Fitur Baru YouTube Deteksi Video Palsu Tokoh Publik

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGI,JS- YouTube memperluas penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi deepfake, khususnya bagi tokoh publik seperti pejabat pemerintah, calon politikus, dan jurnalis. Langkah ini bertujuan memberi perlindungan bagi mereka dari video palsu yang meniru wajah atau suara tanpa izin, serta meminimalkan risiko penyebaran informasi menyesatkan.

Baca Juga :  YouTube Raup US$60 Miliar di 2025, Kalahkan Netflix

Teknologi “Likeness Detection” Kini Lebih Luas

Sebelumnya, YouTube menguji fitur ini bagi kreator yang tergabung dalam YouTube Partner Program. Sekarang, platform mengizinkan tokoh publik untuk memanfaatkan sistem “Likeness Detection”. Dengan fitur ini, pengguna dapat memantau video yang menampilkan kemiripan wajah atau suara mereka dan segera mengambil langkah, termasuk meninjau atau meminta penghapusan video yang menyesatkan.

Proses Verifikasi Identitas yang Aman

Untuk mengaktifkan fitur ini, pengguna harus melalui proses verifikasi identitas. Mereka perlu mengunggah dokumen resmi dan video diri sendiri, sehingga sistem dapat mengenali mereka dengan akurat. Dengan cara ini, pengguna tetap bisa mengontrol penyebaran video yang meniru identitas mereka.

Baca Juga :  Bukan Error Biasa? Komentar YouTube Tak Muncul Saat Pemblokir Iklan Aktif

Kemajuan teknologi deepfake membuat video palsu semakin sulit dibedakan dari video asli, terutama saat meniru tokoh terkenal. Video semacam ini bisa digunakan untuk memanipulasi opini publik, mencemarkan nama baik, atau menyebarkan disinformasi. Dengan fitur ini, YouTube memberi figur publik alat untuk menjaga reputasi dan memastikan konten di platform tetap kredibel.(*)

Berita Terkait

Pajak Marketplace Ditunda 2 Bulan! Seller Online Siap Hadapi Aturan Baru November 2026
Pendapatan YouTube AdSense Tidak Masuk? Ini Penyebab, Jadwal Pencairan, dan Cara Mengatasinya
Bareskrim Ungkap Modus Baru Judi Online: Deposit Pakai Pulsa, Anak Jadi Sasaran Risiko
Instagram Reels Tidak Dibayar per View? Ini Cara Monetisasi Terbaru agar Konten Tetap Menghasilkan Uang
Data Pribadi Bocor? Ini Cara Melindungi NIK, Rekening, OTP, dan Jejak Digital dari Penipuan Online
Limit Transfer myBCA Naik hingga Rp500 Juta, Ini Cara Atur dan Fitur Baru BCA yang Perlu Nasabah Tahu
Meta Perketat Keamanan Facebook dan Instagram, Jutaan Akun Penipu Diblokir
Cara Menjadi Content Creator Sukses dari Nol: Strategi Konten, Personal Branding, hingga Monetisasi Adsense
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Pajak Marketplace Ditunda 2 Bulan! Seller Online Siap Hadapi Aturan Baru November 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Pendapatan YouTube AdSense Tidak Masuk? Ini Penyebab, Jadwal Pencairan, dan Cara Mengatasinya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:01 WIB

Bareskrim Ungkap Modus Baru Judi Online: Deposit Pakai Pulsa, Anak Jadi Sasaran Risiko

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Instagram Reels Tidak Dibayar per View? Ini Cara Monetisasi Terbaru agar Konten Tetap Menghasilkan Uang

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Data Pribadi Bocor? Ini Cara Melindungi NIK, Rekening, OTP, dan Jejak Digital dari Penipuan Online

Berita Terbaru