Waspada Cuaca Ekstrem, Siklon Bakung dan 93S Dekat Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Desember 2025 - 04:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

penampakan Siklon Tropis

penampakan Siklon Tropis

JAKARTA,JS- Waspada Cuaca Ekstrem, Siklon Bakung dan 93S Dekat Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pembaruan tentang Siklon Tropis Bakung dan Bibit Siklon Tropis 93S. Kedua fenomena ini akan mempengaruhi cuaca dan kondisi perairan Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

Melalui akun Instagram resmi @infobmkg, BMKG menyampaikan bahwa dampak ini akan berlangsung hingga 16 Desember 2025 pukul 07.00 WIB, berupa peningkatan hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi. Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

Siklon Tropis Bakung: Kategori 2 Dekat Samudra Hindia Barat Daya Lampung

Sebelumnya, Siklon Tropis Bakung terbentuk pada 12 Desember 2025 dari Bibit Siklon 91S. Saat ini, pusat siklon berada di Samudra Hindia barat daya Lampung. Angin maksimum mencapai 50 knot (95 km/jam) dengan tekanan minimum 988 hPa, masuk kategori 2.

Namun, BMKG memprediksi angin maksimum Bakung turun menjadi kategori 1 dalam 24 jam ke depan. Siklon bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Siklon Tropis Kategori 2, Ini Prediksi Wilayah yang Terdampak

Dampak Tidak Langsung Bakung

Sebagai dampaknya, wilayah berikut berpotensi terdampak:

Potensi hujan sedang-lebat:

  • Lampung

  • Bengkulu

Angin kencang:

  • Bengkulu

Gelombang tinggi (1,25–2,5 meter):

  • Samudra Hindia barat Kepulauan Nias hingga Lampung

Dengan kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan gangguan aktivitas di laut maupun darat.

Baca Juga :  BMKG: Dua Siklon Picu Cuaca Ekstrem di Indonesia

Bibit Siklon Tropis 93S: Peluang Rendah Menjadi Siklon

Sementara itu, BMKG memantau Bibit Siklon Tropis 93S yang terbentuk pada 11 Desember 2025. Saat ini, pusat bibit siklon berada di Samudra Hindia selatan Jawa Timur. Angin maksimum mencapai 20 knot (37 km/jam) dengan tekanan minimum 1004 hPa.

Meskipun peluang berkembang menjadi siklon tropis rendah dalam 24 jam ke depan, bibit siklon ini tetap menimbulkan hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi.

Dampak Tidak Langsung 93S

Wilayah terdampak meliputi:

Potensi hujan sedang-lebat:

  • Banten

  • Jawa Barat

  • Jawa Tengah

  • DI Yogyakarta

  • Jawa Timur

  • Bali

  • Nusa Tenggara Barat

Angin kencang:

  • Jawa Timur

  • Bali

Gelombang tinggi (1,5–2,5 meter):

  • Selat Sunda bagian selatan

  • Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga Pulau Sumba

  • Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan

Dengan demikian, BMKG meminta masyarakat di wilayah terdampak meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi aktivitas di laut dan darat.(AN)

Berita Terkait

KPK Keluarkan Peringatan Keras Saat SPMB 2026, Praktik Titipan dan Uang Bangku Jadi Sorotan
Mengejutkan! 39 Daerah Tak Mampu Bayar Gaji PPPK
7 Keputusan Hasil Rapat Dengar Pendapat DPR dan Pemerintah, PPPK Teknis Mengelus Dada!
Bukan Lulusan PPG Prajab, Ini Link Daftar PPPK TENDIK SR untuk Semua Jurusan
BBM E5 Mulai Berlaku Juli 2026, Amankah Buat Kendaraan Kita?
Gaji PPPK Bakal Ditanggung APBN? Usulan DPR Ini Bisa Ubah Nasib Guru dan Tenaga Kesehatan di Daerah
Tegas!, Mendagri Larang Pemda Rekrutmen Honorer Baru
Infinix XBook 15 Bikin Heboh! Laptop Ryzen Kencang Desain Premium Harga Ramah Kantong
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:05 WIB

KPK Keluarkan Peringatan Keras Saat SPMB 2026, Praktik Titipan dan Uang Bangku Jadi Sorotan

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:04 WIB

Mengejutkan! 39 Daerah Tak Mampu Bayar Gaji PPPK

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:30 WIB

7 Keputusan Hasil Rapat Dengar Pendapat DPR dan Pemerintah, PPPK Teknis Mengelus Dada!

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:01 WIB

Bukan Lulusan PPG Prajab, Ini Link Daftar PPPK TENDIK SR untuk Semua Jurusan

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:03 WIB

BBM E5 Mulai Berlaku Juli 2026, Amankah Buat Kendaraan Kita?

Berita Terbaru