JAMBI,JS- Kabut asap yang menyelimuti wilayah Jambi mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha pada Jumat (2/10/2026). Sedikitnya sembilan penerbangan dari dan menuju bandara tersebut mengalami gangguan hingga pukul 15.00 WIB.
Dampak kabut asap tidak hanya menyentuh jadwal keberangkatan, tetapi juga menghambat kedatangan pesawat. Sejumlah penerbangan harus mengubah rencana perjalanan, mulai dari pengalihan pendaratan ke bandara lain, kembali ke bandara asal, penundaan keberangkatan, hingga menunggu di udara sebelum mendapat kesempatan mendarat.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan jarak pandang di sekitar bandara menjadi faktor penting bagi kelancaran perjalanan udara. Ketika jarak pandang tidak memenuhi persyaratan operasional, maskapai perlu menyesuaikan keputusan penerbangan demi menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Sultan Thaha Jambi terus berkoordinasi dengan maskapai untuk menangani dampak gangguan tersebut.
Kabut Asap Mengganggu Penerbangan dari dan Menuju Jambi
Gangguan penerbangan terjadi sepanjang Jumat seiring perubahan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha. Situasi tersebut membuat maskapai harus menyesuaikan operasional berdasarkan kondisi aktual di lapangan.
General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, menyampaikan bahwa sejumlah penerbangan masih dapat beroperasi ketika jarak pandang memenuhi ketentuan keselamatan penerbangan.
Dua penerbangan yang menginap di bandara atau Remain Over Night (RON) berhasil berangkat pada pagi hari. Keduanya lepas landas ketika kondisi jarak pandang masih memungkinkan pesawat menjalankan penerbangan.
Namun, situasi berbeda terjadi menjelang siang hingga sore. Sejumlah pesawat yang hendak menuju Jambi menghadapi kendala saat mendekati bandara. Maskapai kemudian mengambil langkah operasional sesuai perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang.
Gangguan ini juga memengaruhi jadwal penerbangan lanjutan. Penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan melalui Jakarta maupun kota lain perlu memperhatikan perubahan jadwal dari maskapai masing-masing.
Batik Air dan Super Air Jet Berhasil Berangkat pada Pagi Hari
Meski kabut asap mengganggu aktivitas bandara, dua penerbangan berhasil berangkat pada pagi hari.
Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6807 menuju Jakarta (CGK) lepas landas pada pukul 06.00 WIB. Saat pesawat berangkat, petugas mencatat jarak pandang di Bandara Sultan Thaha mencapai 1.000 meter.
Selanjutnya, Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU 377 menuju Yogyakarta (YIA) berangkat pada pukul 09.40 WIB. Pada waktu tersebut, jarak pandang tercatat mencapai 1.500 meter.
Keberangkatan kedua pesawat tersebut menunjukkan bahwa operasional bandara masih dapat berjalan pada waktu tertentu. Meski begitu, kondisi tersebut tidak menjamin seluruh penerbangan dapat mengikuti jadwal yang sama.
Setiap penerbangan tetap bergantung pada kondisi aktual, ketentuan keselamatan, serta keputusan operasional maskapai dan pihak terkait.
Karena itu, penumpang sebaiknya tidak hanya mengandalkan jadwal yang tercantum saat membeli tiket. Pemeriksaan status penerbangan menjelang keberangkatan menjadi langkah penting, terutama ketika kabut asap masih memengaruhi wilayah Jambi.
Jarak Pandang di Bandara Sultan Thaha Berubah Sepanjang Hari
Data operasional Bandara Sultan Thaha memperlihatkan perubahan jarak pandang dari pagi hingga sore. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan pesawat.
Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 1.000 meter. Angka tersebut meningkat menjadi 1.800 meter pada pukul 07.00 WIB.
Namun, perbaikan itu tidak berlangsung secara konsisten. Pada pukul 08.00 WIB, jarak pandang kembali turun menjadi 1.300 meter. Satu jam kemudian, petugas mencatat jarak pandang mencapai 1.500 meter.
Memasuki pukul 10.00 WIB, jarak pandang kembali menyusut menjadi 1.100 meter. Kondisi kemudian membaik pada pukul 11.00 WIB dengan angka 1.800 meter.
Jarak pandang mencapai titik tertinggi dalam catatan tersebut pada pukul 12.00 WIB, yakni 1.900 meter. Akan tetapi, pada pukul 13.00 WIB, angka itu turun menjadi 1.600 meter.
Selanjutnya, petugas mencatat jarak pandang 1.500 meter pada pukul 14.00 WIB dan tetap berada pada angka yang sama hingga pukul 15.00 WIB.
