Reformasi Manajemen ASN, Komisi II Apresiasi Kinerja BKN

- Jurnalis

Rabu, 26 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakrulloh saat hearing bersama Komisi II DPR RI

Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakrulloh saat hearing bersama Komisi II DPR RI

JAKARTA,JS — Komisi II DPR RI mengapresiasi langkah progresif Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam mempercepat reformasi manajemen ASN. Komisi II menilai kebijakan yang Kepala BKN, Prof. Zudan, paparkan sebagai upaya nyata untuk memperkuat profesionalisme ASN dan meningkatkan kualitas layanan kepegawaian.

Kebijakan Percepatan Layanan ASN

Komisi II menyoroti berbagai kebijakan percepatan layanan, seperti pelaksanaan kenaikan pangkat 12 kali setahun, penerapan manajemen talenta, serta pengawasan sistem merit yang lebih ketat. Mereka juga mengapresiasi penerapan SLA layanan lima hari kerja melalui pendelegasian kewenangan. Menurut mereka, BKN menunjukkan komitmen kuat untuk membangun birokrasi yang lebih adaptif, efisien, dan responsif.

Klarifikasi Proses Seleksi CASN 2025

Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menyampaikan dukungan positif serta menjelaskan persoalan terkait proses seleksi CASN 2025. Ia menanggapi keluhan kepala daerah dan DPRD mengenai usulan PPPK Paruh Waktu yang tidak dapat diproses. “Setelah kami cek, daerah terlambat mengunggah dokumen sehingga BKN tidak bisa memprosesnya,” tegas Rifqinizamy. Ia meminta pemerintah daerah dan Kemendagri mempercepat pengunggahan dokumen agar proses tidak kembali terhambat.

Baca Juga :  Lupa Password Facebook? Begini Trik Rahasia Melihat Sandi yang Tersimpan di HP!

Dukungan BKN terhadap Kebijakan Lintas Kementerian

Komisi II juga mengapresiasi kontribusi BKN dalam mendukung berbagai kebijakan lintas kementerian dan lembaga. Mereka menilai BKN berhasil menjaga harmonisasi kebijakan kepegawaian dalam pengalihan ASN penyuluh pertanian, pengadaan ASN untuk Badan Gizi Nasional, rekrutmen guru Sekolah Rakyat, serta penataan pegawai non-ASN pada Program Koperasi Merah Putih.

Progres Program Prioritas dan Otomasi Layanan

Dalam RDP, BKN melaporkan bahwa mereka telah menuntaskan 85 persen program prioritas nasional. Komisi II memberikan penghargaan khusus karena BKN mulai memasuki fase otomasi layanan, yang mereka anggap sebagai tonggak penting modernisasi manajemen kepegawaian. Mereka juga memuji langkah BKN menggandeng 44 instansi dengan Indeks Kualitas Data kategori “Sangat Baik” untuk mendukung pelaksanaan kenaikan pangkat dan pensiun otomatis.

Baca Juga :  Idul Fitri 1447 H: Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah, Ini Prediksi Tanggalnya

Target Kinerja BKN Tahun 2025

BKN menargetkan 70 persen instansi pemerintah meraih kategori sistem merit “Baik” serta nilai Reformasi Birokrasi mencapai 90. Komisi II menilai target tersebut ambisius namun sejalan dengan agenda reformasi birokrasi nasional. Mereka meminta BKN menjaga konsistensi dalam menjalankan seluruh target tersebut.

Penempatan ASN di IKN

Terkait penempatan ASN di Ibu Kota Nusantara (IKN), BKN menjelaskan jaminan kepastian status ASN yang berpindah lokasi kerja. Komisi II menyambut baik klarifikasi tersebut karena mereka menilai kepastian karier ASN sangat penting untuk menghindari ketidakpastian hukum selama proses perpindahan.

Penegasan Dukungan Komisi II

Komisi II menegaskan dukungan penuh terhadap BKN melalui RDP ini. Mereka berharap BKN terus mempertajam kebijakan yang telah tersusun serta melaksanakannya secara konsisten. Komisi II juga menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara BKN dan berbagai instansi untuk memastikan reformasi ASN memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.(AN)

Berita Terkait

BSU 2026 Cair Oktober? 13,3 Juta Buruh Berpeluang Terima Rp900 Ribu, Cek Jadwal dan Syaratnya
Gempa Megathrust Ancam Sumatera, Ini Penjelasan Lengkap Ahli
Resmi Berlaku, Cek Daftar Harga BBM Pertamax, Pertalite, Shell, BP dan Vivo Terbaru
Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya
Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi
El Niño Makin Ganas, 197 Wilayah Indonesia Masuk Status Awas Kekeringan: Sentra Pangan Ikut Terancam
668 Ribu Laporan Penipuan Masuk IASC, 659 Ribu Rekening Sudah Diblokir: Waspadai 5 Modus Ini
Harga BBM Pertamina Hari Ini 26 September 2026: Pertamax hingga Pertalite, Cek Harga di Jambi dan Daerah Lainnya
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:21 WIB

BSU 2026 Cair Oktober? 13,3 Juta Buruh Berpeluang Terima Rp900 Ribu, Cek Jadwal dan Syaratnya

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Resmi Berlaku, Cek Daftar Harga BBM Pertamax, Pertalite, Shell, BP dan Vivo Terbaru

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya

Rabu, 30 September 2026 - 10:02 WIB

Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi

Senin, 28 September 2026 - 19:01 WIB

El Niño Makin Ganas, 197 Wilayah Indonesia Masuk Status Awas Kekeringan: Sentra Pangan Ikut Terancam

Berita Terbaru