MUAROJAMBI,JS- Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pelebaran dan penambahan lajur Jalan Simpang Mendalo. Proyek infrastruktur tersebut menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mengatasi kepadatan lalu lintas sekaligus memperlancar konektivitas antara Kabupaten Muaro Jambi, Kota Jambi, dan wilayah Sumatera lainnya.
Dukungan itu kembali ditegaskan Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno, saat menghadiri pertemuan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bina Marga Jambi di Pasir Putih, Kota Jambi, Rabu, 19 Agustus 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Muaro Jambi membahas perkembangan rencana pembangunan jalur dua dari kawasan Exit Tol Pijoan menuju Mendalo Darat hingga perbatasan Kota Jambi.
Rencana tersebut memiliki nilai strategis karena ruas jalan yang menjadi pembahasan masuk dalam jaringan transportasi utama Pulau Sumatera. Jalur itu menghubungkan Jambi dengan Riau melalui Lintas Timur Sumatera serta menjadi bagian dari akses menuju Sumatera Barat melalui Lintas Tengah Sumatera.
Pemkab Muaro Jambi Tegaskan Dukungan Penuh
Bambang Bayu Suseno hadir bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muaro Jambi, Anjar Parbowo.
Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan apresiasi terhadap rencana pembangunan dua jalur di kawasan Mendalo yang selama ini menghadapi peningkatan aktivitas kendaraan.
Menurut Bambang, kebutuhan pelebaran jalan semakin mendesak seiring pertumbuhan kawasan permukiman, pusat usaha, pendidikan, serta mobilitas masyarakat di sekitar Mendalo dan perbatasan Kota Jambi.
Pemkab Muaro Jambi pun siap mengambil peran dalam proses sosialisasi kepada masyarakat yang terdampak rencana pembangunan.
“Pada tahun 2018 sudah pernah diusulkan, banyak yang menolak. Namun seiring perkembangan zaman dan banyaknya jumlah kendaraan, Pemda siap melakukan sosialisasi,” kata Bambang.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan berusaha mencari jalan keluar yang dapat mengakomodasi kepentingan pembangunan sekaligus memperhatikan kondisi masyarakat di sepanjang jalur tersebut.
“Kalau sekadar pagar, Pemda siap mengganti. Tapi kalau sudah bangunan ruko, harus kita bicarakan. Intinya Pemkab Muaro Jambi sangat mendukung,” ujarnya.
Proyek Jalan Simpang Mendalo Jadi Kebutuhan Mendesak
Pertumbuhan lalu lintas di kawasan Mendalo membuat kebutuhan peningkatan kapasitas jalan semakin besar.
Kawasan tersebut tidak hanya menjadi jalur penghubung antardaerah. Mendalo juga berkembang sebagai kawasan hunian, perdagangan, pendidikan, dan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
Kondisi tersebut membuat volume kendaraan terus meningkat, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja serta aktivitas pendidikan.
Karena itu, pelebaran Jalan Simpang Mendalo memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar menambah ruang kendaraan. Infrastruktur tersebut dapat mendukung kelancaran distribusi barang, mempercepat mobilitas masyarakat, dan meningkatkan konektivitas kawasan perkotaan dengan wilayah hinterland.
Selain itu, peningkatan kapasitas jalan dapat membantu mengurangi titik kemacetan yang selama ini muncul akibat tingginya volume kendaraan pada ruas dengan kapasitas terbatas.
Rencana Jalur Dua Terhubung hingga Exit Tol Pijoan
Pembahasan pembangunan mencakup jalur dari Exit Tol Pijoan menuju Mendalo Darat hingga perbatasan Kota Jambi.
Dengan koneksi tersebut, pemerintah ingin menciptakan jaringan jalan yang lebih memadai antara akses tol dan kawasan perkotaan.
Keberadaan jalan dengan kapasitas lebih besar juga dapat memberikan dampak terhadap sektor ekonomi. Pelaku usaha dapat memperoleh akses distribusi yang lebih lancar, sedangkan masyarakat mendapatkan waktu tempuh yang lebih efisien.
Dalam jangka panjang, peningkatan infrastruktur transportasi juga dapat mendorong perkembangan kawasan baru di sekitar koridor jalan.
Bagi Kabupaten Muaro Jambi, pembangunan tersebut memiliki posisi strategis karena wilayah ini berada di sekitar kawasan pertumbuhan Kota Jambi.
Pemkab Siapkan Sosialisasi kepada Masyarakat
Pemkab Muaro Jambi tidak hanya menyampaikan dukungan di tingkat pembahasan. Bambang juga menyatakan kesiapannya turun langsung ke lapangan untuk menjelaskan rencana pembangunan kepada masyarakat.
