Goa Tiangko Masuk Evaluasi UNESCO, Ini Masukan Penting untuk Geopark Merangin Jambi

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Evaluator UNESCO saat melihat Goa Tiangko

Tim Evaluator UNESCO saat melihat Goa Tiangko

MERANGIN,JS- Proses revalidasi Geopark Merangin Jambi memasuki salah satu tahapan penting. Tim evaluator dari UNESCO Global Geopark meninjau langsung Goa Tiangko di Desa Tiangko, Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, Jambi, Selasa (11/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian evaluasi terhadap kawasan Geopark Merangin Jambi dalam upaya mempertahankan posisinya dalam jejaring geopark internasional.

Dua evaluator internasional turut melihat secara langsung kondisi geosite Goa Tiangko. Mereka yakni Prof. Dr. Yongmun Jeon dari Jeju Island UNESCO Global Geopark, Korea Selatan, dan Mr. Nicolas Klee dari Monts D’ardèche UNESCO Global Geopark, Prancis.

Kehadiran kedua evaluator tersebut membawa perhatian besar terhadap pengelolaan geosite, konservasi lingkungan, pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta kapasitas edukasi yang dapat diberikan kepada masyarakat dan wisatawan.

Tim UNESCO Global Geopark Menyusuri Goa Tiangko

Dalam kunjungannya, Yongmun Jeon dan Nicolas Klee menyusuri kawasan Goa Tiangko untuk melihat secara langsung potensi geologi dan lanskap yang menjadi bagian penting dari Geopark Merangin Jambi.

Rombongan mendapat pendampingan dari sejumlah pihak terkait. Mereka antara lain Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan, Yanto Manurung, Kepala BKSDA Wilayah I Jambi, Ikawa, serta perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jambi.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jambi mengutus Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata, Novita Erlinda, dalam agenda tersebut.

Selain itu, turut mendampingi GM Geopark Merangin, Agus Zainudin, dan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Merangin, Suherman.

Jajaran Polres Merangin dan Dinas Perhubungan Kabupaten Merangin juga ikut memastikan kegiatan evaluasi berjalan aman dan lancar.

Kehadiran lintas instansi tersebut menunjukkan bahwa proses revalidasi geopark tidak hanya berkaitan dengan sektor pariwisata. Evaluasi juga menyentuh aspek konservasi, kebudayaan, pendidikan, pengelolaan kawasan, keamanan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Keindahan Geologi Goa Tiangko Menarik Perhatian Evaluator

Selama berada di kawasan Goa Tiangko, kedua evaluator tampak antusias melihat karakter geologi dan lanskap yang tersaji.

Goa Tiangko menawarkan kombinasi antara formasi batuan, kawasan karst, gua, serta lingkungan pedesaan yang masih memiliki hubungan erat dengan aktivitas masyarakat.

Tebing batu karst menjadi salah satu daya tarik utama kawasan tersebut. Formasi batuan itu berdiri berdampingan dengan hamparan ladang dan saluran irigasi yang mengairi sawah masyarakat.

Kondisi tersebut menciptakan lanskap yang tidak hanya menarik dari perspektif geologi, tetapi juga memiliki nilai wisata dan edukasi.

Bagi pengembangan geowisata Indonesia, keberadaan lanskap seperti Goa Tiangko memiliki nilai strategis. Wisatawan tidak hanya mendapatkan pengalaman menikmati pemandangan alam, tetapi juga dapat memahami proses pembentukan bentang alam, sejarah kawasan, serta hubungan antara lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Potensi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pengelolaan geosite perlu berjalan secara terpadu.

Baca Juga :  Perumda Tirta Merangin Kurangi Distribusi Air 10–15%, Warga Bangko Diminta Siapkan Cadangan Air

Evaluator UNESCO Berikan Masukan tentang Edukasi

Di balik kekaguman terhadap potensi Goa Tiangko, tim evaluator juga memberikan sejumlah masukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan geosite.

Salah satu perhatian utama berkaitan dengan fungsi edukasi.

