2026, AI Menjadi Bagian dari Kehidupan Sehari-hari

- Jurnalis

Kamis, 29 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi teknologi AI

Ilustrasi teknologi AI

JAKARTA,JS – Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini memasuki babak baru. Dulu AI dianggap sekadar fitur tambahan yang menarik, tapi kini teknologi ini menjadi kebutuhan praktis dalam keseharian.

Tahun 2026 diprediksi menjadi titik balik. Masyarakat tidak lagi menggunakan AI hanya untuk mencoba hal baru, tetapi memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan efisiensi kerja, produktivitas, dan kreativitas. Peningkatan literasi digital membuat pengguna perangkat pintar semakin memahami potensi AI dalam menyederhanakan berbagai aktivitas, mulai dari pencarian informasi hingga pengelolaan konten kreatif.

Galaxy AI: Dari Fitur Tambahan ke Alat Utama

Smartphone flagship Samsung menjadi medium utama adopsi AI. Data internal perusahaan menunjukkan tren signifikan: pada 2024, 71,6 persen pengguna mengaktifkan Galaxy AI, dan naik menjadi 86,9 persen pada 2025. Artinya, hampir sembilan dari sepuluh pengguna kini menggunakan AI secara rutin.

Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menjelaskan, “Galaxy AI mengubah cara pengguna menyelesaikan aktivitas sehari-hari. Mereka mencari informasi tanpa berpindah aplikasi, merapikan konten, dan menuangkan ide lebih cepat berkat AI.”

Baca Juga :  5 Kisah Kebaikan Vidi Aldiano yang Mengharukan

AI Mempercepat Produktivitas Kerja

Dalam dunia kerja, produktivitas kini diukur berdasarkan seberapa efektif seseorang memanfaatkan teknologi. Galaxy AI menyederhanakan proses kerja sehingga pengguna tidak perlu membuka banyak aplikasi atau melakukan langkah manual yang rumit.

Sebagai contoh, fitur Live Translate dan Interpreter memudahkan komunikasi lintas bahasa. Terjemahan muncul langsung di layar, membuat percakapan dengan klien internasional tetap alami dan lancar.

Sementara itu, Transcript Assist merekam percakapan rapat, mengubah audio menjadi teks, membedakan suara pembicara, dan merangkum poin penting. Fitur ini membantu pengguna fokus pada diskusi tanpa kehilangan informasi penting.

Selain itu, Now Brief menampilkan ringkasan jadwal, pengingat, dan informasi penting di awal hari. Dengan begitu, pengguna bisa menyusun prioritas kerja secara lebih terstruktur tanpa membuka banyak aplikasi sekaligus.

AI Membantu Kreativitas Lebih Praktis

AI tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memudahkan proses kreatif. Fitur Photo Assist memungkinkan pengguna meningkatkan kualitas foto, menyesuaikan komposisi, dan memperbaiki detail visual secara otomatis.

Selain itu, Generative Edit memberi kebebasan untuk memodifikasi elemen foto, memindahkan objek, atau menyempurnakan latar tanpa kehilangan kesan natural. Di sisi audio dan video, Audio Eraser memisahkan suara utama dari kebisingan latar, menjaga kualitas rekaman tetap jernih tanpa perangkat tambahan.

Baca Juga :  Pasar Murah Diserbu Warga, Sri Kartini Alfin Turun Tangan

Samsung mencatat, fitur Circle to Search with Google menjadi yang paling populer, dengan tingkat penggunaan mencapai 76 persen. Fitur ini memudahkan pengguna mencari informasi langsung dari layar, tanpa berpindah aplikasi.

AI Kini Menjadi Asisten Digital Sehari-hari

Ke depan, Samsung berencana mengembangkan Galaxy AI lebih personal dan kontekstual, menyesuaikan kebiasaan tiap pengguna. AI tidak lagi sekadar fitur tambahan, tetapi menjadi asisten digital yang memahami kebutuhan sehari-hari.

Tren ini menunjukkan perubahan cara masyarakat bekerja dan berkreasi. Perangkat berteknologi AI semakin dipandang sebagai alat penting untuk bekerja lebih cerdas, berkreasi lebih bebas, dan menjalani aktivitas harian dengan lebih efisien. Tahun 2026 pun berpotensi menjadi era ketika AI menyatu dengan rutinitas manusia, bukan sekadar inovasi menarik, tetapi kebutuhan nyata.(*)

Berita Terkait

BKN Luruskan Data 2.722 ASN Mengundurkan Diri, Mayoritas Ternyata Beralih Status Jadi PPPK Penuh Waktu
Harga Bright Gas Turun Lagi 15 Agustus 2026, Cek Harga 5,5 Kg dan 12 Kg serta Promo Hematnya
Gempa NTT M7,7 Guncang Nagekeo, Tsunami Terdeteksi hingga 94 Cm, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Dini
Pidato Kenegaraan Prabowo 2026: 121 Kebijakan Transformatif, Swasembada Pangan, MBG hingga Koperasi Merah Putih
PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi PPPK Penuh Waktu, BKN Ungkap 1.147 ASN Sudah Beralih Status
2.722 ASN Mundur pada Semester I 2026, Mayoritas Baru Bekerja hingga 5 Tahun: Alarm Serius bagi Pemerintah
Pajak ETF Emas Bisa Dibebaskan? Ini Strategi Baru Pemerintah untuk Dongkrak Investasi Gold ETF
Orang Kaya Dilarang Beli Pertalite, Pemerintah Siapkan Sistem Baru Berdasarkan Desil
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:01 WIB

BKN Luruskan Data 2.722 ASN Mengundurkan Diri, Mayoritas Ternyata Beralih Status Jadi PPPK Penuh Waktu

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Harga Bright Gas Turun Lagi 15 Agustus 2026, Cek Harga 5,5 Kg dan 12 Kg serta Promo Hematnya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Gempa NTT M7,7 Guncang Nagekeo, Tsunami Terdeteksi hingga 94 Cm, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Dini

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Pidato Kenegaraan Prabowo 2026: 121 Kebijakan Transformatif, Swasembada Pangan, MBG hingga Koperasi Merah Putih

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:01 WIB

PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi PPPK Penuh Waktu, BKN Ungkap 1.147 ASN Sudah Beralih Status

Berita Terbaru