BUMD Muaro Jambi Teken PKS Sumur Minyak dengan Pertamina

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,JS- Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mengambil langkah strategis dalam mengembangkan potensi sektor minyak dan gas bumi. Melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Muaro Jambi Unggul (MJU), pemerintah daerah kini menjalin kerja sama dengan Pertamina Hulu Rokan dalam pengelolaan dan legalisasi sumur minyak rakyat.

PT MJU menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pertamina Hulu Rokan pada Jumat, 21 Agustus 2026. Penandatanganan berlangsung di Kantor SKK Migas, Jakarta Selatan.

Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno atau BBS hadir langsung dalam agenda tersebut. Kehadiran BBS menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap langkah PT MJU dalam membuka sumber pendapatan baru sekaligus mendorong tata kelola sumur minyak rakyat secara lebih terarah.

Kerja sama tersebut menjadi momentum penting bagi Muaro Jambi. Sebab, pengelolaan sumur minyak tidak hanya berkaitan dengan aktivitas produksi, tetapi juga menyangkut aspek legalitas, keselamatan kerja, tata kelola teknis, lingkungan, serta potensi kontribusi terhadap pendapatan daerah.

PT MJU Jadi BUMD Pertama di Jambi yang Teken Kerja Sama

Direktur PT Muaro Jambi Unggul Haryono menyampaikan bahwa pihaknya mendapat kepercayaan untuk menjalankan pengelolaan sumur minyak melalui kerja sama dengan Pertamina Hulu Rokan.

Menurut Haryono, posisi tersebut menjadi sebuah pencapaian penting bagi BUMD Muaro Jambi. Ia menyebut PT MJU sebagai badan usaha pertama di Provinsi Jambi yang memperoleh kepercayaan untuk menjalankan kerja sama pengelolaan sumur minyak rakyat dengan Pertamina.

“Alhamdulillah kami BUMD Muaro Jambi merupakan badan usaha pertama yang mendapat kepercayaan kontrak pengelolaan sumur minyak dari Pertamina,” ujar Haryono.

Langkah tersebut sekaligus membuka peluang baru bagi PT MJU untuk mengembangkan bisnis daerah pada sektor energi.

Selama ini, sektor minyak dan gas memiliki peran strategis dalam perekonomian. Karena itu, kerja sama antara BUMD dan perusahaan migas melalui skema yang sesuai aturan dapat membuka ruang bagi daerah untuk ikut mengambil manfaat ekonomi dari potensi sumber daya yang tersedia.

Bagi Muaro Jambi, momentum tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mencari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru.

Baca Juga :  Tol Bayung Lencir–Simpang Ness Jambi Mulai Bertarif Hari Ini Pukul 15.00 WIB, Cek Kesiapan Saldo dan Layanan Sebelum Melintas

Target Besar: Dorong Pendapatan Asli Daerah

Haryono berharap kerja sama dengan Pertamina Hulu Rokan tidak berhenti pada seremoni penandatanganan PKS. Ia ingin PT MJU segera menjalankan berbagai persiapan agar pengelolaan sumur minyak dapat berjalan secara profesional.

Menurut dia, kerja sama tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi BUMD Muaro Jambi untuk memberikan kontribusi nyata kepada pemerintah daerah.

“Harapan kami, penandatanganan PKS ini menjadi langkah awal bagi BUMD Muaro Jambi untuk memberikan kontribusi dan menyumbang PAD ke depannya,” kata Haryono.

Target tersebut tentu membutuhkan proses panjang. PT MJU harus membangun tata kelola yang kuat, menyiapkan sumber daya manusia, memastikan aspek teknis, serta menjalankan kegiatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun demikian, penandatanganan PKS memberikan fondasi awal bagi BUMD untuk bergerak lebih serius di sektor energi.

Selain mengejar kontribusi terhadap PAD, pengelolaan sumur minyak yang tertata juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Aktivitas ekonomi di sekitar sektor energi berpotensi menciptakan kebutuhan tenaga kerja, jasa pendukung, logistik, hingga berbagai aktivitas usaha lainnya.

Karena itu, keberhasilan program tersebut tidak hanya akan menjadi keuntungan bagi PT MJU, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi Muaro Jambi.

PT MJU Siapkan Good Engineering Practice

Setelah penandatanganan PKS, PT MJU bersama pemerintah daerah akan memasuki tahap persiapan teknis. Salah satu fokus utama mereka yaitu menyiapkan Good Engineering Practice (GEP).

GEP menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan pengelolaan sumur minyak berjalan dengan pendekatan teknis yang baik.

Haryono menegaskan bahwa PT MJU ingin menjalankan kerja sama tersebut dengan serius. Karena itu, pihaknya akan menyiapkan tata kelola teknis serta berbagai kebutuhan lain sebelum kegiatan berjalan lebih jauh.

