Sri Kartini Alfin Bekali 20 Finalis Bujang Gadis Sungai Penuh 2026, Kenalkan Program 3S dan Peran Generasi Muda

- Jurnalis

Kamis, 1 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH,JS- Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh, Ny. Sri Kartini Alfin, memberikan pembekalan kepada 20 finalis Bujang Gadis Kota Sungai Penuh Tahun 2026. Dalam kesempatan itu, ia mengajak para calon duta daerah memahami lebih jauh berbagai program pemerintah sekaligus ikut memperkenalkan potensi Kota Sungai Penuh kepada masyarakat luas.

Kegiatan pembekalan berlangsung di aula Hotel Kota Sungai Penuh, Kamis (1/10/2026). Materi yang disampaikan Sri Kartini tidak hanya berkaitan dengan peran Bujang Gadis sebagai representasi generasi muda, tetapi juga menyentuh program sosial, pembangunan daerah, serta kontribusi anak muda dalam mendukung kemajuan Kota Sungai Penuh.

Salah satu program yang mendapat perhatian khusus dalam kegiatan tersebut yakni Program 3S atau Segenggam Beras, Sebutir Telur, Seribu Rupiah.

Program tersebut mengedepankan semangat gotong royong dengan melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat yang memiliki kepedulian sosial. Melalui gerakan sederhana itu, masyarakat yang membutuhkan mendapat dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Sri Kartini Kenalkan Program 3S kepada Finalis Bujang Gadis

Di hadapan 20 finalis, Sri Kartini menjelaskan bahwa Program 3S lahir dari semangat kebersamaan. Pemerintah tidak hanya mengandalkan program bantuan formal, tetapi juga mendorong kepedulian sosial dari lingkungan masyarakat.

Konsepnya sederhana. Setiap pihak dapat berkontribusi sesuai kemampuan melalui beras, telur, maupun uang tunai. Ketika banyak orang ikut bergerak, kontribusi kecil tersebut dapat memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan.

Sri Kartini menilai pola gotong royong seperti ini penting untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda.

Menurutnya, anak muda tidak hanya perlu mengenal program pemerintah dari sisi nama dan kegiatan. Mereka juga perlu memahami tujuan serta manfaat program tersebut agar mampu menjelaskannya kepada masyarakat dengan cara yang mudah dipahami.

Program 3S juga berkaitan dengan upaya pemerintah dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan percepatan penurunan angka stunting.

Dengan pendekatan kolaboratif, kepedulian terhadap kebutuhan dasar keluarga dapat berjalan beriringan dengan program pembangunan sumber daya manusia.

Program 3S Dorong Kepedulian Sosial

Sri Kartini menekankan bahwa kekuatan utama Program 3S terletak pada partisipasi bersama.

ASN memiliki peran dalam menggerakkan kepedulian dari lingkungan pemerintahan. Di sisi lain, masyarakat juga dapat mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.

Model tersebut menunjukkan bahwa program sosial tidak selalu harus berjalan melalui satu pihak.

Ketika pemerintah, ASN, dunia usaha, komunitas, serta masyarakat ikut mengambil peran, ruang untuk membantu warga yang membutuhkan menjadi semakin luas.

“Keberhasilan Program 3S tidak terlepas dari semangat gotong royong ASN dan kepedulian masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang baik mampu menghadirkan manfaat nyata bagi warga,” ujar Sri Kartini.

Ia juga menyampaikan bahwa Program 3S telah mendapatkan pengakuan di tingkat nasional melalui penghargaan dari kementerian Republik Indonesia atas inovasi yang mengembangkan kolaborasi sosial dalam membantu masyarakat.

Pengakuan tersebut menjadi bagian dari perjalanan program yang terus mendapat perhatian pemerintah daerah.

Finalis Bujang Gadis Diminta Pahami Program Pemerintah

Selain membahas Program 3S, Sri Kartini juga mengajak para finalis memahami perkembangan pembangunan Kota Sungai Penuh.