Menurutnya, sosialisasi menjadi bagian penting karena pembangunan jalan membutuhkan dukungan masyarakat, terutama warga yang memiliki bangunan atau aset di sepanjang jalur rencana pelebaran.
Pemkab berencana memulai komunikasi dengan masyarakat dari kawasan Simpang Rimbo hingga gerbang tol.
Bambang juga menyatakan akan berkoordinasi dengan Gubernur Jambi serta para ketua RT yang berada di sepanjang ruas pembangunan.
Langkah tersebut bertujuan agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai rencana pelebaran jalan, kebutuhan lahan, hingga mekanisme penyelesaian terhadap aset yang terdampak.
Dengan komunikasi sejak awal, pemerintah berharap masyarakat memahami manfaat proyek sekaligus dapat menyampaikan berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
Pembebasan Lahan Jadi Tahapan Penting
Pembangunan jalan baru atau pelebaran jalan membutuhkan kesiapan lahan. Karena itu, pembebasan tanah menjadi salah satu tahapan penting dalam proyek Jalan Simpang Mendalo.
Bambang memahami bahwa proses tersebut membutuhkan komunikasi yang hati-hati. Kondisi aset masyarakat di sepanjang jalan juga beragam.
Sebagian warga mungkin hanya memiliki pagar atau bagian halaman yang masuk dalam kebutuhan pelebaran. Namun, sebagian lainnya memiliki bangunan usaha seperti ruko.
Perbedaan kondisi tersebut membutuhkan pembahasan yang lebih mendalam agar proses pembangunan dapat berjalan tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat.
Pemkab Muaro Jambi menyatakan siap membantu proses komunikasi dan sosialisasi agar tahapan pembangunan berjalan lebih lancar.
BPJN Jambi Paparkan Kebutuhan Lebar Jalan
Kepala BPJN Jambi, Robert E Sihotang, menjelaskan kondisi teknis sejumlah segmen jalan yang masuk dalam pembahasan.
Untuk segmen Batas Kota Jambi–Simpang Rimbo, ruas jalan saat ini memiliki lebar sekitar 7,5 meter dengan panjang penanganan 2,26 kilometer.
Sementara itu, terdapat segmen lain dengan lebar eksisting 7,5 meter dan panjang penanganan sekitar 7,80 kilometer.
Adapun segmen Batas Kota Jambi menuju Mendalo Darat hingga Simpang Tiga memiliki panjang sekitar 0,30 kilometer.
Data tersebut menunjukkan kebutuhan peningkatan kapasitas jalan cukup besar. Pemerintah membutuhkan ruang yang jauh lebih luas dibandingkan kondisi jalan saat ini untuk membangun konsep jalur dua secara menyeluruh.
Jalan Membutuhkan Lebar 30 hingga 35 Meter
Robert menjelaskan, pembangunan jalur dua membutuhkan ruang jalan dengan lebar sekitar 30 hingga 35 meter.
Rencana teknis tersebut mencakup dua lajur dengan lebar masing-masing 7,5 meter.
Selain ruang kendaraan, rancangan juga memasukkan fasilitas pendukung seperti trotoar, parit, pertamanan, dan taman median.
Trotoar memiliki lebar sekitar 1,5 meter. Kemudian, rancangan juga menyediakan ruang untuk drainase serta pertamanan sekitar 3 meter dan taman tengah jalan dengan lebar sekitar 1,5 meter.
Konsep tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar peningkatan kapasitas kendaraan. Pembangunan juga memperhatikan kebutuhan pejalan kaki, drainase, tata ruang, dan estetika koridor jalan.
Pembebasan Tanah Menjadi Fokus Selanjutnya
Menurut Robert, tahapan penting yang perlu pemerintah dorong selanjutnya berkaitan dengan lahan.
“Saat ini tinggal pembebasan lahan atau tanah,” ujar Robert.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kesiapan lahan menjadi faktor penting sebelum pembangunan fisik dapat berjalan secara optimal.
Karena itu, koordinasi antara pemerintah pusat, Pemprov Jambi, Pemkab Muaro Jambi, pemerintah Kota Jambi, dan masyarakat perlu berjalan secara konsisten.
Sinergi tersebut juga penting karena ruas jalan berada di kawasan yang berdekatan dengan batas administrasi antardaerah.
Dampak Ekonomi Pelebaran Jalan
Pelebaran Jalan Simpang Mendalo berpotensi memberikan dampak ekonomi yang cukup luas.
