Ribuan Sarjana Indonesia Masih Masuk “Pekerja Putus Asa”

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Ribuan Sarjana di Indonesia putus asa mencari kerja

Ilustrasi Ribuan Sarjana di Indonesia putus asa mencari kerja

JAKARTA,JS – Ribuan Sarjana Indonesia Masih Masuk “Pekerja Putus Asa”

Fenomena lulusan perguruan tinggi yang menganggur kembali menjadi sorotan. Ribuan hingga puluhan ribu orang merasa putus asa mencari pekerjaan sesuai bidang dan harapannya.

Ribuan Lulusan S1 hingga S3 Masuk Kelompok Pekerja Putus Asa

Riset terbaru Labor Market Brief Volume 6, Nomor 11, November 2025, dari LPEM FEB UI mencatat bahwa sekitar 45 ribu lulusan S1 dan lebih dari 6 ribu lulusan S2–S3 masuk kategori discouraged workers. Mereka berhenti mencari kerja karena merasa peluangnya tipis. Dengan kata lain, meskipun berpendidikan tinggi, banyak lulusan gagal menembus pasar kerja.

Baca Juga :  Update Bulanan BPJS PBI: Cek Apakah Anda Masuk Daftar!

Hambatan Lulusan Tinggi Berbeda dari Lulusan Rendah

Laporan Muhammad Hanri, Ph.D. dan Nia Kurnia Sholihah, M.E. Beberapa penyebabnya antara lain:

  • Ekspektasi upah yang tidak sesuai kondisi pasar

  • Mismatch antara bidang studi dan ketersediaan pekerjaan

  • Persepsi diskriminasi usia bagi mereka yang memasuki pasar kerja lebih matang

Akibatnya, janji mobilitas sosial dari pendidikan tinggi sering gagal terealisasi, sehingga menimbulkan keputusasaan.

Pendidikan Rendah Masih Mendominasi Pekerja Putus Asa

Mereka menghadapi hambatan kompleks, mulai dari keterbatasan kemampuan dasar, rendahnya akses informasi, hingga peluang mobilitas sosial yang sempit. Fakta ini sejalan dengan tren yang dicatat ILO dan Bank Dunia di banyak negara berkembang.

Baca Juga :  Jangan Salah, Ini Aturan Seragam PNS Hingga PPPK Paruh Waktu

Rincian sebaran kelompok putus asa menurut jenjang pendidikan:

  • Lulusan SMP: 20%

  • Lulusan SMA: 17%

  • Lulusan SMK: 8%

Tantangan Keterampilan dan Kesenjangan Kurikulum SMK

Pasar kerja kini menuntut keterampilan seperti literasi digital, komunikasi, dan pengalaman kerja relevan. Sayangnya, pendidikan menengah tidak selalu mengajarkan keterampilan ini.

Meskipun SMK dirancang untuk menghasilkan tenaga kerja siap pakai, kurikulum sering tidak sesuai kebutuhan industri. Menurut ADB, sistem vokasional yang jarang diperbarui gagal menghasilkan lulusan kompeten, sehingga menurunkan kepercayaan diri mereka dalam mencari kerja.(AN)

Berita Terkait

2.722 ASN Mundur pada Semester I 2026, Mayoritas Baru Bekerja hingga 5 Tahun: Alarm Serius bagi Pemerintah
Pajak ETF Emas Bisa Dibebaskan? Ini Strategi Baru Pemerintah untuk Dongkrak Investasi Gold ETF
Orang Kaya Dilarang Beli Pertalite, Pemerintah Siapkan Sistem Baru Berdasarkan Desil
Terbaru!, KIP Kuliah 2026: Cara Cek Penerima, Jadwal Terbaru, Besaran Bantuan hingga Proses Pencairan Dana
Suhu Indonesia Tembus 37,4°C, Ini Wilayah Terpanas dan Ancaman Kemarau Makin Kering
PPPK Tak Boleh Dirumahkan! Pemerintah Siapkan Rp18,9 Triliun untuk 546 Daerah
Karhutla Mengancam Sejumlah Wilayah, Bromo hingga Rinjani Terbakar di Tengah Musim Kemarau
Pertamax Turun Lagi! Ini Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Agustus 2026 di SPBU
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:30 WIB

2.722 ASN Mundur pada Semester I 2026, Mayoritas Baru Bekerja hingga 5 Tahun: Alarm Serius bagi Pemerintah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Pajak ETF Emas Bisa Dibebaskan? Ini Strategi Baru Pemerintah untuk Dongkrak Investasi Gold ETF

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:01 WIB

Orang Kaya Dilarang Beli Pertalite, Pemerintah Siapkan Sistem Baru Berdasarkan Desil

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:01 WIB

Terbaru!, KIP Kuliah 2026: Cara Cek Penerima, Jadwal Terbaru, Besaran Bantuan hingga Proses Pencairan Dana

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Suhu Indonesia Tembus 37,4°C, Ini Wilayah Terpanas dan Ancaman Kemarau Makin Kering

Berita Terbaru