Jalan Lubuk Suli–Kubang Empat Tahun Rusak, Pemuda Sempat Tanami Pisang di Tengah Jalan

- Jurnalis

Jumat, 2 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI,JS- Kesabaran warga Desa Lubuk Suli, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, menghadapi jalan rusak tampaknya mulai mencapai batas. Setelah bertahun-tahun melewati ruas jalan dengan kondisi yang memprihatinkan, sejumlah pemuda akhirnya memilih cara yang tidak biasa untuk menyampaikan aspirasi.

Mereka sempat menanam batang pisang di tengah ruas jalan Lubuk Suli–Kubang pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Aksi tersebut langsung menarik perhatian warga dan pengguna jalan. Batang pisang yang berdiri di tengah jalan menjadi simbol kekecewaan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang mereka nilai belum mendapat perhatian serius.

Bagi pemuda Lubuk Suli, tanaman pisang itu bukan sekadar aksi spontan. Mereka ingin menunjukkan bahwa kondisi jalan yang rusak sudah berlangsung terlalu lama dan membutuhkan solusi nyata.

Jalan Rusak Bertahun-tahun Jadi Keluhan Warga

Warga menyebut kerusakan ruas Lubuk Suli–Kubang sudah berlangsung kurang lebih empat tahun. Dalam kurun waktu tersebut, masyarakat tetap menggunakan jalur itu untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Kondisi badan jalan yang berlubang menjadi salah satu persoalan utama. Ketika hujan turun, sejumlah bagian jalan juga menampung air sehingga lubang sulit terlihat oleh pengendara.

Situasi tersebut membuat perjalanan warga menjadi kurang nyaman. Pengendara sepeda motor harus lebih berhati-hati ketika melewati bagian jalan yang rusak.

Terlebih lagi, kondisi jalan dapat berubah setelah hujan. Genangan air menutup permukaan jalan dan membuat pengendara sulit memperkirakan kedalaman lubang.

Karena itu, warga menilai perbaikan jalan bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan. Infrastruktur yang baik juga berhubungan dengan keselamatan masyarakat yang menggunakan jalan tersebut setiap hari.

Pemuda Pilih Tanam Pisang di Tengah Jalan

Berbagai persoalan tersebut akhirnya mendorong sejumlah pemuda Lubuk Suli melakukan aksi protes.

Mereka membawa batang pisang dan menanamnya di bagian jalan yang mengalami kerusakan.

Pilihan tanaman tersebut memiliki pesan tersendiri. Ketika jalan tidak kunjung mendapatkan perbaikan, warga menyindir kondisi tersebut dengan menjadikan lubang dan badan jalan sebagai tempat menanam pisang.

Aksi itu kemudian direkam dalam video dan beredar di masyarakat.

Dalam video tersebut, seorang pemuda menyampaikan sindiran menggunakan bahasa daerah.

“Ini nyo akibat idak kayo mena jalan. Pisang lah kami tanam, sebentar lagi nyo berbuah.”

Pernyataan tersebut menggambarkan kekecewaan pemuda terhadap kondisi jalan yang sudah mereka hadapi dalam waktu lama.

Di sisi lain, aksi tanam pisang juga menjadi bentuk penyampaian aspirasi yang mudah dilihat masyarakat. Mereka berharap perhatian pemerintah segera tertuju kepada ruas jalan tersebut.

Baca Juga :  PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Diminta Segera Ajukan Perpanjangan Kontrak, Berikut Format Dokumen yang Harus Disiapkan

Warga Keluhkan Risiko bagi Pengendara

Kerusakan jalan tidak hanya mengganggu perjalanan. Warga juga menilai kondisi tersebut meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Lubang yang muncul di sejumlah titik membuat pengendara harus mengurangi kecepatan. Saat hujan turun, genangan air semakin menyulitkan pengendara melihat permukaan jalan.

Pengendara yang belum mengetahui titik kerusakan dapat kehilangan keseimbangan ketika melewati lubang. Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian, terutama bagi warga yang setiap hari menggunakan jalur Lubuk Suli–Kubang.

Seorang perwakilan pemuda Lubuk Suli juga menyampaikan kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat.

“Harapan kami dari pemuda Lubuk Suli agar jalannya secepatnya diperbaiki, karena sudah banyak memakan korban,” ujarnya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa persoalan jalan tidak lagi sekadar menyangkut kualitas infrastruktur. Warga juga mengaitkannya dengan keselamatan pengguna jalan.

Ruas Lubuk Suli–Kubang Punya Peran bagi Aktivitas Warga

Jalan Lubuk Suli–Kubang memiliki fungsi penting bagi mobilitas masyarakat sekitar.

Warga menggunakan jalur tersebut untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas ekonomi, perjalanan menuju pusat pelayanan, hingga kegiatan sosial dan pendidikan.

Karena itu, kerusakan jalan dapat memberikan dampak lebih luas terhadap aktivitas masyarakat.

