20 Desa di Kerinci Belum Nikmati Internet Stabil, Diskominfo Kerinci Ajukan Tower BTS

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis Diskominfo Kerinci, Yulldi Candra saat menyerahkan proposal pembangunan jaringan telekomunikasi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital.

Kadis Diskominfo Kerinci, Yulldi Candra saat menyerahkan proposal pembangunan jaringan telekomunikasi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital.

KERINCI,JS- Permasalahan blank spot atau wilayah tanpa jaringan komunikasi masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Hingga Mei 2026, sekitar 20 desa masih mengalami keterbatasan akses sinyal telepon dan internet sehingga aktivitas masyarakat terganggu di berbagai sektor.

Kondisi tersebut tidak hanya menghambat komunikasi warga sehari-hari, tetapi juga memperlambat perkembangan ekonomi digital, layanan pendidikan online, hingga akses informasi publik dari pemerintah daerah.

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kerinci menyebut beberapa desa yang masih masuk kategori blank spot tersebar di sejumlah kecamatan dengan kondisi geografis pegunungan dan perbukitan yang cukup ekstrem.

Kepala Diskominfo Kabupaten Kerinci, Yuldi Candra, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi agar masyarakat di wilayah terpencil bisa menikmati akses jaringan komunikasi yang layak seperti daerah lain.

“Wilayah dengan kondisi geografis tertentu memang menjadi tantangan besar dalam pemerataan jaringan telekomunikasi,” ujar Yuldi Candra, Rabu 27 Mei 2026.

Daftar Desa di Kerinci yang Masih Mengalami Blank Spot

Beberapa desa yang hingga kini masih mengalami kesulitan jaringan komunikasi antara lain:

  • Desa Danau Tinggi, Kecamatan Gunung Kerinci
  • Desa Simpang Tutup, Kecamatan Gunung Kerinci
  • Desa Margo, Kecamatan Gunung Raya
  • Desa Pungut Hilir, Kecamatan Air Hangat Timur

Selain desa tersebut, Diskominfo Kerinci juga mencatat sejumlah wilayah lain yang kualitas jaringan internet dan sinyal telepon selulernya masih sangat lemah.

Akibat kondisi itu, masyarakat sering kesulitan melakukan komunikasi dasar seperti telepon, mengirim pesan, hingga mengakses layanan digital.

Bahkan dalam kondisi tertentu, warga harus pergi ke titik tertentu di perbukitan atau area terbuka hanya untuk mendapatkan sinyal internet.

Geografis Pegunungan Jadi Kendala Utama Pembangunan Tower BTS

Kabupaten Kerinci memang dikenal memiliki bentang alam pegunungan yang cukup luas. Sebagian wilayah berada di kawasan perbukitan dan lereng pegunungan yang sulit dijangkau kendaraan berat maupun infrastruktur modern.

Faktor geografis tersebut membuat pembangunan tower BTS dan jaringan fiber optik membutuhkan biaya besar serta proses teknis yang lebih rumit dibanding wilayah perkotaan.

Selain itu, beberapa desa blank spot berada jauh dari pusat kecamatan sehingga operator telekomunikasi masih mempertimbangkan aspek investasi dan jumlah pengguna.

Di sisi lain, kebutuhan internet cepat di desa terus meningkat setiap tahun. Warga kini membutuhkan jaringan stabil untuk pendidikan, transaksi digital, media sosial, pekerjaan online, hingga layanan administrasi pemerintah.

Karena itu, pemerataan akses internet menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat pedesaan di Kabupaten Kerinci.

Dampak Blank Spot terhadap Pendidikan dan Ekonomi Warga

Minimnya akses internet dan jaringan komunikasi memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat desa.

Di sektor pendidikan, siswa mengalami kesulitan mengakses materi pembelajaran digital. Banyak pelajar tidak dapat mengikuti pembelajaran online secara optimal ketika guru memberikan tugas berbasis internet.

Selain itu, mahasiswa yang tinggal di desa blank spot juga kesulitan mengikuti kuliah daring, mengirim tugas, hingga mengakses jurnal pendidikan.

Sementara di sektor ekonomi, keterbatasan internet menghambat pelaku UMKM desa dalam memasarkan produk secara online.

Padahal tren bisnis digital dan perdagangan elektronik terus berkembang pesat di Indonesia. Banyak pelaku usaha kecil membutuhkan media sosial, marketplace, dan layanan pembayaran digital untuk meningkatkan penjualan.

Namun tanpa jaringan internet stabil, peluang tersebut sulit dimanfaatkan secara maksimal.

Kondisi blank spot juga membuat masyarakat tertinggal dalam akses informasi pekerjaan, peluang usaha, hingga perkembangan harga pasar.

Layanan Publik dan Administrasi Pemerintah Ikut Terganggu

Tidak hanya pendidikan dan ekonomi, pelayanan publik juga terdampak akibat lemahnya jaringan komunikasi.

Saat ini banyak layanan pemerintahan sudah menggunakan sistem digital. Mulai dari administrasi kependudukan, layanan kesehatan, hingga pelaporan data masyarakat membutuhkan koneksi internet yang stabil.

Di beberapa desa, perangkat desa kesulitan mengirim laporan administrasi tepat waktu karena jaringan internet sering hilang.

Selain itu, masyarakat juga mengalami kendala saat mengakses layanan kesehatan digital, BPJS online, maupun aplikasi pemerintah lainnya.

Situasi tersebut membuat kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan semakin terlihat.

