Rupiah Kembali Melemah ke Rp 16.737 Per Dolar AS

- Jurnalis

Kamis, 13 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Rupiah makin melemah terhadap Dolar AS. Rp 16 737 per dolar AS.

Ilustrasi Rupiah makin melemah terhadap Dolar AS. Rp 16 737 per dolar AS.

JAKARTA, JS – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (13/11/2025).

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.16 WIB, rupiah turun 0,12% atau 20 poin ke Rp16.737 per dolar AS. Indeks dolar AS melemah tipis 0,02% ke 99,47.

Di Asia, pergerakan mata uang bervariasi. Ringgit Malaysia naik 0,05%, peso Filipina 0,06%, dan dolar Hong Kong 0,02%. Yen Jepang terapresiasi 0,06%, sedangkan dolar Taiwan turun 0,10% dan won Korea Selatan melemah 0,08%, sama seperti rupiah.

Baca Juga :  Jangan Salah, Ini Cara Daftar dan Manfaat DTSEN

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai rupiah masih tertekan. Pada perdagangan Rabu (12/11), rupiah turun 30 poin dan ditutup di Rp16.724 per dolar AS.

“Rupiah hari ini diperkirakan bergerak fluktuatif, tapi cenderung melemah di kisaran Rp16.720–Rp16.760 per dolar AS,” ujar Ibrahim.

Ibrahim menyebut pasar meragukan langkah The Fed dalam memangkas suku bunga lanjutan akhir tahun, sehingga mendorong penguatan dolar AS.

Dari dalam negeri, pelaku pasar akan mencermati data makroekonomi dan proyeksi pertumbuhan ekonomi BI. BI memperkirakan pertumbuhan Indonesia pada 2026 mencapai 5,33%, sedikit di bawah target pemerintah dan DPR sebesar 5,4% dalam APBN 2026.

Baca Juga :  PPPK Sekolah Rakyat 2026: Pengumuman Lulus Administrasi Terbaru, Ini Jadwal dan Lokasi Tes CAT

“Proyeksi BI mempertimbangkan kondisi global dan domestik. Target pemerintah realistis, tapi bergantung pada percepatan belanja fiskal,” jelas Ibrahim.

Sementara OECD memperkirakan pertumbuhan Indonesia hanya 4,9% pada 2026, lebih rendah dari perkiraan BI maupun pemerintah.

Ibrahim menambahkan, BI menyiapkan langkah menjaga pertumbuhan ekonomi lewat potensi penurunan suku bunga, ekspansi likuiditas moneter, dan kebijakan makroprudensial.(AN)

Berita Terkait

Hoaks Rekrutmen PPPK Kemenag 2026 Kembali Beredar, Masyarakat Diminta Jangan Tertipu
84 Persen Pemda Kesulitan Bayar Gaji PPPK 2026, TPP ASN Dipangkas, Benarkah Pengangkatan PNS Jadi Solusi?
Prabowo Libatkan Danantara di KSSK, Strategi Baru Perkuat Stabilitas Keuangan dan Investasi Nasional
Rupiah Melemah ke Rp18.087 per Dolar AS, Investor Cermati Arah Kebijakan Bank Indonesia
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 28 Juli 2026 Naik atau Turun? Cek Daftar Lengkapnya Disini
BGN Pecat 261 Pegawai Program Makan Bergizi Gratis, Judi Online hingga Dugaan Penyalahgunaan Uang Jadi Pemicu
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Minggu, 26 Juli 2026 Stabil! Cek Daftar Lengkapnya Disini
Cara Investasi Emas Digital untuk Pemula 2026, Modal Mulai Rp1.000 Bisa Untung Besar? Simak Panduan Lengkapnya
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:01 WIB

Hoaks Rekrutmen PPPK Kemenag 2026 Kembali Beredar, Masyarakat Diminta Jangan Tertipu

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:01 WIB

84 Persen Pemda Kesulitan Bayar Gaji PPPK 2026, TPP ASN Dipangkas, Benarkah Pengangkatan PNS Jadi Solusi?

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:01 WIB

Rupiah Melemah ke Rp18.087 per Dolar AS, Investor Cermati Arah Kebijakan Bank Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:12 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 28 Juli 2026 Naik atau Turun? Cek Daftar Lengkapnya Disini

Senin, 27 Juli 2026 - 21:01 WIB

BGN Pecat 261 Pegawai Program Makan Bergizi Gratis, Judi Online hingga Dugaan Penyalahgunaan Uang Jadi Pemicu

Berita Terbaru