Muaro Jambi Siapkan 23 Rumah Oksigen Gratis, Cek Layanan Puskesmas dan Jam Operasionalnya

- Jurnalis

Minggu, 25 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MUAROJAMBI,JS- Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menyiapkan 23 rumah oksigen gratis untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Fasilitas tersebut tersebar di puskesmas sehingga warga dapat mengakses bantuan kesehatan lebih dekat ketika mengalami gangguan pernapasan.

Langkah ini menjadi perhatian penting di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk akibat asap karhutla. Paparan asap dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, Aang Hambali, menjelaskan bahwa pemerintah daerah menyiapkan layanan tersebut untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses kesehatan di tengah situasi yang berpotensi membahayakan pernapasan.

Melalui rumah oksigen gratis, warga yang membutuhkan bantuan dapat mendatangi puskesmas terdekat. Petugas kesehatan kemudian memberikan pemeriksaan dan menentukan penanganan sesuai kondisi pasien.
23 Rumah Oksigen Gratis Tersedia di Puskesmas

Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menempatkan 23 rumah oksigen di jaringan puskesmas yang tersebar di wilayah kabupaten tersebut. Penempatan ini bertujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama warga yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan yang lebih jauh.

Aang mengatakan pemerintah daerah mengambil langkah tersebut sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati Muaro Jambi. Pemerintah ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa terbebani biaya untuk layanan rumah oksigen yang tersedia.

Menurut Aang, keberadaan fasilitas ini diharapkan membantu warga yang mengalami keluhan pernapasan ketika kabut asap mengganggu aktivitas sehari-hari.

Selain menyediakan akses oksigen, puskesmas juga berperan penting dalam menilai kondisi kesehatan pasien. Sebab, tidak semua keluhan akibat asap membutuhkan penanganan yang sama. Petugas medis perlu memeriksa kondisi pasien sebelum menentukan tindakan yang tepat.

Layanan Gratis, Warga Bisa Mendatangi Puskesmas Terdekat

Salah satu hal penting dari program ini ialah akses layanan tanpa biaya. Masyarakat yang membutuhkan bantuan oksigen dapat mendatangi puskesmas terdekat untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis sesuai kebutuhan.

Namun, warga sebaiknya tetap memperhatikan jam pelayanan masing-masing fasilitas kesehatan.

Tidak semua puskesmas menjalankan jadwal operasional yang sama, sehingga masyarakat perlu memastikan ketersediaan layanan sebelum berangkat apabila kondisinya memungkinkan.

Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sampai keluhan pernapasan semakin berat sebelum mencari pertolongan.

Jika seseorang mengalami sesak napas, napas cepat, nyeri dada, atau penurunan kesadaran, keluarga perlu segera mencari bantuan medis darurat. Jangan hanya mengandalkan oksigen tanpa pemeriksaan tenaga kesehatan.

Dengan akses yang lebih dekat, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh pertolongan lebih cepat ketika menghadapi gangguan kesehatan akibat kondisi udara.

Baca Juga :  Pemekaran 4 Desa di Muaro Jambi Masuk Tahap Akhir, Kapan Mulai Beroperasi?

Kabut Asap Karhutla Mengancam Kesehatan Masyarakat

Kabut asap akibat karhutla bukan sekadar mengurangi jarak pandang. Partikel halus dalam asap juga dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu berbagai keluhan kesehatan.

Dampaknya dapat berbeda pada setiap orang. Sebagian warga mungkin mengalami iritasi mata, hidung, dan tenggorokan. Sementara itu, orang lain dapat mengalami batuk, sesak napas, atau memburuknya penyakit pernapasan yang sudah mereka miliki.

Anak-anak dan lansia perlu mendapat perhatian khusus karena kelompok tersebut lebih rentan terhadap dampak pencemaran udara. Masyarakat yang memiliki asma atau penyakit paru-paru juga perlu lebih waspada ketika asap semakin pekat.

Karena itu, keberadaan 23 rumah oksigen gratis menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada warga. Meski demikian, masyarakat tetap perlu mengurangi paparan asap agar risiko gangguan kesehatan tidak semakin besar.

Tujuh Langkah untuk Mengurangi Dampak Kabut Asap

Selain memanfaatkan layanan kesehatan, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah pencegahan selama kabut asap masih mengganggu kualitas udara.

Pertama, kurangi aktivitas di luar ruangan. Jika tidak memiliki keperluan mendesak, warga sebaiknya membatasi kegiatan di luar rumah, terutama ketika asap terlihat pekat atau kualitas udara menunjukkan kondisi tidak sehat.

Kedua, gunakan masker yang sesuai. Masker respirator seperti N95 atau KN95 yang terpasang dengan rapat dapat membantu mengurangi paparan partikel halus. Masker biasa tidak memberikan perlindungan setara terhadap partikel asap berukuran sangat kecil.

Ketiga, tutup jendela ketika asap masuk ke lingkungan rumah. Langkah ini dapat membantu mengurangi masuknya udara tercemar. Jika memungkinkan, gunakan penyaring udara yang sesuai dan hindari aktivitas yang menambah polusi di dalam ruangan.

Keempat, jaga kesehatan anak-anak dan lansia. Batasi aktivitas fisik di luar ruangan dan pantau munculnya keluhan seperti batuk, napas berbunyi, atau sesak.