Prof. Dr. Yongmun Jeon menilai geosite seharusnya tidak hanya menjadi tempat kunjungan wisatawan. Kawasan tersebut juga perlu berkembang sebagai ruang belajar bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, keluarga, dan masyarakat umum.

Menurutnya, pengunjung membutuhkan informasi yang mudah dipahami ketika menjelajahi kawasan Goa Tiangko.

Ia menyarankan pengelola menyediakan papan informasi yang menjelaskan sejarah Goa Tiangko, proses pembentukan gua, hingga proses terbentuknya stalaktit dan stalagmit.

“Geopark tidak hanya penting untuk geologi dan penelitian, tetapi juga penting untuk para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.”

Yongmun Jeon juga menilai informasi yang tersedia di sebuah geosite harus mampu menjembatani pengetahuan ilmiah dengan kebutuhan pengunjung.

Dengan demikian, wisatawan yang datang tidak sekadar mengambil foto. Mereka juga memperoleh pengetahuan baru mengenai proses alam yang membentuk kawasan tersebut.

Papan Informasi Bisa Tingkatkan Pengalaman Wisatawan

Masukan mengenai papan informasi memiliki kaitan langsung dengan pengembangan wisata edukasi.

Saat ini, wisatawan semakin mencari pengalaman yang memberikan nilai tambah. Destinasi alam tidak cukup hanya menawarkan panorama menarik. Pengunjung juga membutuhkan informasi mengenai sejarah, budaya, lingkungan, serta keunikan lokasi yang mereka kunjungi.

Karena itu, pengelola Goa Tiangko dapat mengembangkan sistem informasi yang lebih modern dan interaktif.

Papan informasi dapat menjelaskan beberapa hal penting, seperti:

  • sejarah Goa Tiangko;
  • proses pembentukan kawasan karst;
  • proses terbentuknya stalaktit dan stalagmit;
  • keanekaragaman geologi;
  • nilai arkeologi kawasan;
  • ekosistem sekitar gua;
  • aturan konservasi;
  • jalur kunjungan wisatawan;
  • serta informasi keselamatan bagi pengunjung.

Pengelola juga dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat pengalaman wisata.

Misalnya, kode QR pada papan informasi dapat mengarahkan wisatawan menuju halaman digital yang berisi video edukasi, peta geosite, foto, infografis, serta penjelasan ilmiah yang lebih lengkap.

Strategi tersebut berpotensi membuat kunjungan wisata menjadi lebih menarik sekaligus mendukung promosi pariwisata Jambi di era digital.

Geopark Merangin Jambi Punya Potensi Besar

Goa Tiangko merupakan salah satu geosite penting dalam jejaring Taman Bumi Nasional Geopark Merangin Jambi.

Keberadaan geosite tersebut memperkuat keragaman potensi kawasan Merangin. Bentang alam, kekayaan geologi, budaya, dan kehidupan masyarakat dapat menjadi satu kesatuan dalam konsep geopark.

Konsep tersebut berbeda dengan pariwisata konvensional.

Geopark menggabungkan tiga aspek utama, yaitu konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Karena itu, keberhasilan pengelolaan Geopark Merangin Jambi tidak hanya bergantung pada jumlah wisatawan.

Pengelola juga perlu memastikan kawasan tetap terjaga, masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi, dan wisatawan memperoleh pengetahuan dari setiap kunjungan.

Pendekatan tersebut menjadi semakin penting ketika sebuah kawasan mengikuti proses evaluasi dalam jejaring UNESCO Global Geopark.

Revalidasi UNESCO Jadi Momentum Pembenahan

Proses revalidasi dapat menjadi momentum bagi pemerintah dan pengelola untuk melihat kembali berbagai aspek pengembangan Geopark Merangin Jambi.

Evaluasi tidak semata-mata mencari kekurangan. Tim evaluator juga memberikan masukan yang dapat membantu pengelola meningkatkan kualitas geosite.

Goa Tiangko menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah lokasi dengan potensi geologi tinggi membutuhkan pengelolaan yang terencana.

Mulai dari akses, informasi, keselamatan, konservasi, hingga kualitas pengalaman wisatawan perlu mendapatkan perhatian.