“Kita akan siapkan tata kelola teknis dan semua hal terkait agar semua terlaksana dengan baik, saya juga memohon doa dari seluruh masyarakat Muaro Jambi,” tutur Haryono.

Persiapan teknis tersebut menjadi tahap penting karena aktivitas sumur minyak membutuhkan standar operasional yang jelas. Pengelola juga perlu memperhatikan keselamatan kerja, kondisi fasilitas produksi, pengawasan kegiatan, hingga aspek lingkungan.

Dengan begitu, PT MJU tidak sekadar mengejar target produksi. BUMD juga harus membangun sistem pengelolaan yang mampu menjaga keselamatan, efisiensi, kepatuhan, dan keberlanjutan kegiatan.

BBS Dorong BUMD Lebih Produktif

Kehadiran Bupati Bambang Bayu Suseno dalam agenda penandatanganan PKS turut memperlihatkan perhatian pemerintah Kabupaten Muaro Jambi terhadap perkembangan PT MJU.

Pemerintah daerah sebelumnya menghadapi kondisi BUMD yang sempat tidak menjalankan aktivitas secara optimal dalam waktu cukup lama. Kini, pemerintah kembali mendorong perusahaan daerah tersebut agar mampu menjalankan fungsi bisnis dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pengaktifan kembali BUMD menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah daerah untuk mencari sumber ekonomi baru.

BUMD pada dasarnya memiliki peluang untuk mengembangkan berbagai sektor usaha sesuai potensi daerah. Namun, perusahaan daerah membutuhkan manajemen profesional, target bisnis yang jelas, serta tata kelola yang sehat agar mampu menghasilkan keuntungan dan memberikan kontribusi kepada daerah.

Dalam konteks tersebut, sektor minyak menjadi salah satu peluang yang cukup strategis bagi Muaro Jambi.

Pengelolaan Sumur Minyak Masuk Babak Baru

Kerja sama antara PT MJU dan Pertamina Hulu Rokan juga membawa pengelolaan sumur minyak rakyat ke arah yang lebih terstruktur.

Selama ini, sumur minyak rakyat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah daerah penghasil minyak. Namun, pengelolaan sektor tersebut membutuhkan perhatian serius dari sisi legalitas, keselamatan, lingkungan, serta tata kelola produksi.

Karena itu, langkah legalisasi dan pengelolaan melalui badan usaha yang memperoleh kepercayaan dari pihak terkait dapat menjadi bagian dari upaya membangun aktivitas minyak rakyat secara lebih tertib.

Bagi pemerintah daerah, keberadaan skema pengelolaan yang jelas juga dapat membantu membuka ruang kontribusi ekonomi yang lebih terukur.

Muaro Jambi kini memiliki peluang untuk mengembangkan potensi tersebut melalui PT MJU.

Tantangan Besar Menanti PT Muaro Jambi Unggul

Meskipun penandatanganan PKS memberikan peluang besar, PT MJU tetap menghadapi sejumlah tantangan.

Pertama, perusahaan harus memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai ketentuan sektor minyak dan gas. Kedua, PT MJU perlu membangun sistem manajemen yang profesional. Ketiga, perusahaan harus memastikan seluruh aktivitas memenuhi standar keselamatan dan teknis.

Selain itu, aspek lingkungan juga menjadi perhatian penting.

Pengelolaan sumur minyak membutuhkan pengawasan terhadap potensi dampak lingkungan. Karena itu, perusahaan perlu menerapkan tata kelola yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menjaga keamanan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Di sisi lain, PT MJU juga perlu menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri migas.

Penguatan kapasitas SDM akan membantu perusahaan menjalankan kegiatan secara lebih efektif. Dengan tenaga profesional dan sistem kerja yang jelas, PT MJU memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan kerja sama tersebut secara berkelanjutan.

Peluang Ekonomi Baru untuk Muaro Jambi

Kerja sama pengelolaan legalisasi sumur minyak juga membuka harapan baru bagi perekonomian daerah.

Jika PT MJU mampu menjalankan kerja sama secara optimal, aktivitas tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Selain itu, sektor pendukung juga berpotensi ikut tumbuh.

Kebutuhan transportasi, jasa teknis, penyediaan peralatan, tenaga kerja, hingga usaha masyarakat di sekitar wilayah kegiatan dapat ikut mendapatkan dampak ekonomi.

Namun, pemerintah daerah tetap perlu memastikan bahwa peluang tersebut berjalan dengan prinsip transparansi dan tata kelola yang baik.

Dengan demikian, pengembangan sektor energi tidak hanya memberikan manfaat kepada perusahaan daerah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat Muaro Jambi.

