Jangan Anggap Sepele! Mengantuk Berlebihan Bisa Jadi Gejala Gangguan Kesehatan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 05:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sering mengantuk padahal sudah tidur

Ilustrasi sering mengantuk padahal sudah tidur

KESEHATAN,JS- SERING mengantuk meski sudah tidur cukup menjadi keluhan yang dialami banyak orang. Kondisi ini sering muncul saat bekerja, belajar, berkendara, bahkan ketika menjalani aktivitas ringan sehari-hari.

Banyak orang menganggap rasa kantuk berlebihan hanya disebabkan kurang tidur. Padahal, seseorang tetap bisa merasa lelah dan mengantuk meski telah tidur selama 7 hingga 8 jam setiap malam.

Para ahli kesehatan menjelaskan bahwa durasi tidur bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas istirahat. Tubuh membutuhkan tidur yang nyenyak, siklus tidur yang normal, serta kondisi kesehatan yang baik agar dapat berfungsi optimal keesokan harinya.

Apabila rasa kantuk terus muncul setiap hari dan mengganggu aktivitas, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan tertentu yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

Mengapa Tubuh Tetap Mengantuk Meski Sudah Tidur Cukup?

Saat tidur, tubuh menjalankan berbagai proses penting seperti memperbaiki jaringan, mengatur hormon, memperkuat sistem imun, dan memulihkan energi.

Namun, beberapa faktor dapat mengganggu proses tersebut sehingga tubuh tidak memperoleh manfaat maksimal dari waktu tidur yang sebenarnya sudah cukup.

Akibatnya, seseorang tetap merasa lesu, sulit berkonsentrasi, mudah lelah, dan mengantuk sepanjang hari.

Baca Juga :  Tidur Lebih dari 7 Jam Ternyata Bisa Picu Risiko Diabetes, Penelitian Ini Bikin Kaget

Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi.

  1. Kualitas Tidur yang Buruk

Banyak orang fokus pada lamanya tidur tetapi mengabaikan kualitas tidur.

Suara bising, cahaya berlebihan, suhu kamar yang tidak nyaman, atau kebiasaan sering terbangun pada malam hari dapat mengganggu siklus tidur.

Ketika fase tidur dalam (deep sleep) tidak tercapai secara optimal, tubuh gagal melakukan proses pemulihan secara maksimal. Karena itu, seseorang tetap merasa mengantuk saat bangun pagi.

Cara Mengatasinya

  • Matikan lampu yang terlalu terang.
  • Kurangi kebisingan di kamar.
  • Gunakan kasur dan bantal yang nyaman.
  • Hindari penggunaan gadget sebelum tidur.
  1. Kurangnya Aktivitas Fisik

Gaya hidup modern membuat banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer atau ponsel.

Kurangnya aktivitas fisik menyebabkan metabolisme tubuh melambat dan sirkulasi darah tidak berjalan optimal. Kondisi ini memicu rasa lelah serta kantuk sepanjang hari.

Sebaliknya, olahraga rutin membantu meningkatkan energi, memperbaiki kualitas tidur, dan menjaga kesehatan jantung.

Aktivitas yang Disarankan

  • Jalan kaki 30 menit setiap hari.
  • Bersepeda.
  • Jogging ringan.
  • Senam atau yoga.
  1. Efek Samping Obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat memicu rasa kantuk sebagai efek samping.

Obat antihistamin untuk alergi, obat penenang, obat antidepresan, serta sejumlah obat tekanan darah sering menyebabkan seseorang merasa lebih mengantuk dari biasanya.

Jika rasa kantuk muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, konsultasikan dengan dokter untuk memperoleh alternatif yang lebih sesuai.

  1. Anemia atau Kekurangan Zat Besi

Anemia terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Akibatnya, organ-organ penting tidak memperoleh pasokan oksigen yang optimal sehingga muncul gejala seperti:

  • Mudah lelah
  • Pusing
  • Wajah pucat
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mengantuk sepanjang hari

Wanita usia produktif dan individu dengan pola makan kurang seimbang memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia.

  1. Terlalu Banyak Screen Time

Paparan layar smartphone, tablet, komputer, atau televisi sebelum tidur dapat mengganggu produksi hormon melatonin.

