SUNGAIPENUH,JS- Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya melalui kerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Sungai Penuh dalam membantu memenuhi kebutuhan gizi balita yang mengalami stunting.
Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada keluarga penerima manfaat di Desa Kampung Tengah dan Desa Ujung Sakti, Kecamatan Koto Baru, Selasa (29/9).
Bantuan tersebut menyasar balita yang membutuhkan dukungan tambahan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi sehari-hari. Pemerintah Kota Sungai Penuh bersama BNI berharap bantuan itu dapat membantu keluarga dalam memberikan asupan makanan yang lebih baik kepada anak.
Pemkot Sungai Penuh Gandeng BNI Perkuat Pencegahan Stunting
Program bantuan tersebut menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan dalam mendukung persoalan kesehatan masyarakat.
Stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi tubuh anak. Persoalan tersebut juga berhubungan dengan kecukupan gizi, pola pengasuhan, kesehatan ibu dan anak, sanitasi, serta kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan pangan bergizi.
Karena itu, pemerintah membutuhkan dukungan banyak pihak agar program penanganan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Azhar Hamzah hadir mewakili Pemerintah Kota Sungai Penuh. Ia menyerahkan bantuan kepada penerima manfaat sekaligus menyampaikan pentingnya perhatian terhadap kebutuhan gizi anak sejak usia dini.
Bantuan Berisi Kebutuhan Pangan untuk Balita
Bantuan yang disalurkan terdiri dari sejumlah kebutuhan pangan rumah tangga. Paket bantuan mencakup beras, telur, minyak goreng, mi instan, dan susu.
Kehadiran bantuan pangan tersebut dapat membantu keluarga penerima dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Khusus bagi balita, orang tua tetap perlu memperhatikan pola makan dan kandungan gizi sesuai kebutuhan anak.
Selain memberikan bantuan langsung, kegiatan semacam ini juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap keluarga yang membutuhkan dukungan dalam pemenuhan kebutuhan pangan.
Dengan demikian, penanganan stunting tidak hanya berlangsung melalui layanan kesehatan. Pemerintah juga dapat mendorong keterlibatan dunia usaha dan lembaga lain untuk memperkuat dukungan kepada keluarga.
Azhar Hamzah: Penanganan Stunting Membutuhkan Kerja Sama
Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah menegaskan bahwa pemerintah daerah menempatkan persoalan stunting sebagai salah satu perhatian penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Menurut Azhar, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menekan angka stunting. Pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat, dunia usaha, tenaga kesehatan, kader, keluarga, hingga berbagai organisasi yang memiliki kepedulian terhadap tumbuh kembang anak.
“Penurunan angka stunting membutuhkan komitmen dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah akan terus berupaya menghadirkan program-program yang menyentuh langsung masyarakat agar setiap anak memperoleh asupan gizi yang cukup,” ujar Azhar.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan bersama dalam menangani persoalan gizi anak.
Pemerintah daerah memiliki peran dalam menyiapkan program dan layanan. Sementara itu, keluarga memegang peranan penting dalam menerapkan pola asuh dan memenuhi kebutuhan makanan anak dalam kehidupan sehari-hari.
Mengapa Asupan Gizi Anak Menjadi Perhatian?
Kebutuhan gizi pada masa pertumbuhan memiliki peran penting bagi perkembangan anak. Karena itu, keluarga perlu memberikan makanan yang beragam dan sesuai dengan kebutuhan anak.
Telur, misalnya, dapat menjadi salah satu sumber protein. Beras menjadi sumber energi utama bagi banyak keluarga Indonesia. Sementara itu, susu dapat menjadi salah satu bagian dari pola konsumsi sesuai kebutuhan anak.
Namun, satu jenis makanan saja tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan gizi. Anak membutuhkan pola makan yang beragam agar memperoleh berbagai zat gizi yang diperlukan tubuh.
Karena itu, bantuan pangan perlu berjalan bersama edukasi kepada keluarga mengenai pola makan, kebersihan, kesehatan anak, serta pemantauan pertumbuhan.
Peran Keluarga dalam Mencegah Stunting
Upaya mencegah stunting juga membutuhkan keterlibatan orang tua secara langsung.
Orang tua dapat memantau pertumbuhan anak secara berkala melalui layanan kesehatan dan posyandu. Jika terdapat tanda atau masalah pertumbuhan, keluarga dapat segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Selain itu, keluarga perlu memperhatikan kebersihan makanan, air bersih, sanitasi rumah, serta kebiasaan hidup sehat.
Langkah tersebut penting karena persoalan pertumbuhan anak memiliki banyak faktor yang saling berkaitan.
Oleh sebab itu, bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Sungai Penuh bersama BNI dapat menjadi salah satu bentuk dukungan kepada keluarga. Pada saat yang sama, pendampingan dan edukasi tetap diperlukan agar upaya penanganan stunting memberikan manfaat yang lebih luas.
Bantuan Diharapkan Meringankan Beban Keluarga
Azhar Hamzah berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat langsung kepada keluarga penerima di Desa Kampung Tengah dan Desa Ujung Sakti.
Menurutnya, dukungan terhadap keluarga perlu terus diperkuat agar kebutuhan anak mendapatkan perhatian yang memadai.
Pemerintah Kota Sungai Penuh juga ingin memastikan program pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi turut menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kesehatan dan gizi anak.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang sangat berkaitan dengan kondisi anak pada masa pertumbuhan.
Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Keterlibatan BNI dalam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa penanganan persoalan sosial dan kesehatan masyarakat dapat melibatkan berbagai unsur.
Pemerintah memiliki program dan kebijakan, sedangkan perusahaan maupun lembaga usaha dapat memberikan dukungan melalui program sosial dan kepedulian terhadap masyarakat.
Kolaborasi seperti ini dapat memperluas jangkauan bantuan, terutama bagi keluarga yang membutuhkan dukungan tambahan.
Selain itu, kerja sama lintas sektor dapat mendorong munculnya berbagai program lain yang mendukung kesehatan, pendidikan, pemberdayaan keluarga, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Penanganan Stunting Perlu Berkelanjutan
Penanganan stunting tidak cukup hanya melalui satu kali pemberian bantuan. Pemerintah, keluarga, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat perlu menjaga kesinambungan program.
Pemantauan pertumbuhan anak, pemenuhan kebutuhan makanan bergizi, pemeriksaan kesehatan, edukasi orang tua, serta peningkatan kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
Karena itu, bantuan yang diserahkan di Kecamatan Koto Baru dapat menjadi salah satu bentuk dukungan awal bagi keluarga penerima. Pemerintah daerah juga perlu terus mengintegrasikan program kesehatan dan sosial agar keluarga mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan.
Dengan kerja sama yang konsisten, pemerintah berharap upaya peningkatan kesehatan anak dapat berjalan lebih optimal.
Wawako Dorong Generasi Sungai Penuh Tumbuh Sehat
Azhar Hamzah menilai perhatian terhadap anak harus dimulai sejak usia dini. Pemerintah ingin memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Ia juga berharap bantuan yang diberikan dapat membantu keluarga penerima sekaligus memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi anak.
Pada akhirnya, pencegahan stunting membutuhkan peran banyak pihak. Pemerintah menjalankan kebijakan dan program, dunia usaha memberikan dukungan, tenaga kesehatan melakukan pendampingan, sedangkan keluarga menjalankan pola asuh dan pemenuhan kebutuhan anak setiap hari.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kota Sungai Penuh berupaya membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia daerah.(*)










