Waspada! Uang Palsu Pecahan Rp100 Ribu Ditemukan di Pasar Hiang, Begini Ciri-cirinya

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Heboh dugaan uang palsu beredar di pasar tradisional hiang, Kerinci

Heboh dugaan uang palsu beredar di pasar tradisional hiang, Kerinci

KERINCI,JS- KERINCI – Aktivitas jual beli di pasar tradisional Hiang, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, mendadak menjadi sorotan publik. Pasalnya, sejumlah pedagang dilaporkan menemukan uang tunai yang diduga uang palsu dengan pecahan Rp100.000 dan Rp50.000, Kamis (26/3/2026).

Peristiwa ini langsung menyebar luas dan menjadi viral di media sosial. Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin waspada, terutama karena kejadian berlangsung saat suasana libur Lebaran Idul Fitri, ketika aktivitas ekonomi di pasar meningkat signifikan.

Modus Diduga Manfaatkan Ramainya Transaksi Lebaran

Di tengah lonjakan transaksi selama momen Lebaran, pelaku diduga memanfaatkan kelengahan pedagang. Situasi pasar yang ramai membuat proses jual beli berlangsung cepat, sehingga pemeriksaan uang sering kali tidak dilakukan secara detail.

Baca Juga :  Tak Lagi Menumpuk! Strategi Baru Sampah Kerinci Bikin Penanganan Lebih Cepat

Akibatnya, beberapa pedagang baru menyadari adanya uang palsu setelah transaksi selesai. Temuan ini pun memicu kekhawatiran luas, mengingat peredaran uang palsu dapat merugikan masyarakat kecil.

Selain itu, kondisi ini memperlihatkan bahwa pelaku kemungkinan sudah merencanakan aksinya dengan matang. Mereka diduga sengaja memilih waktu ketika pengawasan terhadap transaksi cenderung longgar.

Viral di Media Sosial, Warganet Ikut Bereaksi

Informasi terkait dugaan peredaran uang palsu pertama kali mencuat dari unggahan akun Facebook milik seorang warga bernama S Yetri. Dalam unggahan tersebut, ia menyebutkan bahwa banyak pedagang menemukan uang yang diduga palsu atau upal.

Seiring berjalannya waktu, unggahan itu langsung menarik perhatian warganet. Banyak pengguna media sosial membagikan ulang informasi tersebut agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui kejadian ini.

Tidak hanya itu, kolom komentar pun dipenuhi berbagai reaksi. Sebagian warganet memberikan apresiasi terhadap kejujuran pedagang yang tidak langsung menggunakan uang tersebut. Sementara itu, sebagian lainnya mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan saat bertransaksi, terutama di pasar tradisional.

Pedagang Pilih Laporkan, Tidak Gunakan Uang Temuan

Menariknya, para pedagang yang menemukan uang tersebut memilih untuk tidak menggunakannya. Mereka justru menyimpan uang itu sebagai barang bukti dan berencana melaporkannya kepada pihak berwenang.

Langkah ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Kejujuran pedagang dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, sekaligus upaya mencegah kerugian yang lebih besar.

Di sisi lain, tindakan tersebut juga menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap bahaya uang palsu mulai meningkat. Hal ini menjadi sinyal positif dalam upaya menjaga stabilitas transaksi ekonomi di tingkat lokal.

Masyarakat Desak Aparat Bertindak Cepat

Seiring viralnya kasus ini, masyarakat sekitar berharap aparat penegak hukum segera turun tangan. Mereka meminta agar pelaku penyebaran uang palsu dapat segera diidentifikasi dan ditangkap.

Selain itu, warga juga mendorong adanya sosialisasi mengenai cara membedakan uang asli dan palsu. Edukasi ini dinilai penting, terutama bagi pedagang kecil yang menjadi pihak paling rentan.

Tidak hanya itu, peningkatan pengawasan di area pasar tradisional juga dianggap sebagai langkah strategis. Dengan demikian, potensi peredaran uang palsu bisa ditekan sejak dini.

Baca Juga :  Bupati Kerinci Hadir Bersama Ribuan Warga di Sholat Idul Fitri, Ini Pesan Pentingnya!

Tips Mengenali Uang Palsu Agar Tidak Jadi Korban

Untuk menghindari kerugian, masyarakat perlu lebih teliti saat menerima uang tunai. Berikut beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan:

  • Dilihat: Perhatikan warna, gambar, dan benang pengaman pada uang
  • Diraba: Rasakan tekstur kasar pada bagian tertentu
  • Diterawang: Lihat watermark dan gambar tersembunyi

Dengan menerapkan metode tersebut, risiko menerima uang palsu dapat diminimalkan.

Momentum Peringatan bagi Masyarakat

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa kejahatan finansial bisa terjadi kapan saja, terutama saat momen ramai seperti Lebaran. Oleh karena itu, kewaspadaan harus selalu ditingkatkan.

Lebih jauh, kolaborasi antara masyarakat dan aparat sangat dibutuhkan untuk mencegah kejadian serupa terulang. Jika menemukan indikasi uang palsu, masyarakat diimbau segera melapor ke pihak berwenang.(TIM)

Berita Terkait

Sri Kartini Alfin : TP-PKK Sungai Penuh Dorong Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Keluarga, Ini Programnya
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rabu 19 Agustus 2026: Cek Harganya Disini
Cegah Rabies Menyebar, Pemkot Sungai Penuh Gerak Cepat Vaksinasi Anjing dan Kucing
Rotasi Besar Kejati Jambi! Mia Banulita Jadi Wakajati, Ini Pejabat yang Dilantik Sugeng Hariadi
Rektor IAIN Kerinci Jafar Ahmad Ajak Sivitas Akademika Jadikan Kemerdekaan sebagai Energi untuk Membangun Kampus
Rekening ASN Sungai Penuh Terindikasi Judol Bisa Saja Diblokir, BKPSDM: Siap-Siap Sanksi Tegas
Pemkab Merangin Banding Putusan PTUN Jambi, Nasib Kepala Desa Sungai Kapas Masih Berlanjut
Semarak HUT RI ke-81, Wali Kota Alfin Lepas Ribuan Peserta Pawai di Sungai Penuh
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Sri Kartini Alfin : TP-PKK Sungai Penuh Dorong Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Keluarga, Ini Programnya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rabu 19 Agustus 2026: Cek Harganya Disini

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Cegah Rabies Menyebar, Pemkot Sungai Penuh Gerak Cepat Vaksinasi Anjing dan Kucing

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Rotasi Besar Kejati Jambi! Mia Banulita Jadi Wakajati, Ini Pejabat yang Dilantik Sugeng Hariadi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Rekening ASN Sungai Penuh Terindikasi Judol Bisa Saja Diblokir, BKPSDM: Siap-Siap Sanksi Tegas

Berita Terbaru