Melatonin berfungsi mengatur jam biologis tubuh dan membantu seseorang merasa mengantuk pada malam hari.

Ketika produksi hormon ini terganggu, kualitas tidur menurun meskipun durasi tidur tetap panjang.

Baca Juga :  Kolesterol Tinggi Susah Turun? Ini 6 Olahraga Penurun Kolesterol Paling Efektif untuk Jaga Jantung Tetap Sehat

Tips Mengurangi Dampaknya

  • Hentikan penggunaan gadget minimal satu jam sebelum tidur.
  • Aktifkan mode malam pada perangkat elektronik.
  • Gunakan pencahayaan kamar yang lebih redup.
  1. Sleep Apnea, Penyebab yang Sering Tidak Disadari

Sleep apnea termasuk salah satu penyebab utama kantuk berlebihan pada orang dewasa.

Gangguan ini membuat saluran napas menyempit atau tertutup sementara saat tidur. Akibatnya, penderita mengalami henti napas berulang kali tanpa menyadarinya.

Tubuh kemudian terbangun secara singkat untuk kembali bernapas. Proses tersebut terjadi berkali-kali sepanjang malam sehingga kualitas tidur menurun drastis.

Gejala Sleep Apnea

  • Mendengkur keras
  • Sering terbangun malam hari
  • Sakit kepala saat bangun tidur
  • Mulut kering saat pagi hari
  • Sulit fokus dan mudah mengantuk

Jika gejala ini muncul secara rutin, pemeriksaan medis perlu dilakukan sesegera mungkin.

  1. Stres, Kecemasan, dan Depresi

Kesehatan mental memiliki hubungan erat dengan kualitas tidur.

Stres berkepanjangan membuat otak tetap aktif bahkan ketika tubuh sedang beristirahat. Akibatnya, tidur menjadi tidak nyenyak dan seseorang sering terbangun di malam hari.

Selain itu, gangguan kecemasan dan depresi juga dapat mengubah pola tidur sehingga tubuh kehilangan energi pada keesokan harinya.

Cara Mengelola Stres

  • Meditasi
  • Olahraga rutin
  • Menulis jurnal harian
  • Mengatur waktu istirahat
  • Berkonsultasi dengan psikolog bila diperlukan
  1. Sindrom Kaki Gelisah

Restless Legs Syndrome (RLS) atau sindrom kaki gelisah membuat seseorang memiliki dorongan kuat untuk menggerakkan kaki secara terus-menerus, terutama saat malam hari.

Kondisi ini mengganggu tidur dan membuat penderita sulit mencapai fase tidur nyenyak.

Akibatnya, tubuh tetap merasa lelah meskipun telah berada di tempat tidur selama berjam-jam.

  1. Narkolepsi

Narkolepsi merupakan gangguan neurologis yang memengaruhi kemampuan otak dalam mengatur siklus tidur dan bangun.

Penderita narkolepsi dapat mengalami serangan tidur secara tiba-tiba pada waktu yang tidak terduga.

Meskipun telah tidur cukup lama pada malam hari, rasa kantuk ekstrem tetap muncul sepanjang hari.

Gangguan ini memerlukan diagnosis dan penanganan medis khusus.

  1. Pola Makan yang Tidak Tepat

Apa yang dikonsumsi setiap hari ternyata turut memengaruhi tingkat energi tubuh.

Makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang kemudian turun dengan cepat. Kondisi tersebut memicu rasa lelah dan kantuk.

Selain itu, konsumsi kafein berlebihan pada sore atau malam hari juga mengganggu kualitas tidur.

Pola Makan yang Mendukung Energi Tubuh

  • Perbanyak sayuran dan buah-buahan.
  • Konsumsi protein berkualitas.
  • Minum air putih yang cukup.
  • Batasi makanan tinggi gula.
  • Hindari makan terlalu larut malam.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Rasa kantuk sesekali masih tergolong normal. Namun, pemeriksaan medis perlu dilakukan apabila:

  • Kantuk berlangsung lebih dari beberapa minggu.
  • Aktivitas sehari-hari terganggu.
  • Sulit berkonsentrasi saat bekerja.
  • Tertidur saat mengemudi.
  • Mengalami dengkuran keras dan gangguan napas saat tidur.
  • Muncul gejala anemia atau gangguan kesehatan lainnya.

