Kos-Kosan Masih Jadi Primadona, Ini Strategi Agar Untung Stabil

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cara mendapatkan untung dari bisnis kos-kosan. (Sumber/Google)

Cara mendapatkan untung dari bisnis kos-kosan. (Sumber/Google)

BISNIS,JS- Bisnis co-living atau kos-kosan masih menarik minat investor properti di Indonesia. Tingginya mobilitas penduduk dan kebutuhan hunian di kawasan perkotaan terus mendorong pertumbuhan sektor ini. Karena itu, kos-kosan masih menawarkan prospek jangka panjang yang stabil.

Meski demikian, calon investor perlu memahami strategi dasar sebelum memulai. Tanpa perencanaan matang, potensi keuntungan justru sulit tercapai. Hal ini disampaikan Country Director of Growth & VP of Online Marketing Cove Indonesia, Dian Paskalis, dalam keterangannya kepada Kompas.com.

Tentukan Alasan Berinvestasi Sejak Awal

Pertama, calon pemilik kos harus memahami alasan utama terjun ke bisnis kos-kosan. Tujuan yang jelas membantu investor menentukan konsep, target pasar, dan pola pengelolaan.

Baca Juga :  Modal Terjangkau, Ini Peluang Bisnis Jasa Les Online

Selain itu, Dian menilai bisnis kos-kosan memiliki keunggulan dari sisi fleksibilitas. Pemilik dapat bekerja sama dengan operator profesional untuk mengelola properti secara optimal.

“Banyak pilihan instrumen investasi saat ini. Karena itu, investor perlu memastikan alasan memilih kos-kosan sejak awal,” ujar Dian.

Manfaatkan Kenaikan Harga Sewa Tahunan

Selanjutnya, Dian menyoroti tren kenaikan harga sewa kos yang terjadi hampir setiap tahun. Kondisi ini membuat kos-kosan menjadi bisnis yang bertumbuh secara alami.

Di sisi lain, kebutuhan hunian terus meningkat. Tidak semua masyarakat mampu membeli rumah, sehingga kos-kosan tetap menjadi solusi utama tempat tinggal.

“Permintaan hunian tidak akan berhenti. Itu yang membuat bisnis ini relatif stabil,” jelasnya.

Pastikan Dua Pendorong Permintaan Berjalan Bersamaan

Kemudian, Dian menegaskan pentingnya memahami pendorong permintaan atau demand driver. Dari pengalaman Cove, lokasi memegang peran krusial, terutama jika dekat perkantoran dan kampus.

Namun, kos yang hanya mengandalkan satu pendorong permintaan sering kali tidak stabil. Kawasan kampus biasanya cepat dipenuhi properti serupa, sehingga persaingan meningkat tajam.

Baca Juga :  Mulai Usaha Cetak Merchandise, Modal Kecil Untung Besar

Sebaliknya, pekerja kantoran cenderung mencari hunian jangka panjang. Mereka mengutamakan kenyamanan dan konsistensi tempat tinggal.

“Minimal kos harus memiliki dua pendorong permintaan agar tingkat hunian tetap terjaga,” tegas Dian.

Perhatikan Kualitas Bangunan Sejak Perencanaan

Selain lokasi, kualitas bangunan tidak kalah penting. Dian meminta calon investor memperhatikan insulasi dan tingkat kelembapan sejak tahap pembangunan.

Bangunan yang lembap memicu jamur dan mengganggu kesehatan penghuni. Sementara itu, insulasi yang buruk menimbulkan kebisingan dan mengurangi privasi.

“Kenyamanan menjadi faktor utama yang menentukan penghuni betah atau tidak,” tambahnya.

Baca Juga :  Jualan Makanan Online, Usaha Rumahan Gaji Kantoran

Kelola Operasional Secara Konsisten

Terakhir, Dian menekankan pentingnya pengelolaan operasional. Pemilik kos perlu memahami target pasar, memetakan kompetitor, serta menyediakan fasilitas sesuai kebutuhan penghuni.

Namun, semua strategi tersebut harus berjalan beriringan dengan pengelolaan harian yang rapi.

“Pengelolaan yang baik menjaga kebersihan, mencegah kebocoran biaya, dan memastikan seluruh fasilitas berfungsi optimal,” pungkas Dian.

Dengan strategi tepat dan manajemen profesional, bisnis kos-kosan mampu tumbuh stabil dan menjadi investasi properti yang berkelanjutan.(*)

Berita Terkait

BRI Raih Penghargaan Bank UMKM Terbaik 2027, Ini Program untuk Petani dan Pengusaha Desa
Kurs Dolar AS Hari Ini 2 Oktober 2026: Cek Harga Jual dan Beli di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI
Ingin jadi Nasabah BCA Prioritas 2026: Ini Syarat, Cara Dapat Undangan dan Keuntungannya
Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar
MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM
Terbaru! KUR BRI Rp20 Juta September 2026: Cicilan Mulai Rp396 Ribu, Cek Simulasi Lengkap dan Syarat Pinjaman BRI
IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Investor Wajib Cermati Level 6.000 dan 6.200
BI Rate Diprediksi Naik Lagi Akhir 2026, Rupiah Jadi Perhatian dan Dampaknya ke Bunga Bank
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:59 WIB

BRI Raih Penghargaan Bank UMKM Terbaik 2027, Ini Program untuk Petani dan Pengusaha Desa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Kurs Dolar AS Hari Ini 2 Oktober 2026: Cek Harga Jual dan Beli di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Ingin jadi Nasabah BCA Prioritas 2026: Ini Syarat, Cara Dapat Undangan dan Keuntungannya

Rabu, 30 September 2026 - 21:45 WIB

Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar

Rabu, 30 September 2026 - 18:01 WIB

MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM

Berita Terbaru

Nasional

Gempa Megathrust Ancam Sumatera, Ini Penjelasan Lengkap Ahli

Jumat, 2 Okt 2026 - 21:30 WIB