Kelima, jangan membakar sampah. Pembakaran sampah menambah pencemaran udara sehingga dapat memperburuk kondisi lingkungan ketika karhutla masih berlangsung.

Keenam, ikuti informasi kualitas udara. Warga dapat memantau informasi dari instansi pemerintah atau sumber pemantauan kualitas udara yang tepercaya untuk menentukan langkah pencegahan.

Ketujuh, segera periksa ke fasilitas kesehatan jika muncul keluhan. Jangan menunda pemeriksaan ketika gangguan pernapasan memburuk, terutama pada anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit kronis.

Puskesmas Menjadi Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan

Di tengah ancaman kabut asap, puskesmas memiliki peran penting karena fasilitas tersebut berada lebih dekat dengan permukiman masyarakat.

Melalui jaringan pelayanan yang tersebar di berbagai wilayah, warga dapat mengakses pemeriksaan awal tanpa harus langsung menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit. Tenaga kesehatan juga dapat menilai apakah pasien cukup menjalani penanganan di puskesmas atau membutuhkan rujukan.

Aang berharap keberadaan rumah oksigen gratis benar-benar membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan, khususnya ketika kondisi udara kurang baik.

Namun, efektivitas layanan juga bergantung pada kesiapan petugas, ketersediaan peralatan, pasokan oksigen, serta informasi yang jelas mengenai jam pelayanan. Karena itu, masyarakat perlu memperoleh informasi yang akurat mengenai fasilitas terdekat dan prosedur untuk mengakses bantuan.

Warga juga sebaiknya tidak menggunakan oksigen medis tanpa arahan tenaga kesehatan. Penggunaan oksigen harus menyesuaikan kondisi pasien dan kebutuhan medisnya.
Warga Perlu Mengetahui Jam Pelayanan Sebelum Datang

Masyarakat yang ingin memanfaatkan rumah oksigen gratis sebaiknya menghubungi puskesmas terdekat untuk memastikan jadwal pelayanan dan ketersediaan fasilitas.
Informasi ini penting karena kebutuhan pertolongan dapat muncul di luar jam kerja reguler.

Jika pasien mengalami sesak napas berat atau tanda kegawatdaruratan lainnya, keluarga sebaiknya segera menuju fasilitas kesehatan yang mampu memberikan pertolongan darurat.

Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi juga perlu terus menyampaikan informasi mengenai lokasi layanan, jam operasional, serta mekanisme pelayanan agar masyarakat tidak kebingungan ketika membutuhkan bantuan.
Kejelasan informasi tersebut dapat membantu warga menentukan tujuan dengan lebih cepat sekaligus mendukung petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan.

Perlindungan Kesehatan Harus Berjalan Bersama Penanganan Karhutla

Penyediaan 23 rumah oksigen gratis menjadi langkah pelayanan kesehatan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap. Akan tetapi, upaya ini perlu berjalan beriringan dengan pencegahan dan penanganan kebakaran hutan serta lahan.

Selama sumber asap masih menghasilkan pencemaran, masyarakat tetap menghadapi risiko paparan partikel berbahaya. Karena itu, pencegahan kebakaran, pengendalian titik api, pemantauan kualitas udara, dan penyampaian informasi kesehatan perlu mendapat perhatian bersama.

Masyarakat juga dapat berperan dengan tidak membuka lahan melalui pembakaran serta segera melaporkan kejadian kebakaran kepada petugas berwenang.

Pada akhirnya, keberadaan rumah oksigen gratis di 23 puskesmas diharapkan mempermudah masyarakat Muaro Jambi memperoleh bantuan kesehatan ketika membutuhkan. Warga tetap perlu melakukan pencegahan, memantau kondisi udara, dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gangguan pernapasan.(*)

Berita Terkait

Alfin dan Azhar Pimpin Goro Akbar, Ini Pesan Penting untuk Warga Sungai Penuh
Gaji 3.426 PPPK Kota Jambi Tembus Rp250 Miliar, Pemkot Berharap Pusat Ambil Alih
MTQ ke-55 Jambi Dimulai 30 Oktober, Maulana Larang ASN Dinas ke Luar Daerah
Lantik Pengurus PKPS Sungai Penuh, Alfin Tekankan Keberagaman sebagai Kekuatan Daerah
Nasib PPPK Tanpa Pensiun, Keluarga Terancam Kehilangan Penghasilan! Bagaimana di Jambi?
Keenam Kalinya! Beruang Liar Teror Desa Sungai Abu, Rumah Kebun Jebol dan Ternak Terancam
Sebelum Padamkan Karhutla, Satgas Batang Hari Wajib Cek Kesehatan
Kemarau dan Kabut Asap Ancam Kesehatan Ternak di Sarolangun, Peternak Diminta Waspadai 3 Penyakit Ini
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Muaro Jambi Siapkan 23 Rumah Oksigen Gratis, Cek Layanan Puskesmas dan Jam Operasionalnya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Alfin dan Azhar Pimpin Goro Akbar, Ini Pesan Penting untuk Warga Sungai Penuh

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:31 WIB

MTQ ke-55 Jambi Dimulai 30 Oktober, Maulana Larang ASN Dinas ke Luar Daerah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Lantik Pengurus PKPS Sungai Penuh, Alfin Tekankan Keberagaman sebagai Kekuatan Daerah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Nasib PPPK Tanpa Pensiun, Keluarga Terancam Kehilangan Penghasilan! Bagaimana di Jambi?

Berita Terbaru