Dokter dapat melakukan evaluasi menyeluruh untuk menemukan penyebab utama dan menentukan pengobatan yang sesuai.

Baca Juga :  Teh Hijau hingga Pegagan, Ini Minuman dan Herbal yang Baik untuk Pasien Stroke

FAQ

Apakah normal mengantuk meski sudah tidur 8 jam?

Tidak selalu. Jika terjadi sesekali, kondisi tersebut masih tergolong normal. Namun, jika berlangsung terus-menerus, kemungkinan terdapat gangguan kesehatan atau kualitas tidur yang buruk.

Apakah sleep apnea berbahaya?

Ya. Sleep apnea dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, dan gangguan metabolisme apabila tidak ditangani.

Apakah anemia bisa menyebabkan kantuk berlebihan?

Bisa. Kekurangan zat besi membuat tubuh kesulitan menyalurkan oksigen secara optimal sehingga memicu rasa lelah dan mengantuk.

Apakah bermain HP sebelum tidur menyebabkan ngantuk di siang hari?

Ya. Cahaya biru dari layar gadget dapat mengganggu produksi melatonin dan menurunkan kualitas tidur malam.

Kapan harus menemui dokter?

Segera periksakan diri jika rasa kantuk mengganggu aktivitas, muncul setiap hari, atau disertai gejala lain seperti mendengkur keras, sesak napas saat tidur, dan kelelahan ekstrem.

Kesimpulan

Sering mengantuk meski sudah tidur cukup bukan kondisi yang boleh dianggap sepele. Selain dipicu kualitas tidur yang buruk, masalah ini juga dapat muncul akibat kurang olahraga, anemia, sleep apnea, stres, sindrom kaki gelisah, narkolepsi, hingga pola makan yang tidak sehat.

Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin besar peluang untuk memperbaiki kualitas hidup dan mencegah komplikasi kesehatan yang lebih serius. Jika rasa kantuk terus berlanjut dan mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah terbaik untuk mendapatkan penanganan yang tepat.(*)

Berita Terkait

Bahaya Minuman Manis Berlebihan: Batas Aman Konsumsi Gula Harian dan Risiko Diabetes yang Jarang Disadari
Lowongan Kerja Kemenkes 2026 Resmi Dibuka, Lulusan Komunikasi dan DKV Bisa Daftar Posisi Ini
Penderita Asam Lambung Wajib Tahu! 7 Buah Ini Aman Dikonsumsi dan Bisa Bantu Redakan GERD
7 Superfood yang Terbukti Lawan Penyakit Kronis, Nomor 4 Disebut Mampu Turunkan Gula Darah
Banyak yang Tidak Tahu, Begini Cara Merebus Telur yang Benar agar Bebas Bakteri dan Nutrisi Tetap Terjaga
Sering Makan Bayam dan Tempe Sekaligus? Ini Risiko Kesehatan yang Perlu Anda Waspadai
Jangan Anggap Aman, Obat Herbal Kemasan Cair Ternyata Bisa Membahayakan Hati dan Ginjal
Asuransi Kesehatan Terbaik untuk PNS dan PPPK 2026, Premi Mulai Rp36 Ribu Bisa Hemat Biaya Rumah Sakit Jutaan Rupiah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 05:01 WIB

Jangan Anggap Sepele! Mengantuk Berlebihan Bisa Jadi Gejala Gangguan Kesehatan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:31 WIB

Bahaya Minuman Manis Berlebihan: Batas Aman Konsumsi Gula Harian dan Risiko Diabetes yang Jarang Disadari

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:31 WIB

Lowongan Kerja Kemenkes 2026 Resmi Dibuka, Lulusan Komunikasi dan DKV Bisa Daftar Posisi Ini

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:01 WIB

Penderita Asam Lambung Wajib Tahu! 7 Buah Ini Aman Dikonsumsi dan Bisa Bantu Redakan GERD

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:31 WIB

7 Superfood yang Terbukti Lawan Penyakit Kronis, Nomor 4 Disebut Mampu Turunkan Gula Darah

Berita Terbaru