi ketentuan sebagai penerima BBM subsidi.
Dengan harga yang tetap, biaya pembelian BBM bagi pengguna yang berhak memperoleh Biosolar subsidi tidak mengalami perubahan pada Agustus 2026.
Mengapa harga BBM Pertamina berubah?
Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi secara berkala. Perusahaan mempertimbangkan sejumlah faktor ketika menentukan harga.
Salah satu faktor utama berasal dari perkembangan harga minyak dunia. Pergerakan harga minyak global dapat memengaruhi biaya pengadaan dan pembentukan harga BBM.
Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga memiliki peran penting. Pasalnya, transaksi komoditas energi global banyak menggunakan dolar AS sehingga perubahan nilai tukar dapat memengaruhi perhitungan biaya.
Pertamina Patra Niaga juga mempertimbangkan daya beli masyarakat serta kondisi pasokan energi nasional.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan bahwa perusahaan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dalam melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
Menurutnya, Pertamina mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, daya beli masyarakat, serta kebutuhan menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional.
Penurunan harga Pertamax Turbo cukup signifikan
Jika melihat pergerakan harga dalam beberapa bulan terakhir, Pertamax Turbo mengalami penurunan cukup besar.
Pada Juni 2026, harga Pertamax Turbo berada di level Rp20.750 per liter. Kemudian pada Juli harga tersebut turun menjadi Rp19.300 per liter.
Memasuki Agustus, Pertamina kembali menurunkan harganya menjadi Rp18.300 per liter.
Artinya, dalam periode tersebut harga Pertamax Turbo turun total Rp2.450 per liter. Data tersebut juga tercatat dalam laporan mengenai penyesuaian harga BBM Pertamina pada Agustus 2026.
Perubahan tersebut menjadi kabar menarik bagi pengguna kendaraan yang memang membutuhkan BBM dengan RON tinggi.
Berapa penghematan jika membeli Pertamax?
Penurunan harga Rp300 per liter memang terlihat kecil jika hanya membeli satu liter. Namun, penghematan akan semakin terasa ketika konsumen membeli dalam jumlah lebih besar dan melakukan pengisian secara rutin.
Sebagai contoh, pembelian 10 liter Pertamax menghasilkan penghematan Rp3.000 dibandingkan harga sebelumnya.
Untuk pembelian 20 liter, penghematannya mencapai Rp6.000.
Sedangkan pembelian 40 liter menghasilkan selisih Rp12.000.
Karena itu, konsumen yang rutin membeli BBM dapat menghitung sendiri perbedaan biaya berdasarkan konsumsi kendaraan masing-masing.
Berapa biaya mengisi penuh tangki kendaraan?
Biaya pengisian penuh tentu berbeda karena kapasitas tangki setiap kendaraan tidak sama.
Sebagai gambaran, kendaraan dengan kapasitas tangki 40 liter membutuhkan sekitar Rp638.000 jika menggunakan Pertamax dengan harga Rp15.950 per liter.
Sementara itu, kendaraan dengan kapasitas 50 liter membutuhkan sekitar Rp797.500.
Perhitungan tersebut hanya menggunakan harga per liter dan belum mempertimbangkan kemungkinan variasi harga berdasarkan wilayah.
Karena itu, konsumen sebaiknya mengecek harga yang berlaku di SPBU setempat sebelum melakukan pengisian.
Cek harga BBM sebelum mengisi di SPBU
Masyarakat juga perlu memahami bahwa harga BBM nonsubsidi dapat mengikuti ketentuan wilayah dan komponen pajak bahan bakar yang berlaku.
Laporan mengenai penyesuaian harga Agustus 2026 menyebutkan angka tersebut berlaku untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen, termasuk Jakarta.
Karena itu, pengguna kendaraan di daerah lain sebaiknya tetap memeriksa informasi harga yang berlaku di wilayah masing-masing.
Konsumen juga dapat memanfaatkan ekosistem MyPertamina untuk memperoleh informasi layanan dan fasilitas Pertamina. Platform tersebut menyediakan berbagai layanan pelanggan, termasuk informasi SPBU dan transaksi digital.
Harga BBM Pertamina Agustus 2026: mana yang paling murah?
Jika seluruh jenis BBM dalam daftar dibandingkan, Biosolar subsidi memiliki harga paling rendah, yakni Rp6.800 per liter.
Berikutnya, Pertalite berada pada Rp10.000 per liter.
Untuk kategori nonsubsidi, Pertamax menjadi salah satu pilihan dengan harga Rp15.950 per liter, kemudian Pertamax Green 95 Rp16.600 dan Pertamax Turbo Rp18.300 per liter.
Sementara itu, BBM diesel nonsubsidi memiliki harga lebih tinggi, dengan Dexlite Rp19.700 dan Pertamina Dex Rp21.150 per liter.
Namun, konsumen tidak sebaiknya memilih BBM hanya berdasarkan harga. Spesifikasi mesin dan rekomendasi pabrikan tetap menjadi pertimbangan utama.
Apakah harga Pertamax akan turun lagi?
Pertanyaan mengenai kemungkinan harga Pertamax kembali turun tentu menarik perhatian konsumen.
Namun, tidak ada kepastian bahwa harga BBM akan terus turun pada periode berikutnya.
Harga BBM nonsubsidi mengikuti evaluasi berkala dan mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah. Karena itu, perubahan harga pada bulan berikutnya dapat berbeda tergantung kondisi ekonomi dan energi global.
Masyarakat sebaiknya tidak menjadikan prediksi sebagai patokan utama untuk menunda atau mempercepat pembelian BBM.
Kesimpulan
Harga BBM Pertamina hari ini, Senin 10 Agustus 2026, mengikuti penyesuaian yang mulai berlaku sejak 1 Agustus 2026.
Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 menjadi Rp16.600 per liter, dan Pertamax Turbo turun menjadi Rp18.300 per liter.
Sementara itu, harga Dexlite bertahan di Rp19.700 per liter dan Pertamina Dex tetap Rp21.150 per liter.
Untuk BBM subsidi, Pertalite masih Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi tetap Rp6.800 per liter.
Penyesuaian harga tersebut mengikuti perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, daya beli masyarakat, serta pertimbangan ketersediaan pasokan BBM nasional.
Bagi masyarakat yang ingin menghemat pengeluaran transportasi, penurunan harga Pertamax dan Pertamax Turbo dapat menjadi kabar positif. Meski demikian, pemilihan jenis BBM tetap harus mengikuti spesifikasi kendaraan agar penggunaan bahan bakar tetap sesuai dengan kebutuhan mesin.
Disclaimer: Harga BBM dapat berbeda berdasarkan wilayah dan ketentuan pajak daerah. Konsumen sebaiknya mengecek harga terbaru di SPBU Pertamina setempat sebelum melakukan transaksi.(*)










