28 Pemuda Daki Gunung Kerinci, Bawa Semangat Sumpah Pemuda 2026

- Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI,JS- Sebanyak 28 pemuda dari berbagai unsur bersiap mendaki Gunung Kerinci bersama Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026. Kegiatan ini mengangkat semangat patriotisme, memperkuat persatuan, sekaligus mengajak generasi muda mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah dan bangsa.

Bupati Monadi melepas keberangkatan para peserta di Pintu Rimba, jalur pendakian Gunung Kerinci, Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Selasa (27/10/2026). Dari titik awal pendakian tersebut, para peserta membawa pesan kebangsaan yang ingin mereka gaungkan hingga kawasan puncak gunung tertinggi di Pulau Sumatra itu.

Para peserta menargetkan puncak Gunung Kerinci yang memiliki ketinggian sekitar 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl). Selain menempuh jalur pendakian, mereka juga merencanakan pembacaan teks Sumpah Pemuda sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan pemuda Indonesia yang mengikrarkan persatuan pada 28 Oktober 1928.

Kegiatan ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Tema tersebut menekankan bahwa generasi muda membutuhkan keberanian, ketekunan, kepedulian sosial, serta komitmen kebangsaan untuk menghadapi tantangan zaman.

28 Peserta Gabungkan Semangat Kebangsaan dan Petualangan Alam

Ke-28 peserta berasal dari sejumlah unsur, yakni Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik negara (BUMN), serta Komunitas Trekking Indrapura.

Keberagaman latar belakang itu menghadirkan semangat kolaborasi dalam satu kegiatan.

Mereka membawa tanggung jawab dan pengalaman masing-masing, tetapi memiliki tujuan yang sama, yaitu menumbuhkan semangat persatuan melalui momentum peringatan Sumpah Pemuda.

Pendakian Gunung Kerinci juga menawarkan tantangan fisik dan mental. Para peserta harus menjaga stamina, mengatur perjalanan, memperhatikan kondisi alam, serta membangun kerja sama selama menempuh jalur pendakian.

Karena itu, kegiatan ini tidak hanya menonjolkan kemampuan menaklukkan medan pegunungan.

Para peserta juga dapat mempraktikkan disiplin, kepemimpinan, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pesan Sumpah Pemuda yang mengajarkan pentingnya persatuan di tengah perbedaan latar belakang, suku, budaya, dan lingkungan sosial.

Baca Juga :  Bukan Cuma Cek Bangunan! Aktivis Minta Proyek P3-TGAI Kerinci dan Sungai Penuh Diaudit APH Hingga BPK

Pesan Bupati Monadi: Pemuda Harus Berani Berkarya

Bupati Kerinci Monadi mengapresiasi antusiasme 28 peserta yang mengikuti kegiatan pendakian dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Menurut Monadi, keberanian generasi muda untuk menghadapi tantangan mencerminkan semangat juang, kedisiplinan, dan tekad dalam menjaga persatuan bangsa. Ia juga menilai kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai patriotisme melalui pengalaman langsung.

“Saya sangat mengapresiasi semangat 28 pemuda tangguh yang mengambil bagian dalam kegiatan ini.

Mendaki Gunung Kerinci bukan hanya tentang menaklukkan ketinggian, tetapi juga tentang menguji ketangguhan, membangun kebersamaan, dan menanamkan nilai-nilai perjuangan serta cinta Tanah Air.

Saya berharap semangat ini menjadi inspirasi bagi seluruh generasi muda untuk terus berkarya, berprestasi, peduli terhadap sesama, dan memberikan kontribusi terbaik bagi Kabupaten Kerinci serta Indonesia,” ujar Monadi.

Pesan tersebut menegaskan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam menentukan arah kemajuan daerah. Mereka tidak cukup hanya mengandalkan semangat dan keberanian, tetapi juga perlu mengembangkan kemampuan, menjaga integritas, serta menunjukkan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Oleh karena itu, momentum peringatan Sumpah Pemuda perlu mendorong generasi muda untuk menghasilkan karya yang bermanfaat. Kontribusi tersebut dapat muncul melalui pendidikan, kegiatan sosial, kewirausahaan, pelestarian lingkungan, maupun partisipasi dalam pembangunan daerah.

Sumpah Pemuda 2026, Momentum Merawat Persatuan

Peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober mengingatkan masyarakat Indonesia pada ikrar para pemuda pada 1928. Saat itu, para pemuda dari berbagai daerah menegaskan tekad untuk bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Semangat tersebut tetap relevan di tengah perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan tantangan ekonomi yang memengaruhi kehidupan generasi muda saat ini.

Monadi berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi pengingat bahwa perbedaan tidak seharusnya memecah belah masyarakat. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Generasi muda perlu memahami bahwa persatuan bukan sekadar slogan dalam upacara atau kegiatan seremonial. Mereka harus menerapkannya melalui sikap saling menghargai, kerja sama lintas kelompok, kepedulian terhadap lingkungan sekitar, dan keterlibatan dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Dengan cara tersebut, nilai-nilai Sumpah Pemuda dapat terus hidup dalam keseharian. Semangat kebangsaan juga dapat tumbuh melalui tindakan sederhana yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Menjaga Alam Kerinci sebagai Tanggung Jawab Bersama

Selain membawa pesan nasionalisme, pendakian Gunung Kerinci juga menyoroti pentingnya menjaga kelestarian alam. Gunung Kerinci memiliki daya tarik alam yang kuat dan menjadi salah satu ikon penting Kabupaten Kerinci serta Provinsi Jambi.