Fluktuasi tersebut menggambarkan perubahan kondisi atmosfer di sekitar bandara. Dalam situasi seperti ini, maskapai dan petugas operasional perlu terus memantau perkembangan jarak pandang sebelum menentukan langkah berikutnya.
Citilink dari Jakarta Dialihkan ke Bandara Palembang
Salah satu penerbangan yang mengalami gangguan adalah Citilink QG 960 dari Jakarta. Pesawat tersebut semula memiliki perkiraan waktu kedatangan di Bandara Sultan Thaha pada pukul 13.20 WIB.
Namun, pesawat tidak melanjutkan pendaratan di Jambi. Maskapai mengalihkan penerbangan tersebut ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, Sumatera Selatan.
Pengalihan itu membuat rencana perjalanan penumpang berubah dari jadwal semula. Penumpang yang hendak tiba di Jambi perlu mengikuti informasi lanjutan dari maskapai mengenai penanganan perjalanan setelah pesawat mendarat di Palembang.
Pengalihan ke bandara alternatif merupakan salah satu langkah operasional yang dapat dilakukan ketika kondisi di bandara tujuan tidak mendukung pendaratan.
Bagi penumpang, perubahan seperti ini dapat memengaruhi waktu kedatangan, transportasi lanjutan, serta agenda yang sudah direncanakan di Jambi. Oleh sebab itu, komunikasi dari pihak maskapai menjadi penting agar penumpang memperoleh informasi yang jelas mengenai kelanjutan perjalanan.
Dua Penerbangan Garuda Indonesia Kembali ke Jakarta
Gangguan kabut asap juga memengaruhi penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta menuju Jambi.
Garuda Indonesia GA 126 yang memiliki perkiraan kedatangan pukul 14.05 WIB memutuskan kembali ke Jakarta atau melakukan Return to Base (RTB).
Keputusan serupa juga diambil oleh Garuda Indonesia GA 128, yang semula memperkirakan kedatangan di Jambi pada pukul 14.10 WIB.
Dengan demikian, kedua penerbangan tersebut tidak melanjutkan pendaratan sesuai rencana awal di Bandara Sultan Thaha.
Kondisi ini menambah daftar penerbangan yang mengalami perubahan operasional akibat kabut asap. Penumpang yang menggunakan kedua penerbangan tersebut perlu memantau pengumuman resmi Garuda Indonesia untuk mengetahui perkembangan jadwal dan pengaturan perjalanan berikutnya.
Bagi penumpang yang memiliki penerbangan lanjutan, perubahan waktu kedatangan juga perlu menjadi perhatian. Penumpang sebaiknya menghubungi maskapai untuk memastikan status tiket lanjutan dan pilihan penanganan yang tersedia.
Batik Air dan Super Air Jet Sempat Menunggu di Udara
Selain pengalihan dan keputusan kembali ke bandara asal, kabut asap turut menyebabkan dua pesawat menunggu di udara sebelum mendarat di Jambi.
Batik Air ID 6804 dari Jakarta semula memiliki perkiraan waktu kedatangan pukul 15.10 WIB. Pesawat tersebut sempat melakukan holding, yakni terbang dalam pola tertentu sambil menunggu izin atau kesempatan untuk melanjutkan pendaratan.
Situasi serupa dialami Super Air Jet IU 840 dari Jakarta. Pesawat tersebut juga memiliki perkiraan waktu kedatangan pukul 15.10 WIB dan sempat menunggu di wilayah udara Jambi.
Meski demikian, kedua penerbangan akhirnya berhasil mendarat di Bandara Sultan Thaha pada Jumat sore.
Batik Air ID 6804 mendarat pada pukul 15.18 WIB. Sementara itu, Super Air Jet IU 840 menyusul pada pukul 15.29 WIB.
Kedua pendaratan tersebut menjadi perkembangan positif di tengah gangguan penerbangan yang berlangsung sepanjang hari. Meski demikian, perubahan waktu kedatangan tetap berpotensi memengaruhi agenda penumpang setelah tiba di bandara.
Empat Penerbangan Keberangkatan Mengalami Penundaan
Dampak kabut asap tidak hanya terjadi pada pesawat yang hendak mendarat di Jambi. Sejumlah penerbangan yang dijadwalkan berangkat dari Bandara Sultan Thaha juga mengalami penundaan.
Empat penerbangan yang tercatat mengalami keterlambatan keberangkatan meliputi Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta dan Citilink QG 961 tujuan Jakarta.
