Ramai Bank Sentral Borong Emas, BI Angkat Bicara

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tren Bank Sentral Borong Emas

Tren Bank Sentral Borong Emas

BISNIS,JS- Bank Indonesia (BI) menanggapi tren bank sentral dunia yang semakin aktif membeli emas untuk memperkuat cadangan devisa. Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juli Budi Winantya, menekankan bahwa setiap bank sentral mengatur komposisi cadangan devisanya sendiri, termasuk alokasi emas.

Strategi Cadangan Devisa Berbeda Setiap Bank Sentral

“Setiap bank sentral memiliki strategi internal untuk mengelola cadangan devisa, termasuk komposisi mata uang dan emas. Fenomena ini terjadi di banyak negara,” ujar Juli saat Editor Briefing di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (6/2).

Baca Juga :  Cukup Praktis, Begini Cara Jual Beli Emas di Pegadaian

Kenaikan harga emas global mendorong lembaga keuangan dan bank sentral membeli emas. Para ekonom menilai langkah ini bertujuan mengantisipasi depresiasi mata uang domestik terhadap dolar AS sekaligus mendiversifikasi cadangan dari dolar ke emas.

Cadangan Devisa Indonesia dan Emas

Juli memilih tidak mengungkap jumlah emas Indonesia secara rinci. Berdasarkan data International Monetary Fund’s Dissemination Standards Bulletin Board (DSBB) di Statistik BI, cadangan devisa Indonesia per Januari 2026 tercatat USD 154,58 miliar, turun dari USD 156,47 miliar pada Desember 2025. Dari total itu, nilai emas mencapai USD 14,46 miliar, naik dari USD 11,93 miliar bulan sebelumnya. Data ini belum menunjukkan volume emas dalam ton.

Baca Juga :  Pasca Jadi BUMN, BSI Berambisi Naik Kelas Jadi Bank KBMI 4

Contoh Tren Global: People’s Bank of China

People’s Bank of China (PBoC) menjadi contoh bank sentral yang rutin menambah cadangan emas. Pada Januari 2026, cadangan emas PBoC naik 160.000 troy ounces menjadi 72,96 juta troy ounces. Menurut laporan World Gold Council (WGC), total cadangan devisa PBoC mencapai USD 3,74 triliun dengan cadangan emas 2.306 ton pada kuartal IV 2025. WGC memprediksi tren pembelian emas ini akan terus berlanjut.

Baca Juga :  Investasi Emas Digital Kian Populer, Ini Daftar APK Resmi

Dampak Harga Emas pada Inflasi Indonesia

Kenaikan harga emas global mempengaruhi harga emas di Indonesia. Emas batangan Antam dan Galeri24 sempat menembus rekor tertinggi awal tahun ini, mencapai Rp 3 juta per gram.

Juli menegaskan bahwa inflasi Indonesia tetap terkendali. “Emas perhiasan masuk komponen Indeks Harga Konsumen (IHK), sehingga berpengaruh pada inflasi. Namun inflasi inti, yang mencerminkan interaksi penawaran, tetap rendah sekitar 2,3 persen,” jelasnya.(*)

Berita Terkait

IHSG Meledak ke 7.184! Saham IMPC Terbang 21%, Ini Daftar Saham Cuan Hari Ini
Pinjaman Online vs Bank 2026: Mana Lebih Untung? Ini Perbandingan Bunga yang Bikin Kaget!
Jangan Sampai Salah! Ini Asuransi Kesehatan Terbaik 2026 dengan Premi Murah & Manfaat Besar
Kredit Murah 6% dari Koperasi Merah Putih Jadi Solusi!, Tekan Pinjol
Laba Bank Mega Melejit 28% ke Rp 3,36 Triliun di 2025, Strategi 2026 Jadi Sorotan Investor
Aturan Baru BBM Subsidi Berlaku 1 April 2026: Batas Pertalite & Solar Diperketat, Ini Dampaknya ke Pengguna!
Rahasia Pensiunan Tetap Kaya di 2026: Ini 10 Ide Bisnis Santai yang Terbukti Cuan
Bingung Mulai Investasi? Ini 5 Tips Jitu Pilih Investasi Terbaik 2026 untuk Pemula
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 13:00 WIB

IHSG Meledak ke 7.184! Saham IMPC Terbang 21%, Ini Daftar Saham Cuan Hari Ini

Rabu, 1 April 2026 - 23:00 WIB

Pinjaman Online vs Bank 2026: Mana Lebih Untung? Ini Perbandingan Bunga yang Bikin Kaget!

Rabu, 1 April 2026 - 20:00 WIB

Jangan Sampai Salah! Ini Asuransi Kesehatan Terbaik 2026 dengan Premi Murah & Manfaat Besar

Rabu, 1 April 2026 - 16:00 WIB

Kredit Murah 6% dari Koperasi Merah Putih Jadi Solusi!, Tekan Pinjol

Rabu, 1 April 2026 - 15:00 WIB

Laba Bank Mega Melejit 28% ke Rp 3,36 Triliun di 2025, Strategi 2026 Jadi Sorotan Investor

Berita Terbaru