Survei Terbaru Capres: Prabowo 46,7% Unggul Jauh, Dedi Mulyadi Salip Anies—Peta Politik Berubah Drastis

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 10 November 2025 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Subianto, Berdasarkan hasil simulasi semi terbuka terhadap 25 nama calon presiden, Prabowo Subianto berada di posisi teratas dengan elektabilitas 46,7 persen.

Prabowo Subianto, Berdasarkan hasil simulasi semi terbuka terhadap 25 nama calon presiden, Prabowo Subianto berada di posisi teratas dengan elektabilitas 46,7 persen.

JAKARTA,JS- Peta politik Indonesia kembali menunjukkan dinamika baru. Survei terbaru dari Indikator Politik Indonesia mengungkap perubahan signifikan dalam tingkat elektabilitas calon presiden jika pemilihan digelar saat ini.

Hasilnya menempatkan Prabowo Subianto di posisi puncak dengan elektabilitas mencapai 46,7 persen. Angka ini menunjukkan dominasi kuat yang sulit disaingi oleh kandidat lain dalam simulasi semi terbuka terhadap 25 nama tokoh nasional.

Di sisi lain, pergerakan mengejutkan datang dari Dedi Mulyadi yang berhasil menempati posisi kedua dengan 18,4 persen. Sementara itu, Anies Baswedan harus puas berada di posisi ketiga dengan raihan 9 persen.

Dedi Mulyadi Naik Tajam, Anies Mulai Tertinggal

Lonjakan elektabilitas Dedi Mulyadi menjadi sorotan utama dalam survei ini. Dalam beberapa bulan terakhir, eksposur publik dan gaya komunikasi politiknya dinilai mampu menarik simpati masyarakat luas.

Sebaliknya, tren elektabilitas Anies Baswedan terlihat stagnan. Meski masih berada di papan atas, jarak dengan posisi kedua menunjukkan adanya pergeseran preferensi pemilih yang cukup signifikan.

Tak hanya itu, Gibran Rakabuming Raka berada di posisi keempat dengan 4,8 persen. Sementara Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menempati posisi kelima dengan 3,9 persen.

Daftar Lengkap Elektabilitas 25 Nama Capres

Berikut hasil lengkap simulasi semi terbuka:

  • Prabowo Subianto: 46,7%
  • Dedi Mulyadi: 18,4%
  • Anies Baswedan: 9,0%
  • Gibran Rakabuming Raka: 4,8%
  • Agus Harimurti Yudhoyono: 3,9%
  • Ganjar Pranowo: 3,7%
  • Purbaya Yudhi Sadewa: 1,5%
  • Sherly Tjoanda Laos: 1,1%
  • Khofifah Indar Parawansa: 0,5%
  • Erick Thohir: 0,4%
  • Kaesang Pangarep: 0,4%
  • Teddy Indra Wijaya: 0,3%
  • Ahmad Syaikhu: 0,3%
  • Andika Perkasa: 0,2%
  • Muhaimin Iskandar: 0,2%
  • Bahlil Lahadalia: 0,1%
  • Ahmad Luthfi: 0,1%
  • Yusril Ihza Mahendra: 0,1%
  • Puan Maharani: 0,1%
  • Anis Matta: 0,1%
  • Surya Paloh: 0,1%
  • Pramono Anung: 0,1%
  • Sri Mulyani: 0,0%
  • Angela Tanoesoedibjo: 0,0%
  • Zulkifli Hasan: 0,0%
  • Lainnya: 0,3%
  • Tidak tahu/tidak jawab: 7,6%
Baca Juga :  Musrenbang Sungai Penuh Fokuskan Usulan Prioritas RKPD 2027

Evaluasi Satu Tahun Pemerintahan

Pendiri dan peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa survei ini bertujuan mengevaluasi satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menurutnya, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah berkontribusi besar terhadap tingginya elektabilitas Prabowo.

Selain itu, stabilitas politik dan kebijakan ekonomi menjadi faktor utama yang memengaruhi persepsi masyarakat terhadap calon pemimpin nasional.

Analisis: Kenapa Prabowo Sulit Dikejar?

Beberapa faktor menjelaskan dominasi Prabowo dalam survei capres 2026:

1. Efek Incumbent yang Kuat

Sebagai presiden aktif, Prabowo memiliki keunggulan dari sisi eksposur media dan akses kebijakan.

Baca Juga :  Dosen dan Mahasiswa Gugat Hak Pensiun Anggota DPR ke MK

2. Stabilitas Koalisi Politik

Koalisi pemerintahan yang solid membuat dukungan politik tetap terjaga.

3. Kepuasan Publik

Program kerja yang dianggap stabil mendorong kepercayaan masyarakat.

Peluang Kandidat Lain: Masih Terbuka?

Meski jarak cukup jauh, peluang kandidat lain tetap terbuka. Dedi Mulyadi menunjukkan bahwa elektabilitas bisa naik signifikan dalam waktu singkat.

Selain itu, dinamika politik Indonesia sangat cair. Faktor seperti isu nasional, kinerja pemerintah, dan strategi kampanye dapat mengubah peta kekuatan dalam waktu cepat.

Potensi Kejutan di Pilpres Mendatang

Dengan masih tingginya angka responden yang belum menentukan pilihan (7,6 persen), peluang perubahan tetap besar.

Kelompok pemilih ini sering menjadi penentu dalam kontestasi politik, terutama menjelang masa kampanye resmi.

Kesimpulan: Peta Politik Mulai Mengerucut

Survei ini menunjukkan bahwa kontestasi menuju Pilpres berikutnya mulai mengerucut pada beberapa nama kuat. Prabowo Subianto masih memimpin jauh, tetapi Dedi Mulyadi mulai muncul sebagai penantang serius.

Sementara itu, Anies Baswedan dan kandidat lain perlu strategi baru untuk meningkatkan elektabilitas mereka.

Dengan dinamika yang terus bergerak, persaingan politik Indonesia dipastikan akan semakin menarik untuk diikuti dalam beberapa tahun ke depan.(*)

Berita Terkait

Hampir Setengah Anggota DPR Absen Saat Rapat Paripurna Jelang Lebaran
Polemik Ambang Batas Parlemen, Usulan 7 Persen Picu Kritik
Isu Ritel Modern Ditutup Demi Kopdes, DPR Angkat Bicara
Dukungan Bulat! Muslimin Tanja Kini Pimpin Golkar Tanjabtim
Sidang Penjarahan Rumahnya, Eko Patrio Pilih Memaafkan
Golkar Tanjabtim Siapkan Kepengurusan Baru dan Agenda Politik
PGRI Dorong DPR Segera Buat UU Perlindungan Guru
Jokowi Effect, Sejumlah Kader Parlemen Beralih ke PSI
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:00 WIB

Hampir Setengah Anggota DPR Absen Saat Rapat Paripurna Jelang Lebaran

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:30 WIB

Polemik Ambang Batas Parlemen, Usulan 7 Persen Picu Kritik

Senin, 23 Februari 2026 - 23:00 WIB

Isu Ritel Modern Ditutup Demi Kopdes, DPR Angkat Bicara

Senin, 9 Februari 2026 - 07:30 WIB

Dukungan Bulat! Muslimin Tanja Kini Pimpin Golkar Tanjabtim

Minggu, 8 Februari 2026 - 05:00 WIB

Sidang Penjarahan Rumahnya, Eko Patrio Pilih Memaafkan

Berita Terbaru