Ketika kendaraan harus berjalan lebih lambat, waktu perjalanan ikut bertambah. Pengguna sepeda motor juga harus memilih jalur tertentu agar tidak masuk ke lubang atau genangan.

Bagi masyarakat yang setiap hari melewati jalan tersebut, persoalan itu tentu menjadi bagian dari aktivitas harian.

Selain itu, akses jalan yang baik turut mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Kelancaran kendaraan membantu warga membawa hasil pertanian maupun berbagai kebutuhan lainnya.

Dengan demikian, perbaikan jalan dapat memberikan manfaat langsung bagi mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Aksi Tanam Pisang Jadi Bentuk Kritik Terbuka

Aksi pemuda Lubuk Suli memperlihatkan bagaimana masyarakat menyampaikan kritik melalui cara yang sederhana tetapi memiliki pesan kuat.

Batang pisang yang mereka tanam di tengah jalan menjadi simbol bahwa kerusakan jalan sudah terlalu lama mereka rasakan.

Alih-alih hanya menyampaikan keluhan secara lisan, pemuda memilih tindakan yang dapat langsung menarik perhatian publik.

Apalagi, aksi tersebut berlangsung di tengah kondisi jalan yang memang menjadi sumber keluhan masyarakat.

Pesan yang muncul pun cukup jelas. Warga ingin pemerintah melihat kondisi jalan secara langsung dan mengambil langkah penanganan.

Dalam konteks pelayanan publik, masyarakat tentu memiliki harapan agar pembangunan infrastruktur berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Baca Juga :  Jamkesda Merangin 2026: M Syukur Ingatkan Desa Jangan Abaikan Data Warga Kurang Mampu

Empat Tahun Menjadi Sorotan

Durasi kerusakan yang warga sebut mencapai sekitar empat tahun menjadi salah satu hal yang membuat aksi tersebut mendapat perhatian.

Empat tahun bukan waktu yang singkat bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan yang sama.

Selama periode tersebut, warga harus beradaptasi dengan kondisi jalan. Pengendara harus mengurangi kecepatan dan memilih bagian jalan yang relatif aman.

Saat hujan turun, persoalan bertambah karena air dapat menutupi lubang pada permukaan jalan.

Kondisi seperti itu membuat warga semakin berharap adanya penanganan dari pemerintah.

Aksi tanam pisang akhirnya menjadi cara pemuda untuk memperlihatkan tingkat kekecewaan mereka kepada publik.

Pemuda Minta Pemerintah Segera Bertindak

Perwakilan pemuda Lubuk Suli menyampaikan harapan agar pemerintah segera memperhatikan ruas jalan tersebut.

Mereka tidak ingin persoalan jalan hanya menjadi bahan pembicaraan tanpa tindak lanjut.

Harapan utama warga cukup sederhana, yakni adanya perbaikan sehingga masyarakat dapat kembali menggunakan jalan dengan lebih aman dan nyaman.

Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Kerinci maupun instansi teknis terkait mengenai rencana penanganan ruas Lubuk Suli–Kubang.

Karena itu, masyarakat masih menunggu penjelasan pemerintah mengenai kondisi jalan tersebut, termasuk apakah pemerintah sudah memasukkan ruas itu dalam agenda perbaikan infrastruktur.(*)

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat Dekat Pasar Sungai Penuh, Armada Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api
Jamkesda Merangin 2026: M Syukur Ingatkan Desa Jangan Abaikan Data Warga Kurang Mampu
Bangunan Milik Warga Tanjung Pauh Hilir Dilalap Sijago Merah, Usaha Pemadaman Masih Dilakukan
Sri Kartini Alfin Bekali 20 Finalis Bujang Gadis Sungai Penuh 2026, Kenalkan Program 3S dan Peran Generasi Muda
PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Diminta Segera Ajukan Perpanjangan Kontrak, Berikut Format Dokumen yang Harus Disiapkan
Peringatan Hari Pancasila, Pemkot Sungai Penuh Berikan Bantuan Alsintan hingga Program Kopi 400 Hektare ke Petani
Sewa Aset Pemkot Tunggak Dua Tahun, Bank Jambi Sungai Penuh Baru Melunasi Setelah Jadi Temuan BPK
DPRD Sungai Penuh Setujui Perubahan APBD 2026, Alfin Minta OPD Percepat Program
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Jalan Lubuk Suli–Kubang Empat Tahun Rusak, Pemuda Sempat Tanami Pisang di Tengah Jalan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:11 WIB

BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat Dekat Pasar Sungai Penuh, Armada Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Jamkesda Merangin 2026: M Syukur Ingatkan Desa Jangan Abaikan Data Warga Kurang Mampu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Sri Kartini Alfin Bekali 20 Finalis Bujang Gadis Sungai Penuh 2026, Kenalkan Program 3S dan Peran Generasi Muda

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:01 WIB

PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Diminta Segera Ajukan Perpanjangan Kontrak, Berikut Format Dokumen yang Harus Disiapkan

Berita Terbaru