THR ASN 2026 Naik Jadi Rp 55 Triliun, Kapan Cairnya?

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pemberian THR ASN dari Pemerintah. (Sumber/Google)

Ilustrasi pemberian THR ASN dari Pemerintah. (Sumber/Google)

JAKARTA,JS- Pemerintah menyiapkan Rp 55 triliun untuk Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri. Anggaran ini meningkat dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 49,4 triliun.

Pemerintah Targetkan Pencairan Awal Ramadan

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan pemerintah menargetkan pencairan THR pada awal Ramadan. “Saya tidak tahu tanggal pastinya, tapi kami berharap di awal-awal puasa sudah bisa menyalurkan THR,” ujarnya di Wisma Danantara, Ahad (15/2/2026).

Baca Juga :  Full Senyum, THR dan Gaji ke-13 Pensiunan PNS Segera Cair

Untuk itu, pemerintah akan menyalurkan THR melalui Peraturan Pemerintah (PP) yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto. Tahun lalu, Presiden mengatur THR dan gaji ke-13 untuk sekitar 9,4 juta aparatur negara melalui PP Nomor 11 Tahun 2025.

Pemerintah Menentukan Komponen THR

Menurut Kementerian Keuangan, THR dan gaji ke-13 mencakup gaji pokok, tunjangan melekat, dan tunjangan kinerja 100 persen. Pemerintah menerapkan skema ini untuk ASN pusat, prajurit TNI-Polri, serta para hakim.

Sementara itu, pemerintah menyesuaikan jumlah THR ASN daerah dengan kemampuan fiskal masing-masing daerah. Selain itu, pemerintah memberikan THR untuk pensiunan setara uang pensiun bulanan.

Baca Juga :  DPR Sorot Kesiapan Industri Bayar THR, Usulkan Revisi Aturan

THR Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah memasukkan THR sebagai strategi untuk meningkatkan belanja negara dan mendorong konsumsi masyarakat. Dengan langkah ini, Menteri Keuangan menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 mencapai 5,4-6 persen. (*)

Berita Terkait

BKN Luruskan Data 2.722 ASN Mengundurkan Diri, Mayoritas Ternyata Beralih Status Jadi PPPK Penuh Waktu
Harga Bright Gas Turun Lagi 15 Agustus 2026, Cek Harga 5,5 Kg dan 12 Kg serta Promo Hematnya
Gempa NTT M7,7 Guncang Nagekeo, Tsunami Terdeteksi hingga 94 Cm, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Dini
Pidato Kenegaraan Prabowo 2026: 121 Kebijakan Transformatif, Swasembada Pangan, MBG hingga Koperasi Merah Putih
PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi PPPK Penuh Waktu, BKN Ungkap 1.147 ASN Sudah Beralih Status
2.722 ASN Mundur pada Semester I 2026, Mayoritas Baru Bekerja hingga 5 Tahun: Alarm Serius bagi Pemerintah
Pajak ETF Emas Bisa Dibebaskan? Ini Strategi Baru Pemerintah untuk Dongkrak Investasi Gold ETF
Orang Kaya Dilarang Beli Pertalite, Pemerintah Siapkan Sistem Baru Berdasarkan Desil
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:01 WIB

BKN Luruskan Data 2.722 ASN Mengundurkan Diri, Mayoritas Ternyata Beralih Status Jadi PPPK Penuh Waktu

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Harga Bright Gas Turun Lagi 15 Agustus 2026, Cek Harga 5,5 Kg dan 12 Kg serta Promo Hematnya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Gempa NTT M7,7 Guncang Nagekeo, Tsunami Terdeteksi hingga 94 Cm, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Dini

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Pidato Kenegaraan Prabowo 2026: 121 Kebijakan Transformatif, Swasembada Pangan, MBG hingga Koperasi Merah Putih

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:01 WIB

PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi PPPK Penuh Waktu, BKN Ungkap 1.147 ASN Sudah Beralih Status

Berita Terbaru