Para finalis Bujang Gadis 2026 memiliki posisi penting karena mereka dapat menjadi penghubung antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda.

Mereka dapat menyampaikan informasi mengenai potensi daerah melalui berbagai ruang, mulai dari kegiatan masyarakat hingga media sosial.

Karena itu, kemampuan berbicara, wawasan daerah, dan pemahaman terhadap isu pembangunan menjadi modal penting bagi seorang duta daerah.

Baca Juga :  PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Diminta Segera Ajukan Perpanjangan Kontrak, Berikut Format Dokumen yang Harus Disiapkan

Seorang Bujang atau Gadis tidak cukup hanya memiliki penampilan dan kemampuan tampil di depan umum. Mereka juga perlu memahami daerah yang mereka wakili.

Mulai dari kebudayaan, pariwisata, ekonomi lokal, produk unggulan, lingkungan, hingga program pemerintah perlu mereka kenali.

Dengan wawasan tersebut, mereka dapat memperkenalkan Kota Sungai Penuh secara lebih lengkap kepada masyarakat dari luar daerah.

Peran Generasi Muda Semakin Penting di Era Digital

Perkembangan teknologi membuat promosi daerah tidak lagi bergantung pada kegiatan resmi pemerintah.

Generasi muda kini memiliki ruang yang jauh lebih besar untuk memperkenalkan daerah melalui media sosial.

Konten mengenai destinasi wisata, kuliner, budaya, produk UMKM, kegiatan masyarakat, hingga prestasi daerah dapat menjangkau audiens yang lebih luas hanya melalui telepon pintar.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi Bujang Gadis Kota Sungai Penuh untuk menjadi kreator informasi positif mengenai daerah.

Namun, Sri Kartini mengingatkan pentingnya pengetahuan dan pemahaman sebelum menyampaikan informasi kepada publik.

Pesan yang mereka sampaikan harus memiliki dasar yang jelas sehingga masyarakat memperoleh informasi yang benar.

Dengan demikian, peran Bujang Gadis tidak berhenti pada seremoni pemilihan. Mereka dapat terus berkontribusi setelah rangkaian kegiatan selesai.(*)

Berita Terkait

PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Diminta Segera Ajukan Perpanjangan Kontrak, Berikut Format Dokumen yang Harus Disiapkan
Peringatan Hari Pancasila, Pemkot Sungai Penuh Berikan Bantuan Alsintan hingga Program Kopi 400 Hektare ke Petani
Sewa Aset Pemkot Tunggak Dua Tahun, Bank Jambi Sungai Penuh Baru Melunasi Setelah Jadi Temuan BPK
DPRD Sungai Penuh Setujui Perubahan APBD 2026, Alfin Minta OPD Percepat Program
Dua Nelayan Tanjab Barat Hilang Saat Melaut, Ditemukan Selamat Setelah Dicari hingga 46 Mil
Ternyata! Bimtek BPD SE Kota Sungai Penuh di Jambi Telan Rp1,46 Miliar, SPPD hingga Biaya Hotel Jadi Dipertanyakan
Wako Alfin Sidak BPBD Sungai Penuh, Pastikan Tim Siaga Hadapi Ancaman Bencana
Karhutla Jambi Meningkat, 14 Sumur Bor Diusulkan untuk Kawasan Gambut
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Sri Kartini Alfin Bekali 20 Finalis Bujang Gadis Sungai Penuh 2026, Kenalkan Program 3S dan Peran Generasi Muda

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:01 WIB

PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Diminta Segera Ajukan Perpanjangan Kontrak, Berikut Format Dokumen yang Harus Disiapkan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Peringatan Hari Pancasila, Pemkot Sungai Penuh Berikan Bantuan Alsintan hingga Program Kopi 400 Hektare ke Petani

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Sewa Aset Pemkot Tunggak Dua Tahun, Bank Jambi Sungai Penuh Baru Melunasi Setelah Jadi Temuan BPK

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:10 WIB

DPRD Sungai Penuh Setujui Perubahan APBD 2026, Alfin Minta OPD Percepat Program

Berita Terbaru