Baca Juga :  CPNS Sungai Penuh Segera Terima SK, BKPSDM : Tinggal Menunggu Jadwal Penyerahan oleh Walikota

Menghidupkan Kembali Peran Strategis BUMD

PT Muaro Jambi Unggul sebelumnya sempat mengalami masa vakum dan tidak menjalankan aktivitas secara optimal dalam waktu cukup lama.

Kini, pemerintah daerah kembali mengaktifkan peran BUMD tersebut melalui berbagai peluang usaha baru.

Kepemimpinan Bupati Bambang Bayu Suseno bersama jajaran manajemen PT MJU di bawah Direktur Utama Haryono membawa arah baru bagi perusahaan daerah tersebut.

Kerja sama dengan Pertamina Hulu Rokan menjadi salah satu langkah paling penting dalam upaya mengembalikan fungsi BUMD sebagai mesin ekonomi daerah.

Pemerintah tentu berharap PT MJU tidak hanya aktif secara administratif. Lebih dari itu, BUMD harus mampu menghasilkan kinerja bisnis yang sehat, memberikan kontribusi kepada PAD, serta membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Penandatanganan PKS Jadi Awal Perjalanan Baru

Penandatanganan PKS pada Jumat, 21 Agustus 2026, menjadi titik awal perjalanan baru PT Muaro Jambi Unggul dalam mengembangkan sektor energi.

Setelah agenda tersebut, pekerjaan besar justru menanti. PT MJU harus menerjemahkan kerja sama ke dalam langkah teknis dan bisnis yang konkret.

Penyusunan Good Engineering Practice, penataan tata kelola, kesiapan sumber daya manusia, penguatan aspek keselamatan, serta perhatian terhadap lingkungan menjadi bagian penting dalam tahap berikutnya.

Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi juga perlu terus melakukan pengawasan agar kerja sama berjalan sesuai tujuan.

Jika seluruh pihak mampu menjaga komitmen, kerja sama ini dapat menjadi salah satu instrumen untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah.

Bagi masyarakat Muaro Jambi, keberhasilan PT MJU tentu membawa harapan besar. Mereka menantikan agar pengelolaan sumur minyak rakyat tidak hanya menghasilkan aktivitas ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata melalui peningkatan PAD dan pembukaan peluang usaha.

Pada akhirnya, kerja sama PT Muaro Jambi Unggul dengan Pertamina Hulu Rokan menjadi momentum penting bagi penguatan BUMD sekaligus pengembangan potensi sektor energi di Jambi.

Dengan tata kelola yang profesional, standar teknis yang kuat, serta dukungan pemerintah dan masyarakat, PT MJU memiliki peluang untuk menjadikan pengelolaan sumur minyak sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Kabupaten Muaro Jambi.(*)

Berita Terkait

Wali Kota Jambi Siapkan Jam Malam, Patroli Geng Motor Diperketat di Titik Rawan
PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi Penuh Waktu? Ini Penjelasan BKPSDM Bagi 1.521 PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh
Harga Sawit Jambi Turun Lagi Jadi Rp3.866 per Kg, Cek Harga TBS dan Prediksi Petani Seminggu Kedepan
Tol Bayung Lencir–Simpang Ness Jambi Mulai Bertarif Hari Ini Pukul 15.00 WIB, Cek Kesiapan Saldo dan Layanan Sebelum Melintas
Gerakan Pangan Murah Kota Sungai Penuh 2026 Digelar 22–23 Agustus, Cek Lokasi dan Jadwalnya
CPNS Sungai Penuh Segera Terima SK, BKPSDM : Tinggal Menunggu Jadwal Penyerahan oleh Walikota
34.018 Keluarga di Sarolangun Dapat Bantuan 30 Kg Beras, Ini Pesan Bupati Hurmin
Pelebaran Jalan Simpang Mendalo Dikebut, Pemkab Muaro Jambi Siap Kawal Pembebasan Lahan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Wali Kota Jambi Siapkan Jam Malam, Patroli Geng Motor Diperketat di Titik Rawan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:31 WIB

PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi Penuh Waktu? Ini Penjelasan BKPSDM Bagi 1.521 PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Harga Sawit Jambi Turun Lagi Jadi Rp3.866 per Kg, Cek Harga TBS dan Prediksi Petani Seminggu Kedepan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:01 WIB

BUMD Muaro Jambi Teken PKS Sumur Minyak dengan Pertamina

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Tol Bayung Lencir–Simpang Ness Jambi Mulai Bertarif Hari Ini Pukul 15.00 WIB, Cek Kesiapan Saldo dan Layanan Sebelum Melintas

Berita Terbaru