Baca Juga :  70 Desa di Kerinci Resmi Go Digital, Urus Surat Kini Tak Perlu Antre Lama

Pemkab Kerinci Ajukan Proposal ke Pemerintah Pusat

Untuk mengatasi persoalan blank spot, Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Diskominfo telah mengajukan proposal pembangunan jaringan telekomunikasi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital.

Langkah itu dilakukan agar pembangunan infrastruktur komunikasi di desa-desa terpencil dapat segera direalisasikan.

Pemerintah daerah berharap dukungan dari pemerintah pusat bisa mempercepat pembangunan tower BTS dan perluasan jaringan internet di Kabupaten Kerinci.

Selain mengandalkan pemerintah pusat, Pemkab Kerinci juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta dan operator telekomunikasi.

Kerja sama tersebut dinilai penting agar pembangunan jaringan komunikasi tidak berjalan lambat.

Pemerintah daerah menilai akses internet saat ini sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat, bukan lagi sekadar fasilitas tambahan.

Internet Cepat Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Digital Desa

Pemerataan jaringan internet kini menjadi salah satu indikator penting dalam pembangunan daerah.

Daerah dengan akses internet yang baik biasanya lebih cepat berkembang dalam sektor ekonomi digital, pendidikan modern, dan investasi usaha.

Sebaliknya, wilayah blank spot berisiko tertinggal karena masyarakat sulit mengikuti perkembangan teknologi.

Di era digital saat ini, internet juga membuka peluang baru bagi masyarakat desa untuk menghasilkan pendapatan tambahan.

Mulai dari bisnis online, content creator, pemasaran produk pertanian, hingga pekerjaan freelance semuanya membutuhkan koneksi internet stabil.

Karena itu, pembangunan jaringan komunikasi di desa terpencil dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Warga Berharap Jaringan Internet Segera Masuk Desa

Masyarakat di wilayah blank spot berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan jaringan komunikasi.

Warga ingin menikmati akses internet dan sinyal telepon yang stabil seperti daerah lain di Indonesia.

Mereka menilai jaringan internet bukan hanya kebutuhan hiburan, tetapi sudah menjadi sarana penting untuk pendidikan anak, usaha keluarga, hingga komunikasi darurat.

Jika jaringan telekomunikasi membaik, masyarakat optimistis aktivitas ekonomi dan pelayanan publik di desa akan berkembang lebih cepat.

Baca Juga :  Efisiensi Anggaran! Pemkab Muaro Jambi Stop Sewa Mobil Dinas, Puluhan Kendaraan Bakal Ditarik Total

Selain itu, generasi muda di desa juga memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di era digital.

Pemerataan Sinyal Jadi Tantangan Besar Indonesia

Permasalahan blank spot sebenarnya tidak hanya terjadi di Kabupaten Kerinci. Banyak daerah pegunungan dan wilayah terpencil di Indonesia masih mengalami kesulitan akses komunikasi.

Karena itu, pemerintah pusat terus mendorong pembangunan infrastruktur digital nasional agar pemerataan internet dapat dirasakan seluruh masyarakat.

Pembangunan jaringan komunikasi di daerah terpencil juga menjadi bagian penting dalam mempercepat transformasi digital Indonesia.

Dengan akses internet yang merata, masyarakat desa dapat menikmati peluang pendidikan, ekonomi, dan layanan publik yang lebih baik.

Kabupaten Kerinci kini berharap program pembangunan jaringan telekomunikasi dapat segera direalisasikan sehingga seluruh desa terbebas dari blank spot dalam beberapa tahun mendatang.(AN)

Berita Terkait

Wako Alfin Sambangi BNPB, Bawa Usulan Rehabilitasi Infrastruktur dan Strategi Penanganan Bencana Sungai Penuh
Setelah 37 Tahun Gelap, 86 KK di Merangin Segera Nikmati Listrik PLN, Jaringan 3 Km Mulai Dibangun
Sekolah Kembali Dibuka, SD-SMP di Muaro Jambi Wajib Pakai Masker, PAUD dan TK Masih Belajar dari Rumah
Tebo Dihantui Karhutla, Api Muncul di Sejumlah Lokasi dalam Beberapa Hari Terakhir
Bunda PAUD Sri Kartini Alfin Ajak Anak Cintai Buku Sejak Dini, Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Ceria
Ujian Dinas dan Kenaikan Pangkat PNS 2026 Sungai Penuh Dibuka, Cek Syarat, Jadwal CAT BKN dan Cara Daftar
Karhutla Mengancam, BBTNKS Tutup Jalur Pendakian Gunung Kerinci Sejak 1 September
Sri Kartini Alfin Turun Langsung Salurkan Program 3S Sungai Penuh, Sasar Keluarga Berisiko Stunting
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 18:45 WIB

Wako Alfin Sambangi BNPB, Bawa Usulan Rehabilitasi Infrastruktur dan Strategi Penanganan Bencana Sungai Penuh

Kamis, 3 September 2026 - 16:01 WIB

Setelah 37 Tahun Gelap, 86 KK di Merangin Segera Nikmati Listrik PLN, Jaringan 3 Km Mulai Dibangun

Kamis, 3 September 2026 - 14:01 WIB

Sekolah Kembali Dibuka, SD-SMP di Muaro Jambi Wajib Pakai Masker, PAUD dan TK Masih Belajar dari Rumah

Kamis, 3 September 2026 - 13:01 WIB

Tebo Dihantui Karhutla, Api Muncul di Sejumlah Lokasi dalam Beberapa Hari Terakhir

Kamis, 3 September 2026 - 09:01 WIB

Ujian Dinas dan Kenaikan Pangkat PNS 2026 Sungai Penuh Dibuka, Cek Syarat, Jadwal CAT BKN dan Cara Daftar

Berita Terbaru