Dua penerbangan Garuda Indonesia, yakni GA 126 dan GA 128 yang melayani rute menuju Jakarta, juga masuk dalam daftar penerbangan yang mengalami penundaan.
Perubahan jadwal tersebut perlu menjadi perhatian bagi penumpang yang sudah berada di bandara maupun yang masih dalam perjalanan menuju lokasi keberangkatan.
Penumpang sebaiknya memeriksa kembali waktu keberangkatan melalui aplikasi, situs resmi, atau layanan informasi maskapai. Jika jadwal mengalami perubahan, penumpang dapat meminta penjelasan mengenai perkiraan waktu keberangkatan terbaru.
Selain itu, penumpang perlu memperhatikan pengumuman di area terminal. Informasi operasional dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi di sekitar bandara.
Bandara Berkoordinasi dengan Maskapai untuk Menangani Penumpang
Manajemen Bandara Sultan Thaha menyatakan terus berkoordinasi dengan seluruh maskapai untuk menangani penumpang yang terdampak gangguan penerbangan.
Pihak bandara juga menyampaikan pembaruan informasi operasional secara berkala sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Koordinasi tersebut diperlukan agar penumpang memperoleh informasi yang sesuai dengan status penerbangan masing-masing. Terlebih, setiap maskapai dapat mengambil keputusan berbeda bergantung pada rute, kondisi pesawat, dan situasi operasional.
Penumpang yang mengalami penundaan, pengalihan, atau pembatalan perlu mengonfirmasi langsung kepada maskapai mengenai pilihan perjalanan yang tersedia. Simpan pula tiket, bukti pemesanan, dan pemberitahuan perubahan jadwal untuk memudahkan proses layanan pelanggan.
Untuk memperoleh informasi lebih lanjut, penumpang dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports melalui nomor 172.
Tips bagi Penumpang yang Akan Terbang dari Jambi
Di tengah gangguan akibat kabut asap, penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari atau menuju Jambi perlu melakukan beberapa langkah antisipasi.
Pertama, periksa status penerbangan sebelum berangkat ke bandara. Gunakan aplikasi atau kanal resmi maskapai untuk memastikan jadwal masih sesuai dengan tiket.
Kedua, pastikan nomor telepon dan alamat email tetap aktif. Maskapai dapat menyampaikan pemberitahuan perubahan jadwal melalui kontak yang tercantum dalam pemesanan.
Ketiga, datang ke bandara dengan mempertimbangkan kemungkinan perubahan jadwal. Tetap ikuti ketentuan waktu check-in dari maskapai dan pantau pengumuman di terminal.
Keempat, siapkan rencana perjalanan alternatif. Jika Anda memiliki agenda penting setelah tiba di Jakarta, Yogyakarta, atau kota lain, pertimbangkan kemungkinan keterlambatan dan sesuaikan jadwal transportasi lanjutan.
Kelima, tanyakan prosedur penanganan jika penerbangan berubah. Apabila pesawat dialihkan, kembali ke bandara asal, atau mengalami pembatalan, hubungi maskapai untuk mendapatkan informasi tentang kelanjutan perjalanan dan hak penumpang sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah-langkah tersebut dapat membantu penumpang mengantisipasi perubahan perjalanan tanpa hanya mengandalkan jadwal awal.
Kabut Asap Menjadi Perhatian bagi Aktivitas Penerbangan Jambi
Gangguan terhadap sedikitnya sembilan penerbangan di Bandara Sultan Thaha memperlihatkan besarnya pengaruh perubahan jarak pandang terhadap aktivitas transportasi udara.
Dalam kejadian pada Jumat (2/10/2026), sejumlah pesawat masih berhasil berangkat atau mendarat, sementara penerbangan lainnya harus mengubah rencana perjalanan.
Citilink QG 960 mengalihkan pendaratan ke Palembang. Garuda Indonesia GA 126 dan GA 128 kembali ke Jakarta. Sementara itu, Batik Air ID 6804 dan Super Air Jet IU 840 sempat menunggu di udara sebelum akhirnya mendarat di Jambi.
Di sisi keberangkatan, empat penerbangan menuju Jakarta mengalami penundaan.
Situasi ini membuat penumpang perlu memperhatikan pembaruan informasi dari maskapai dan pengelola bandara. Selama kondisi kabut asap masih berpotensi memengaruhi jarak pandang, perubahan jadwal penerbangan tetap perlu diantisipasi.
Keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional. Karena itu, penumpang diimbau mengikuti informasi resmi dan tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan jadwal keberangkatan atau kedatangan yang tercantum pada tiket.(*)










