KESEHATAN,JS— Tidak semua daging memberikan manfaat kesehatan yang sama. Meskipun sama-sama tinggi protein, memilih daging yang salah justru meningkatkan asupan lemak jenuh dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Ahli gizi Natalie Rizzo, editor nutrisi di TODAY, menekankan pentingnya memilih daging yang tinggi protein, rendah lemak, dan mendukung pembentukan otot.
“Daging adalah salah satu sumber protein paling terkonsentrasi untuk membangun dan menjaga massa otot,” ujar Rizzo.
Perhatikan Lemak Jenuh
Meski kaya protein, daging bisa mengandung lemak jenuh berlebihan. Konsumsi lemak jenuh berulang kali meningkatkan risiko penyakit jantung.
Rizzo menjelaskan, lemak jenuh sebaiknya tidak lebih dari 10 persen dari total kalori harian. Misalnya, pada pola makan 2.000 kalori, batasnya sekitar 13 gram per hari.
Pilihan Daging Paling Sehat
Ahli gizi merekomendasikan dada ayam tanpa tulang dan kulit sebagai pilihan terbaik. Dalam porsi 100 gram, dada ayam menyediakan 23 gram protein, hanya 2 gram lemak, dan kurang dari 1 gram lemak jenuh.
Selain itu, bagian paha ayam tetap bergizi, tetapi kandungan lemaknya lebih tinggi, terutama bila dimakan bersama kulit.
Dada kalkun memiliki kandungan nutrisi hampir sama dengan ayam. Sementara itu, pork tenderloin juga termasuk daging sehat, menyediakan 22 gram protein dan hanya 3 gram lemak dalam porsi 85 gram, menurut ahli gizi Patricia Bannan.
Pilihan Daging Sapi yang Sehat
Daging sapi tetap bisa masuk dalam pola makan sehat jika memilih potongan rendah lemak, seperti top sirloin atau round. Dalam 85 gram top sirloin, tubuh mendapat 25 gram protein dan hanya 2 gram lemak jenuh. Sebaliknya, potongan berlemak seperti ribeye mengandung lemak jenuh lebih tinggi.
Ikan, Alternatif Protein Sehat
Rizzo menekankan pentingnya ikan sebagai sumber protein hewani utama. Ikan berlemak, seperti salmon dan tuna, kaya omega-3 yang baik untuk jantung dan otak. Sementara ikan putih, seperti cod atau halibut, rendah lemak dan kalori, tetapi tetap tinggi protein.
“Protein ikan putih sebanding dengan ayam,” tambah Rizzo.
Protein Tidak Harus Selalu dari Daging
Selain daging, tubuh bisa mendapat protein dari telur, tahu, tempe, kacang-kacangan, biji-bijian, dan produk susu. Rizzo menekankan, “Protein hewani efisien, tetapi variasi sumber protein tetap penting untuk kesehatan jangka panjang.”
Dengan kombinasi yang tepat, kebutuhan protein harian terpenuhi tanpa meningkatkan risiko penyakit jantung.(AN)









