SUNGAIPENUH,JS- Kondisi ekonomi yang terus berubah, baik di tingkat nasional maupun global, mendorong keluarga untuk mencari berbagai cara agar tetap mampu menjaga kestabilan keuangan. Dalam situasi tersebut, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Sungai Penuh mengambil peran dengan mendorong perempuan agar semakin aktif mengembangkan potensi ekonomi dari lingkungan masing-masing.
Ketua TP-PKK Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, menilai perempuan memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Menurutnya, perempuan tidak perlu menunggu memiliki modal besar untuk mulai berkarya. Sebaliknya, mereka dapat memulai dari kemampuan, keterampilan, serta sumber daya yang sudah tersedia di sekitar rumah.
Langkah tersebut sekaligus membuka peluang bagi perempuan untuk membangun aktivitas produktif, mulai dari pemanfaatan pekarangan, pengolahan pangan, keterampilan menjahit, kerajinan tangan hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Manfaatkan potensi diri yang ada, sehingga bisa mendorong ekonomi dan kesejahteraan keluarga,” ungkap Sri Kartini Alfin.
Perempuan Perlu Berani Mengembangkan Potensi Diri
Sri Kartini Alfin mengatakan perkembangan ekonomi saat ini menuntut setiap keluarga untuk lebih kreatif dalam mengelola sumber daya yang mereka miliki.
Karena itu, TP-PKK Sungai Penuh terus mengajak perempuan untuk tidak hanya menjalankan aktivitas domestik, tetapi juga mengembangkan keterampilan yang dapat menghasilkan nilai ekonomi.
Menurutnya, kegiatan produktif tidak selalu harus dimulai melalui investasi besar. Perempuan dapat mengawalinya dari skala rumah tangga, kemudian meningkatkan kapasitas usaha secara bertahap.
Pendekatan tersebut juga dapat membantu keluarga menciptakan sumber pendapatan tambahan tanpa harus mengabaikan peran utama dalam rumah tangga.
“Perempuan jangan berdiam diri. Kita harus bergerak dan melihat potensi yang ada di sekitar kita,” menjadi semangat yang terus didorong melalui berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan.
Program Pangan Jadi Salah Satu Prioritas TP-PKK
Salah satu fokus TP-PKK Sungai Penuh berada pada sektor pangan. Program tersebut mengarahkan keluarga agar mampu memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan rumah.
Pemanfaatan pekarangan menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Masyarakat dapat memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam berbagai kebutuhan pangan rumah tangga. Selain memenuhi kebutuhan sendiri, hasilnya juga berpotensi berkembang menjadi produk bernilai jual.
TP-PKK juga mendorong pengembangan kebun PKK, ketahanan pangan keluarga, serta UMKM yang bergerak di sektor pangan.
Program tersebut memiliki peluang besar karena sektor makanan dan minuman selalu memiliki pasar. Dengan kreativitas dalam pengolahan, pengemasan, pemasaran, dan pengembangan merek, produk rumah tangga dapat berkembang menjadi usaha yang lebih profesional.
Dari Pekarangan Menjadi Peluang Bisnis
Pemanfaatan pekarangan tidak hanya memberikan manfaat dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Jika masyarakat mengelolanya secara konsisten, aktivitas tersebut dapat berkembang menjadi peluang bisnis.
Misalnya, hasil kebun dapat masyarakat olah menjadi produk makanan, bumbu, makanan ringan atau produk olahan lain. Selanjutnya, pelaku UMKM dapat memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas pasar.
Perkembangan digital marketing, media sosial, marketplace, dan pembayaran digital juga membuka kesempatan bagi UMKM perempuan untuk menjangkau konsumen di luar lingkungan tempat tinggalnya.
Dengan demikian, program ketahanan pangan dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi keluarga.
Peluang Usaha Perempuan Tidak Hanya dari Sektor Pangan
Selain pangan, TP-PKK Sungai Penuh juga mendorong perempuan mengembangkan sektor sandang.
Program tersebut mencakup pembinaan keterampilan menjahit, kerajinan serta promosi produk lokal.
Keterampilan menjahit, misalnya, dapat berkembang menjadi usaha rumahan. Perempuan dapat menerima pesanan pakaian, permak, pembuatan produk tekstil rumah tangga hingga berbagai kebutuhan lainnya.
Sementara itu, kerajinan lokal juga memiliki peluang untuk masuk ke pasar yang lebih luas apabila pelaku usaha mampu mengemas produk secara menarik.
Karena itu, kemampuan produksi perlu berjalan bersama dengan kemampuan pemasaran.
Digitalisasi UMKM Jadi Kunci Pengembangan Usaha
Perubahan perilaku konsumen membuat pemasaran digital semakin penting bagi pelaku UMKM.
Pelaku usaha perempuan di Sungai Penuh dapat memanfaatkan berbagai kanal digital untuk memperkenalkan produknya. Foto produk yang menarik, informasi harga yang jelas, pelayanan cepat, serta konsistensi promosi dapat membantu meningkatkan kepercayaan konsumen.
Selain itu, pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan social media marketing, marketplace, dan berbagai metode pembayaran digital.
Strategi tersebut memungkinkan usaha kecil memperoleh pasar yang lebih luas tanpa harus mengeluarkan biaya promosi dalam jumlah besar.
Namun, pengembangan digitalisasi UMKM juga membutuhkan peningkatan keterampilan. Karena itu, pelatihan pemasaran digital, pengelolaan keuangan, branding, fotografi produk dan pelayanan pelanggan dapat menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi perempuan.
