BATANGHARI,JS- Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Jambi, memperketat perhatian terhadap kesehatan personel Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla). Pemkab mewajibkan petugas menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum turun ke lapangan untuk menangani kebakaran.
Langkah tersebut bertujuan memastikan setiap personel memiliki kondisi fisik yang memadai saat menghadapi situasi darurat. Sebab, penanganan kebakaran hutan dan lahan menuntut stamina tinggi, terutama ketika petugas harus bekerja di tengah asap, suhu panas, serta medan yang sulit.
Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari menangani pemeriksaan tersebut. Petugas kesehatan Ratna Ningsih menjelaskan bahwa timnya memantau kondisi fisik personel agar mereka dapat menjalankan tugas dengan aman dan optimal.
Pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Selain memadamkan api, pemerintah daerah juga perlu menjaga keselamatan petugas yang menghadapi risiko kesehatan selama bertugas.
Tekanan Darah dan Gula Darah Menjadi Fokus Pemeriksaan
Petugas kesehatan memeriksa tekanan darah dan kadar gula darah setiap personel. Dua indikator tersebut membantu tenaga medis mengenali potensi gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi kemampuan petugas saat menghadapi kondisi lapangan yang berat.
Tekanan darah yang terlalu tinggi, misalnya, memerlukan perhatian medis sebelum seseorang menjalankan aktivitas fisik yang menguras tenaga. Begitu pula kadar gula darah yang tidak terkendali dapat memengaruhi stamina dan kondisi tubuh.
Karena itu, pemeriksaan sebelum bertugas membantu tim kesehatan menilai kondisi personel sekaligus menentukan kebutuhan penanganan lebih lanjut jika menemukan masalah kesehatan.
Dinas Kesehatan Batang Hari menyatakan bahwa hasil pemantauan sejauh ini belum menunjukkan gangguan kesehatan menonjol, seperti hipertensi atau diabetes, pada personel yang menjalani pemeriksaan.
Meski demikian, pemeriksaan berkala tetap penting. Kondisi tubuh seseorang dapat berubah, terlebih ketika ia menjalani pekerjaan berat, kurang beristirahat, atau menghadapi paparan asap dalam waktu lama.
Tim Kesehatan Siaga Dukung Operasi Karhutla
Pemkab Batang Hari juga mengandalkan program Dokter Tangguh dan tenaga kesehatan yang bersiaga di posko untuk mendukung kebutuhan medis personel Satgas Karhutla.
Kehadiran tenaga medis membantu petugas memperoleh pemeriksaan dan pertolongan ketika mengalami keluhan selama menjalankan tugas. Dengan dukungan tersebut, tim kesehatan dapat memantau kondisi personel secara lebih berkelanjutan, bukan hanya sebelum keberangkatan ke lokasi kebakaran.
Selain pemeriksaan fisik, tenaga kesehatan menyediakan vitamin dan obat-obatan sesuai kebutuhan. Dukungan ini membantu memenuhi kebutuhan medis personel selama menjalankan operasi penanganan karhutla.
Namun, vitamin dan obat-obatan bukan pengganti istirahat, asupan makanan bergizi, maupun perlindungan terhadap asap. Personel tetap perlu mengikuti arahan medis dan menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai kondisi lapangan.
Kesiapan tenaga kesehatan juga memegang peranan penting ketika operasi berlangsung dalam waktu lama. Petugas yang mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan membutuhkan penilaian medis agar kondisi tersebut tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Paparan Asap Menjadi Ancaman bagi Petugas
Penanganan kebakaran hutan dan lahan menghadirkan sejumlah risiko bagi kesehatan. Salah satu ancaman utamanya ialah paparan asap yang mengandung partikel halus dan berbagai zat hasil pembakaran.
Paparan asap dapat memicu iritasi mata, batuk, sesak napas, serta memperburuk gangguan pernapasan pada orang yang rentan. Risiko tersebut meningkat ketika petugas bekerja dekat sumber api atau berada di area dengan konsentrasi asap tinggi.
Selain asap, petugas juga menghadapi panas, dehidrasi, kelelahan fisik, dan kemungkinan perubahan kondisi medan secara mendadak. Kombinasi faktor tersebut membuat kesiapan fisik dan pemantauan kesehatan menjadi kebutuhan penting dalam setiap operasi.
Untuk mengurangi risiko, personel perlu menggunakan alat pelindung diri yang sesuai, menjaga kecukupan cairan, beristirahat ketika diperlukan, serta segera melapor kepada tenaga medis apabila mengalami keluhan.
Gejala seperti sesak napas, pusing berat, nyeri dada, atau penurunan kesadaran memerlukan perhatian medis segera. Petugas tidak boleh memaksakan diri melanjutkan pekerjaan ketika kondisi tubuh menunjukkan tanda bahaya.
Pemeriksaan Berkala Bantu Jaga Keselamatan Personel
Pemeriksaan kesehatan sebelum bertugas memberi kesempatan kepada tenaga medis untuk mengenali kondisi yang berpotensi mengganggu keselamatan personel. Selanjutnya, pemantauan selama operasi membantu tim mengetahui perubahan kondisi fisik setelah petugas menjalani aktivitas berat.
Karena itu, pengawasan kesehatan perlu berjalan seiring dengan strategi pemadaman dan pencegahan kebakaran. Kesiapan personel bukan hanya menyangkut kemampuan teknis, tetapi juga kondisi tubuh yang memungkinkan mereka bekerja secara aman.
Ratna Ningsih mengingatkan personel Satgas Karhutla agar tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan tugas. Menurutnya, upaya penanganan kebakaran perlu berjalan optimal tanpa mengabaikan kondisi fisik petugas.
Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan berupaya mendukung kebutuhan tersebut lewat pemeriksaan, layanan medis di posko, serta pemberian vitamin dan obat-obatan sesuai kebutuhan.
Kesiapan Petugas Menentukan Kelancaran Penanganan Karhutla
Penanganan karhutla membutuhkan koordinasi antara petugas lapangan, tenaga kesehatan, dan unsur pemerintah daerah. Setiap unsur memiliki peran untuk memastikan operasi berjalan efektif sekaligus mengurangi risiko terhadap keselamatan personel.
Satgas membutuhkan kondisi fisik yang memadai untuk menjalankan tugas. Sementara itu, tim kesehatan perlu memastikan petugas memperoleh pemantauan dan pertolongan medis ketika mereka membutuhkannya.
Melalui pemeriksaan kesehatan sebelum bertugas dan dukungan tenaga medis selama operasi, Pemkab Batang Hari menempatkan keselamatan personel sebagai bagian dari upaya penanganan karhutla.
Langkah tersebut juga mengingatkan bahwa keberhasilan penanganan kebakaran tidak hanya bergantung pada kecepatan memadamkan api. Perlindungan terhadap petugas yang bekerja di lapangan sama pentingnya agar mereka dapat menjalankan tanggung jawab tanpa mengabaikan kesehatan dan keselamatan diri.(*)










