Program DMD Tebo, Masyarakat ; Bagus Namun Perlu Dievaluasi

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Program Dokter Masuk Dusun Kabupaten Tebo di apresiasi, Namun perlu evaluasi

Program Dokter Masuk Dusun Kabupaten Tebo di apresiasi, Namun perlu evaluasi

TEBO,JS— Program “Dokter Masuk Dusun” (DMD), yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Tebo, bertujuan untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil. Program ini membawa layanan medis langsung ke dusun-dusun yang sulit dijangkau, dengan menyediakan pemeriksaan kesehatan dasar, edukasi kesehatan, serta layanan untuk ibu hamil dan balita.

Tujuan Utama Program: Memperluas Akses dan Meningkatkan Kualitas Kesehatan

Baca Juga :  BKPSDM Tebo Tunda Pengumuman Hasil Seleksi JPT Pratama

Program DMD bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, terutama di daerah yang jauh dari fasilitas Puskesmas. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tebo mengalokasikan dana khusus untuk obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya. Selain itu, Pemkab bekerja sama dengan berbagai organisasi profesi kesehatan, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), yang aktif mendukung kelancaran pelaksanaan program ini. Beberapa perusahaan lokal juga turut membantu dengan menyediakan kendaraan untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses.

Baca Juga :  Pemkab Tebo Rencanakan Penggabungan OPD, 1 Maret 2026

Layanan Kesehatan yang Diberikan oleh Program DMD

Program ini menyediakan berbagai layanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat desa. Warga dapat menerima:

  • Pemeriksaan vital sign, termasuk tekanan darah, suhu tubuh, dan detak jantung.

  • Pemeriksaan gula darah dan kolesterol.

  • Penyuluhan mengenai kesehatan lingkungan, gizi, dan deteksi dini penyakit.

  • Pemeriksaan dan edukasi khusus untuk ibu hamil dan balita.

Dengan layanan-layanan ini, DMD bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini penyakit kronis dan memperbaiki pola hidup sehat masyarakat desa.

Mekanisme Pelaksanaan yang Sederhana, Tapi Masih Kurang Sosialisasi

Untuk mengikuti program ini, warga hanya perlu membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat pendaftaran. Layanan dilaksanakan secara bergilir di dusun-dusun yang telah dijadwalkan. Namun, masih ada masalah terkait dengan sosialisasi yang minim dan ketidakpastian jadwal layanan. Akibatnya, banyak warga yang belum sepenuhnya memahami cara mengikuti program atau bahkan tidak tahu kapan program ini akan dilaksanakan di daerah mereka.

Tantangan dalam Implementasi Program DMD

Walaupun memiliki niat baik, implementasi program DMD belum sepenuhnya berjalan lancar. Beberapa dusun melaporkan bahwa kehadiran dokter dan tenaga medis lainnya masih jarang dan terkesan bersifat seremonial. Di beberapa daerah, program ini belum berkelanjutan dan tidak dirasakan secara maksimal. Kekurangan informasi mengenai jadwal layanan, serta kurangnya konsistensi dalam pelaksanaannya, menjadi hambatan besar yang harus segera diatasi.

Selain itu, kondisi infrastruktur yang buruk, seperti jalan yang rusak, menjadi kendala utama dalam menjangkau dusun-dusun terpencil. Meskipun Pemkab Tebo sudah berusaha mengatasi hal ini dengan memperbaiki jalan dan menambah pasokan obat, masalah tersebut tetap menjadi tantangan yang perlu perhatian lebih.

Perlunya Evaluasi Terbuka dan Objektif

Beberapa pihak, termasuk anggota DPRD Tebo dan warga setempat, menyarankan agar program ini dievaluasi secara terbuka dan objektif. Pemerintah daerah diminta untuk memastikan bahwa DMD benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat, terutama di pelosok desa. Selain itu, mereka juga berharap agar program ini tidak hanya sebatas pemeriksaan kesehatan dasar, melainkan juga menyediakan layanan lain yang lebih mendalam, seperti pemeriksaan oleh dokter spesialis.

Harapan ke Depan: Pemerataan dan Keberlanjutan

Ke depan, masyarakat berharap program ini bisa dilaksanakan secara merata dan berkelanjutan. Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi, memperbaiki jadwal pelaksanaan yang lebih teratur, dan memperluas jangkauan layanan, termasuk dengan melibatkan lebih banyak tenaga medis spesialis. Selain itu, perhatian lebih terhadap kondisi infrastruktur dan distribusi obat-obatan sangat penting untuk mendukung kesuksesan program ini.(AN)

Berita Terkait

Mulai November 2026, Guru PPPK Paruh Waktu di Jambi Dapat Insentif Rp500 Ribu, Ini Rincian Gajinya
Jalan Lubuk Suli–Kubang Empat Tahun Rusak, Pemuda Sempat Tanami Pisang di Tengah Jalan
BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat Dekat Pasar Sungai Penuh, Armada Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api
Jamkesda Merangin 2026: M Syukur Ingatkan Desa Jangan Abaikan Data Warga Kurang Mampu
Bangunan Milik Warga Tanjung Pauh Hilir Dilalap Sijago Merah, Usaha Pemadaman Masih Dilakukan
Sri Kartini Alfin Bekali 20 Finalis Bujang Gadis Sungai Penuh 2026, Kenalkan Program 3S dan Peran Generasi Muda
PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Diminta Segera Ajukan Perpanjangan Kontrak, Berikut Format Dokumen yang Harus Disiapkan
Peringatan Hari Pancasila, Pemkot Sungai Penuh Berikan Bantuan Alsintan hingga Program Kopi 400 Hektare ke Petani
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Mulai November 2026, Guru PPPK Paruh Waktu di Jambi Dapat Insentif Rp500 Ribu, Ini Rincian Gajinya

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Jalan Lubuk Suli–Kubang Empat Tahun Rusak, Pemuda Sempat Tanami Pisang di Tengah Jalan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:11 WIB

BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat Dekat Pasar Sungai Penuh, Armada Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Jamkesda Merangin 2026: M Syukur Ingatkan Desa Jangan Abaikan Data Warga Kurang Mampu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Bangunan Milik Warga Tanjung Pauh Hilir Dilalap Sijago Merah, Usaha Pemadaman Masih Dilakukan

Berita Terbaru