Selain itu, masyarakat sekitar juga memiliki posisi penting.

Masyarakat Desa Tiangko dapat mengambil peran dalam pengembangan ekonomi lokal melalui berbagai kegiatan pendukung pariwisata.

Pengembangan produk UMKM, kuliner lokal, jasa pemandu wisata, cenderamata, hingga homestay dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kawasan.

Dengan pendekatan tersebut, keberadaan geopark tidak hanya memberikan manfaat bagi sektor pariwisata. Dampaknya juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Potensi Geowisata Jambi untuk Wisatawan

Perhatian terhadap Goa Tiangko juga membuka peluang lebih besar bagi pengembangan geowisata Jambi.

Jambi memiliki sejumlah kawasan dengan karakter alam dan geologi yang menarik. Namun, potensi tersebut membutuhkan strategi promosi dan pengelolaan yang konsisten agar semakin dikenal wisatawan.

Goa Tiangko dapat menjadi salah satu destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda.

Wisatawan dapat menikmati lanskap karst sekaligus mempelajari sejarah dan proses geologi kawasan.

Apabila pengelola mengemas informasi secara menarik, kunjungan ke Goa Tiangko dapat menjadi bagian dari perjalanan wisata berbasis edukasi.

Konsep tersebut juga dapat menarik segmen wisatawan yang lebih spesifik, termasuk pelajar, mahasiswa, komunitas pecinta alam, fotografer, peneliti, serta wisatawan yang tertarik dengan wisata berbasis lingkungan.

Edukasi Geologi Bisa Menjadi Daya Tarik Baru

Salah satu peluang besar dari pengembangan Goa Tiangko terletak pada edukasi geologi.

Selama ini, sebagian masyarakat mungkin mengenal gua hanya sebagai objek wisata alam. Padahal, sebuah gua menyimpan informasi mengenai proses alam yang berlangsung dalam waktu sangat panjang.

Stalaktit dan stalagmit, misalnya, dapat menjadi media pembelajaran mengenai proses pembentukan mineral dan perubahan lingkungan.

Melalui penjelasan yang sederhana, pengunjung dapat memahami bahwa setiap formasi batuan memiliki proses pembentukan yang menarik.

Karena itu, pengembangan paket edukasi geosite dapat menjadi salah satu strategi penting.

Sekolah dapat memanfaatkan kawasan tersebut sebagai lokasi pembelajaran luar kelas. Mahasiswa juga dapat melakukan observasi. Sementara itu, wisatawan umum dapat memperoleh pengalaman baru selama berkunjung.

Baca Juga :  Kebakaran Lahan Gambut Muaro Jambi Makin Meluas, 15 Hektare Terbakar: 3 Pesawat Water Bombing Dikerahkan

Digitalisasi Informasi Bisa Perkuat Promosi

Selain papan informasi fisik, pengelola dapat memperkuat promosi Goa Tiangko melalui platform digital.

Konten berupa video pendek, foto lanskap, peta lokasi, cerita sejarah, dan penjelasan geologi dapat menjangkau calon wisatawan lebih luas.

Strategi digital marketing juga dapat membantu meningkatkan visibilitas destinasi wisata Jambi di mesin pencari.

Pengelola dapat mengoptimalkan informasi mengenai akses, fasilitas, waktu kunjungan, aturan kawasan, serta daya tarik utama Goa Tiangko.

Dengan informasi yang lengkap, wisatawan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih mudah.

Pada saat yang sama, digitalisasi juga dapat mendukung transparansi pengelolaan kawasan.

Konservasi Tetap Menjadi Prioritas

Pengembangan wisata tidak boleh mengorbankan kelestarian Goa Tiangko.

Semakin terkenal sebuah destinasi, semakin besar pula potensi tekanan terhadap lingkungan.

Karena itu, pengelola perlu menetapkan aturan kunjungan yang jelas.

Pengunjung harus memahami bahwa formasi batuan, stalaktit, stalagmit, flora, fauna, dan elemen geologi lainnya merupakan bagian dari aset kawasan yang harus dijaga.