Pertama, kelancaran lalu lintas dapat membantu distribusi barang dari dan menuju pusat kegiatan ekonomi di Jambi.
Kedua, waktu perjalanan yang lebih singkat dapat meningkatkan efisiensi biaya transportasi bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Ketiga, peningkatan aksesibilitas dapat membuka peluang pertumbuhan bisnis baru di sekitar koridor jalan.
Kawasan yang memiliki akses transportasi baik biasanya lebih menarik bagi kegiatan perdagangan, jasa, pergudangan, hingga investasi properti.
Karena itu, pembangunan jalur dua Simpang Mendalo bukan hanya persoalan transportasi. Proyek ini juga berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan kawasan dalam jangka panjang.
Potensi Kurangi Kemacetan di Kawasan Mendalo
Kapasitas jalan yang terbatas menjadi salah satu tantangan utama di kawasan yang mengalami pertumbuhan kendaraan.
Penambahan lajur dapat memberikan ruang lebih besar bagi arus kendaraan. Dengan pengaturan lalu lintas yang tepat, kapasitas jalan dapat meningkat dan potensi antrean panjang dapat berkurang.
Namun, pemerintah tetap membutuhkan kajian teknis, pengaturan persimpangan, sistem drainase, fasilitas pejalan kaki, serta manajemen lalu lintas agar manfaat pelebaran jalan benar-benar maksimal.
Dengan demikian, pembangunan tidak berhenti pada pelebaran badan jalan. Pemerintah juga perlu memastikan seluruh fasilitas pendukung berfungsi dengan baik.
Dukungan Masyarakat Menjadi Kunci
Bambang menilai dukungan masyarakat sangat penting untuk merealisasikan proyek tersebut.
Pemerintah daerah akan menjalankan komunikasi secara bertahap agar warga mengetahui tujuan pembangunan dan memahami kebutuhan ruang jalan.
Sosialisasi juga dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi aset, persoalan batas lahan, serta berbagai masukan terkait akses rumah dan tempat usaha.
Pendekatan dialogis dapat membantu pemerintah menemukan solusi terhadap persoalan yang muncul sebelum pembangunan fisik berlangsung.
Dengan cara tersebut, pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih tertib sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat.
Jalan Simpang Mendalo dan Masa Depan Jambi
Pelebaran Jalan Simpang Mendalo memiliki kaitan erat dengan perkembangan kawasan perkotaan Jambi.
Pertumbuhan penduduk, kendaraan, pusat perdagangan, kawasan pendidikan, dan permukiman membutuhkan jaringan transportasi yang mampu mengikuti perubahan tersebut.
Jika pembangunan jalur dua dari Exit Tol Pijoan menuju Mendalo Darat berjalan sesuai rencana, akses menuju Kota Jambi dan wilayah sekitarnya dapat semakin terintegrasi.
Konektivitas tersebut juga dapat memperkuat posisi Muaro Jambi sebagai salah satu kawasan penyangga pertumbuhan ekonomi Jambi.
Oleh sebab itu, koordinasi lintas pemerintah menjadi faktor penting. Pemerintah pusat melalui BPJN, Pemprov Jambi, Pemkab Muaro Jambi, serta pemerintah daerah terkait perlu menjaga komunikasi agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai kebutuhan teknis dan aturan yang berlaku.
Pemkab Muaro Jambi Siap Kawal Proses Pembangunan
Bambang kembali menegaskan bahwa Pemkab Muaro Jambi siap mendukung proses pembangunan tersebut.
Dukungan itu mencakup koordinasi dengan pemerintah terkait, sosialisasi kepada masyarakat, serta komunikasi dengan pihak-pihak yang terdampak pembangunan.
Pemkab juga akan terus mendorong penyelesaian berbagai persoalan yang berkaitan dengan rencana pelebaran jalan.
Bagi pemerintah daerah, pembangunan Jalan Simpang Mendalo dapat menjadi investasi infrastruktur penting untuk menghadapi pertumbuhan mobilitas masyarakat dalam beberapa tahun ke depan.
Dengan dukungan lintas sektor dan komunikasi yang baik dengan warga, rencana pelebaran jalan diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang.
Pada akhirnya, peningkatan kapasitas Jalan Simpang Mendalo tidak hanya bertujuan mengurai kepadatan kendaraan. Proyek tersebut juga dapat memperkuat konektivitas antardaerah, memperlancar distribusi barang, meningkatkan akses ekonomi, dan mendukung pertumbuhan kawasan Muaro Jambi serta Jambi secara lebih luas.(*)










