Bekasi dan CGK Campus: Masa Depan AI Indonesia

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilutrasi Digital Edge Bangun CGK Campus di Bekasi

Ilutrasi Digital Edge Bangun CGK Campus di Bekasi

TEKNOLOGI,JS– Kota Bekasi semakin menegaskan diri sebagai calon pusat infrastruktur kecerdasan buatan (AI) nasional. Digital Edge, perusahaan penyedia pusat data terkemuka Asia Pasifik, menanam US$4,5 miliar (sekitar Rp75,5 triliun) untuk membangun CGK Campus, kampus pusat data hyperscale berbasis AI.

Perusahaan memilih GIIC Industrial Estate, Bekasi sebagai lokasi proyek. Digital Edge menyatakan bahwa CGK Campus akan memperkuat ekosistem cloud, AI, dan ekonomi digital di Indonesia secara signifikan.

Baca Juga :  Telkomsel Luncurkan Paket Internet Rumah Khusus Gamer

CGK Campus: Kapasitas Raksasa untuk Era Digital

Digital Edge membangun CGK Campus untuk memenuhi lonjakan kebutuhan komputasi dan penyimpanan data akibat adopsi cloud computing, big data, dan AI yang terus meningkat. Fasilitas ini menyediakan kapasitas awal 500 megawatt (MW) dan dapat berkembang hingga 1 gigawatt (GW). Kapasitas sebesar ini menempatkan Indonesia di peta infrastruktur digital global.

Perusahaan membangun gedung secara bertahap. Gedung pertama mulai beroperasi pada kuartal IV 2026, gedung kedua pada kuartal I 2027, dan gedung ketiga pada kuartal II 2027. Digital Edge memilih Bekasi karena lokasinya strategis, hanya 15 km dari klaster pusat data utama dan sekitar 40 km dari fasilitas perusahaan di Jakarta. Posisi ini memungkinkan konektivitas berlatensi rendah ke pusat bisnis nasional.

Baca Juga :  Internet Rakyat Rp 100 Ribu Masuk Tahap Distribusi dan Aktivasi

Teknologi Ramah Lingkungan dan Efisiensi Tinggi

Digital Edge memasang direct-to-chip liquid cooling untuk mendinginkan server AI secara efisien. CGK Campus menargetkan Power Usage Effectiveness (PUE) tahunan 1,25, termasuk salah satu terbaik di kelas pusat data hyperscale. Sistem ini memanfaatkan daur ulang air dan energi terbarukan sehingga operasional pusat data tetap ramah lingkungan.

Jaringan dan Konektivitas Andal

PT Indointernet Tbk (Indonet), anak perusahaan Digital Edge di Indonesia, membangun jaringan serat optik sebagai tulang punggung kampus. Perusahaan memasang semua jalur di bawah tanah untuk meningkatkan ketahanan jaringan. Sebelumnya, Indonet menanam modal Rp283 miliar di fasilitas EDGE1 dan EDGE2 di Jakarta untuk memperkuat infrastruktur digital.

Baca Juga :  Penjualan Smartphone Samsung Tahun 2025 Meningkat

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital

CEO Digital Edge Indonesia, Stephanus Oscar, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi digital Indonesia melampaui kapasitas infrastruktur yang tersedia. CGK Campus menyediakan kapasitas 500 MW yang siap mendukung pengembangan AI dan cloud berskala besar. Proyek ini membuka peluang lapangan kerja baru dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

CEO Digital Edge, John Freeman, menegaskan, “CGK Campus menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di era ekonomi digital dan AI.”

Dengan investasi besar, teknologi canggih, dan jaringan serat optik andal, Bekasi bergerak menuju hub AI regional dan simbol transformasi kota menjadi pusat data modern yang mendukung ekosistem digital nasional.(*)

Berita Terkait

AI Palsu Jadi Senjata Baru Hacker, ChatGPT Paling Banyak Dipakai sebagai Kedok
iPhone 18 Pro vs iPhone 18 Pro Max: Baterai Jumbo 5.567 mAh hingga Kamera Variable Aperture, Mana yang Lebih Layak Dibeli?
Engagement Instagram Turun Drastis? Ini Penyebab Utama dan Cara Menaikkannya Lagi
Pajak Marketplace Ditunda 2 Bulan! Seller Online Siap Hadapi Aturan Baru November 2026
Pendapatan YouTube AdSense Tidak Masuk? Ini Penyebab, Jadwal Pencairan, dan Cara Mengatasinya
Bareskrim Ungkap Modus Baru Judi Online: Deposit Pakai Pulsa, Anak Jadi Sasaran Risiko
Instagram Reels Tidak Dibayar per View? Ini Cara Monetisasi Terbaru agar Konten Tetap Menghasilkan Uang
Data Pribadi Bocor? Ini Cara Melindungi NIK, Rekening, OTP, dan Jejak Digital dari Penipuan Online
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:01 WIB

AI Palsu Jadi Senjata Baru Hacker, ChatGPT Paling Banyak Dipakai sebagai Kedok

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:01 WIB

iPhone 18 Pro vs iPhone 18 Pro Max: Baterai Jumbo 5.567 mAh hingga Kamera Variable Aperture, Mana yang Lebih Layak Dibeli?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Engagement Instagram Turun Drastis? Ini Penyebab Utama dan Cara Menaikkannya Lagi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Pajak Marketplace Ditunda 2 Bulan! Seller Online Siap Hadapi Aturan Baru November 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Pendapatan YouTube AdSense Tidak Masuk? Ini Penyebab, Jadwal Pencairan, dan Cara Mengatasinya

Berita Terbaru