Larangan menyentuh atau merusak formasi tertentu, pengelolaan sampah, pembatasan jalur wisata, serta edukasi keselamatan dapat menjadi bagian dari sistem konservasi.

Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip geopark yang menempatkan konservasi sebagai fondasi pengembangan wisata.

Revalidasi Menentukan Langkah Berikutnya

Kunjungan evaluator UNESCO Global Geopark ke Goa Tiangko menjadi bagian penting dalam perjalanan Geopark Merangin Jambi.

Evaluasi lapangan memberikan kesempatan bagi tim internasional untuk melihat secara langsung kondisi geosite, sementara pemerintah dan pengelola dapat menerima masukan berdasarkan pengalaman pengelolaan geopark di berbagai negara.

Kehadiran Yongmun Jeon dari Korea Selatan dan Nicolas Klee dari Prancis juga memberikan perspektif internasional bagi pengembangan kawasan.

Masukan mengenai edukasi menjadi salah satu poin yang patut mendapat perhatian serius.

Jika pengelola mampu memperkuat sistem informasi, meningkatkan kapasitas edukasi, menjaga konservasi, dan melibatkan masyarakat secara aktif, Goa Tiangko berpotensi menjadi salah satu contoh geosite yang semakin kuat dalam mendukung Geopark Merangin Jambi.

Pada akhirnya, keberhasilan geopark bukan hanya tentang pengakuan internasional. Lebih dari itu, geopark harus mampu menjaga warisan alam, meningkatkan pengetahuan masyarakat, membuka peluang ekonomi, dan menciptakan pengalaman wisata yang berkualitas.

Goa Tiangko memiliki modal penting untuk tujuan tersebut. Keunikan geologi, lanskap karst, lingkungan pedesaan, serta nilai sejarahnya dapat menjadi kekuatan utama.

Kini, tantangannya terletak pada bagaimana seluruh potensi tersebut dikelola secara konsisten, informatif, ramah wisatawan, dan tetap menjaga kelestarian alam.(TIM)

Berita Terkait

KUA-PPAS 2027 Sungai Penuh Disepakati, Wawako Azhar Tekankan Anggaran Harus Berdampak Langsung ke Masyarakat
KUA-PPAS 2027 Tanjab Barat Resmi Disepakati, Wabup Katamso Soroti Sinergi DPRD dan Pemkab di Tengah Tantangan Fiskal
Hari Anak Nasional di Sungai Penuh: Sri Kartini Alfin Dorong Sekolah Aman dan Nyaman
Musim Kemarau Makin Parah, Tirta Mayang Jambi Siapkan Mobil Tangki Gratis untuk Pelanggan yang Airnya Mati
Ujian Dinas & Ujian Kenaikan Pangkat 2026 Sungai Penuh Dibuka! Cek Link Pengusulan, Dokumen dan Cara Daftar
Gaji ke-13 dan ke-14 ASN Batang Hari Cair? Ini Kabar Terbaru dan Penjelasannya
Jembatan Gantung Desa Mudo Rusak Parah, Warga Terpaksa Melintas Meski Mengancam Keselamatan
Karhutla Sungai Gelam Meluas hingga 50 Hektare, Kapolres Muaro Jambi Turun Tangan dan Pasang Police Line
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:31 WIB

KUA-PPAS 2027 Sungai Penuh Disepakati, Wawako Azhar Tekankan Anggaran Harus Berdampak Langsung ke Masyarakat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Goa Tiangko Masuk Evaluasi UNESCO, Ini Masukan Penting untuk Geopark Merangin Jambi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:01 WIB

KUA-PPAS 2027 Tanjab Barat Resmi Disepakati, Wabup Katamso Soroti Sinergi DPRD dan Pemkab di Tengah Tantangan Fiskal

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Hari Anak Nasional di Sungai Penuh: Sri Kartini Alfin Dorong Sekolah Aman dan Nyaman

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Musim Kemarau Makin Parah, Tirta Mayang Jambi Siapkan Mobil Tangki Gratis untuk Pelanggan yang Airnya Mati

Berita Terbaru