Pendidikan dan Keterampilan Menjadi Fondasi Pemberdayaan
TP-PKK Sungai Penuh juga menempatkan pendidikan dan keterampilan sebagai salah satu program utama.
Program tersebut mencakup pelatihan keterampilan perempuan, literasi keluarga hingga pendidikan anak.
Pendidikan memiliki peran penting karena kemampuan seseorang dalam mengelola keuangan, mengembangkan usaha dan mengambil keputusan ekonomi sangat berkaitan dengan pengetahuan yang dimiliki.
Melalui peningkatan keterampilan, perempuan dapat memperoleh kemampuan baru yang kemudian mereka terapkan dalam aktivitas produktif.
Di sisi lain, literasi keluarga juga dapat membantu masyarakat memahami pentingnya pengelolaan keuangan rumah tangga.
Literasi Keuangan Membantu Keluarga Mengelola Pendapatan
Ketika keluarga memiliki sumber pendapatan tambahan, kemampuan mengelola uang menjadi sama pentingnya dengan kemampuan memperoleh pendapatan.
Karena itu, perempuan yang menjalankan UMKM perlu memahami pencatatan sederhana mengenai pemasukan dan pengeluaran.
Pemisahan uang usaha dan uang rumah tangga juga dapat membantu pelaku usaha mengetahui kondisi bisnis secara lebih akurat.
Dengan pencatatan yang rapi, pelaku UMKM dapat mengetahui produk yang paling menguntungkan, biaya operasional, kebutuhan modal dan target penjualan.
Langkah sederhana tersebut dapat menjadi fondasi sebelum usaha berkembang dan membutuhkan pembiayaan yang lebih besar.
UMKM Perempuan Punya Potensi Menggerakkan Ekonomi Lokal
Penguatan UMKM perempuan tidak hanya memberikan manfaat bagi satu keluarga.
Ketika sebuah usaha berkembang, aktivitas ekonomi ikut bergerak. Pelaku usaha membutuhkan bahan baku, kemasan, jasa transportasi, pemasaran hingga tenaga kerja.
Artinya, semakin banyak usaha kecil yang tumbuh, semakin besar pula peluang terciptanya rantai ekonomi di tingkat lokal.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pemberdayaan perempuan memiliki posisi penting dalam pembangunan ekonomi daerah.
TP-PKK dapat menjadi salah satu penggerak yang menghubungkan kegiatan pemberdayaan keluarga dengan pengembangan potensi ekonomi masyarakat.
Mulai dari Skala Kecil, Kembangkan Secara Bertahap
Sri Kartini Alfin menekankan bahwa perempuan tidak harus menunggu kondisi ideal untuk memulai aktivitas produktif.
Masyarakat dapat memulai dari kemampuan yang sudah dimiliki. Setelah memperoleh pengalaman, usaha dapat berkembang melalui peningkatan kualitas produk, pengemasan, pemasaran dan manajemen keuangan.
Pendekatan bertahap tersebut juga membantu pelaku usaha mengurangi risiko ketika mereka baru memulai bisnis.
Misalnya, perempuan yang memiliki keterampilan memasak dapat memulai dengan menerima pesanan dalam jumlah terbatas. Setelah mendapatkan pelanggan tetap, kapasitas produksi dapat ditingkatkan.
Begitu pula dengan usaha menjahit, kerajinan, pengolahan hasil kebun maupun produk pangan rumahan.
Program TP-PKK Diharapkan Mendorong Kesejahteraan Keluarga
Secara umum, program pemberdayaan yang dijalankan TP-PKK Sungai Penuh memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan perempuan sekaligus membantu keluarga menghadapi tantangan ekonomi.
Tiga bidang yang menjadi perhatian, yakni pangan, sandang, serta pendidikan dan keterampilan, dapat menjadi pintu masuk bagi perempuan untuk mengembangkan aktivitas ekonomi.
“Tujuan program ini tidak lain untuk mendukung para perempuan agar berkarya dan mendukung ekonomi keluarga,” tegas Sri Kartini Alfin.
Dengan dukungan keterampilan, akses informasi, pemasaran digital dan pengelolaan keuangan yang baik, perempuan memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Ekonomi Keluarga Membutuhkan Kolaborasi
Penguatan ekonomi keluarga pada akhirnya tidak hanya membutuhkan kerja perempuan. Kepala keluarga, pemerintah daerah, TP-PKK, pelaku UMKM, komunitas dan masyarakat perlu membangun kolaborasi.
Pemerintah dapat membuka akses pelatihan, pendampingan dan promosi. Sementara itu, pelaku UMKM perlu menjaga kualitas produk serta meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha.
Di tengah perkembangan ekonomi digital, kolaborasi tersebut semakin penting.
Produk lokal Sungai Penuh memiliki peluang untuk memperoleh konsumen yang lebih luas apabila pelaku usaha mampu memanfaatkan teknologi dengan tepat.
Potensi Lokal Bisa Menjadi Kekuatan Ekonomi Sungai Penuh
Sungai Penuh memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan masyarakat, termasuk sektor pangan, pertanian, kerajinan dan produk kreatif.
TP-PKK mendorong agar potensi tersebut tidak berhenti sebagai aktivitas konsumsi rumah tangga. Masyarakat dapat mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi.
Dengan demikian, pemberdayaan perempuan bukan sekadar kegiatan sosial. Program tersebut juga dapat menjadi bagian dari strategi membangun ketahanan ekonomi keluarga, pemberdayaan UMKM, digitalisasi usaha dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Pada akhirnya, semakin banyak perempuan yang berani berkarya, semakin banyak pula peluang ekonomi baru yang muncul di tengah masyarakat.(*)