Keindahan kawasan pegunungan tersebut menuntut setiap pengunjung untuk menerapkan perilaku yang bertanggung jawab. Pendaki perlu mematuhi ketentuan jalur, mengelola sampah, menjaga kebersihan, dan menghormati ekosistem selama perjalanan.

Kesadaran lingkungan menjadi bagian penting dari karakter pemuda masa kini. Semangat patriotisme tidak hanya berarti mencintai bangsa melalui simbol dan upacara, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap kekayaan alam yang menjadi bagian dari identitas Indonesia.

Karena itu, pesan pendakian ini dapat meluas dari perjuangan mencapai puncak menuju tanggung jawab menjaga lingkungan. Pemuda dapat menjadi contoh bagi masyarakat dengan menerapkan prinsip pendakian yang aman, tertib, dan ramah lingkungan.

Di sisi lain, peserta juga perlu memperhatikan kondisi cuaca, kesiapan fisik, perlengkapan, serta ketentuan pengelola kawasan. Keselamatan harus tetap menjadi prioritas dalam setiap kegiatan pendakian, terutama ketika peserta menempuh medan pegunungan dengan kondisi alam yang dapat berubah.

Dari Pintu Rimba, Pemuda Kerinci Bawa Pesan untuk Indonesia

Kegiatan pendakian bersama Bupati Monadi menjadi salah satu cara untuk menghidupkan semangat Sumpah Pemuda melalui pengalaman yang menantang sekaligus bermakna.
Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diajak membangun ketangguhan, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan kepedulian terhadap masa depan daerah.

Mereka juga memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa semangat nasionalisme dapat tumbuh melalui kegiatan positif yang menggabungkan kebersamaan, kecintaan terhadap alam, dan tanggung jawab sosial.

Lebih jauh, pembangunan Kabupaten Kerinci membutuhkan keterlibatan generasi muda yang kreatif, berintegritas, dan mampu bekerja sama. Pemerintah daerah, komunitas, dunia pendidikan, serta berbagai kelompok masyarakat dapat membuka ruang kolaborasi agar potensi pemuda berkembang secara berkelanjutan.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen tersebut. Semangat perjuangan para pendahulu perlu diterjemahkan menjadi tindakan yang sesuai dengan kebutuhan masa kini, mulai dari meningkatkan kualitas diri hingga berkontribusi bagi masyarakat.

Dari Pintu Rimba menuju puncak Gunung Kerinci, 28 pemuda itu membawa pesan bahwa perjuangan membutuhkan keteguhan, kebersamaan, dan tujuan yang jelas. Semangat tersebut diharapkan tidak berhenti ketika pendakian berakhir, tetapi terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

Dari Kerinci untuk Indonesia, pemuda bersatu, berkarya, menjaga alam, dan berkontribusi demi masa depan bangsa yang lebih baik.(TIM)

Berita Terkait

Jelang MTQH ke-55 Provinsi Jambi, Kerinci Matangkan Persiapan 38 Peserta
BPK Periksa Dana BOSP Merangin 2025–2026, Pemkab Diminta Buka Data Pengelolaan Anggaran
Operasi Patuh Siginjai 2026 Dimulai Hari Ini, Polresta Jambi Bidik 7 Pelanggaran Lalu Lintas
Pemkot Sungai Penuh Wajibkan ASN Pakai Baju Melayu Jambi 2–6 November 2026, Ini Aturan Lengkapnya
Muaro Jambi Siapkan 23 Rumah Oksigen Gratis, Cek Layanan Puskesmas dan Jam Operasionalnya
Alfin dan Azhar Pimpin Goro Akbar, Ini Pesan Penting untuk Warga Sungai Penuh
Gaji 3.426 PPPK Kota Jambi Tembus Rp250 Miliar, Pemkot Berharap Pusat Ambil Alih
MTQ ke-55 Jambi Dimulai 30 Oktober, Maulana Larang ASN Dinas ke Luar Daerah
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:31 WIB

Jelang MTQH ke-55 Provinsi Jambi, Kerinci Matangkan Persiapan 38 Peserta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:31 WIB

28 Pemuda Daki Gunung Kerinci, Bawa Semangat Sumpah Pemuda 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:01 WIB

BPK Periksa Dana BOSP Merangin 2025–2026, Pemkab Diminta Buka Data Pengelolaan Anggaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Operasi Patuh Siginjai 2026 Dimulai Hari Ini, Polresta Jambi Bidik 7 Pelanggaran Lalu Lintas

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Pemkot Sungai Penuh Wajibkan ASN Pakai Baju Melayu Jambi 2–6 November 2026, Ini Aturan Lengkapnya

Berita Terbaru