SUNGAI PENUH, JS – Kondisi gedung SD Negeri (SDN) 014 Pelayang Raya, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh, memerlukan perhatian serius. Sejumlah bagian bangunan tampak memprihatinkan, bahkan dinding berbahan papan sudah remuk dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kenyamanan kegiatan belajar mengajar.
Selain kondisi bangunan, sekolah tersebut juga menghadapi keterbatasan ruang bermain. Lapangan yang tersedia berukuran kecil sehingga siswa tidak leluasa menjalankan aktivitas di luar kelas. Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai pemerataan pembangunan sarana pendidikan di Kota Sungai Penuh.
Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat. Mereka berharap pemerintah daerah segera meninjau keadaan sekolah dan menyusun langkah perbaikan agar siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman.
Dinding Sekolah Remuk, Sarana Pendidikan Perlu Perhatian
Kerusakan pada bagian bangunan menjadi persoalan utama SDN 014 Pelayang Raya. Dinding papan yang sudah remuk menunjukkan perlunya pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fisik sekolah.
Pemeriksaan tersebut penting untuk mengetahui tingkat kerusakan, menentukan bagian yang membutuhkan penanganan segera, serta menghitung kebutuhan biaya rehabilitasi. Dengan demikian, pemerintah dapat menetapkan prioritas perbaikan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Lingkungan sekolah yang aman merupakan salah satu unsur penting dalam menunjang proses pendidikan. Siswa membutuhkan ruang belajar yang layak, sedangkan guru memerlukan fasilitas yang memadai untuk menjalankan kegiatan pembelajaran secara optimal.
Apabila kerusakan terus berlanjut tanpa penanganan, kondisi bangunan berpotensi mengganggu kenyamanan warga sekolah. Karena itu, peninjauan langsung dari instansi terkait menjadi langkah penting untuk memastikan kebutuhan perbaikan.
Lapangan Sempit Batasi Aktivitas Siswa
Persoalan SDN 014 Pelayang Raya tidak hanya menyangkut bangunan. Keterbatasan lapangan juga membatasi ruang gerak siswa saat beraktivitas di luar kelas.
Padahal, kegiatan di luar ruang belajar turut mendukung perkembangan anak. Siswa membutuhkan tempat yang memadai untuk bermain, berinteraksi, dan mengikuti aktivitas fisik sesuai usia mereka.
Keterbatasan lahan membuat sekolah perlu mengatur penggunaan ruang secara cermat. Namun, pengaturan tersebut tidak sepenuhnya menjawab kebutuhan siswa apabila luas area yang tersedia memang tidak mencukupi.
Oleh sebab itu, evaluasi terhadap fasilitas sekolah perlu mencakup kondisi bangunan, ketersediaan ruang terbuka, serta kebutuhan pendukung pembelajaran lainnya. Langkah ini dapat membantu pemerintah menentukan bentuk penanganan yang paling sesuai.
Tidak Masuk Daftar Revitalisasi Sekolah 2025
Pada 2025, Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui Dinas Pendidikan menyalurkan bantuan revitalisasi kepada 12 sekolah. Program tersebut mencakup delapan sekolah dasar (SD) dan empat sekolah menengah pertama (SMP).
Namun, SDN 014 Pelayang Raya tidak masuk dalam daftar penerima bantuan tersebut. Keadaan ini memunculkan pertanyaan dari masyarakat, terutama karena kondisi fisik sekolah membutuhkan perhatian.
Indra, warga Kota Sungai Penuh, menilai SDN 014 Pelayang Raya layak mendapatkan perhatian dalam program perbaikan sarana pendidikan.
“Seharusnya SDN 014 layak menerima bantuan revitalisasi gedung sekolah,” ujar Indra, Jumat (12/12/2025).
Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan kondisi bangunan ketika menentukan sekolah penerima bantuan. Penilaian berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak dinilai penting agar program revitalisasi menjangkau sekolah yang benar-benar membutuhkan.
Meski demikian, alasan tidak masuknya SDN 014 Pelayang Raya dalam daftar penerima bantuan belum terjelaskan dalam informasi yang tersedia. Karena itu, penjelasan dari Dinas Pendidikan mengenai kriteria seleksi dan rencana penanganan sekolah tersebut sangat diperlukan.
Revitalisasi Penting untuk Keselamatan dan Mutu Pendidikan
Program revitalisasi sekolah bertujuan memperbaiki atau membangun kembali fasilitas pendidikan agar memenuhi kebutuhan pembelajaran. Program ini dapat mencakup perbaikan ruang kelas, penguatan bangunan, serta pembenahan fasilitas pendukung sesuai hasil penilaian teknis.
Bagi sekolah dengan kondisi bangunan memprihatinkan, revitalisasi dapat menjadi salah satu jalan untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman.
Namun, penentuan penerima bantuan perlu mempertimbangkan data kerusakan, urgensi penanganan, jumlah siswa, serta ketersediaan anggaran. Pemerintah juga perlu menyampaikan informasi mengenai proses penilaian agar masyarakat memahami dasar penetapan prioritas.
Dalam konteks SDN 014 Pelayang Raya, pemeriksaan teknis dapat menjadi dasar untuk menentukan apakah sekolah membutuhkan rehabilitasi sebagian atau pembangunan kembali pada bagian tertentu. Hasil pemeriksaan juga dapat membantu pemerintah menyusun rencana anggaran yang sesuai.
Dengan langkah tersebut, penanganan sekolah tidak hanya bergantung pada usulan masyarakat, tetapi juga bertumpu pada kondisi faktual dan kebutuhan pendidikan.
Pemkot Sungai Penuh Diharapkan Beri Penjelasan
Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., sebelumnya menyatakan komitmen untuk mempercepat pembangunan sarana pendidikan melalui program revitalisasi sekolah. Komitmen tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Sungai Penuh Juara.
Masyarakat kini berharap komitmen itu turut menjangkau sekolah-sekolah yang menghadapi keterbatasan fasilitas, termasuk SDN 014 Pelayang Raya.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dapat menindaklanjuti persoalan ini dengan melakukan pemeriksaan langsung, mendata tingkat kerusakan, dan menyusun usulan perbaikan sesuai skala prioritas.
Selain itu, penjelasan terbuka mengenai mekanisme pengajuan bantuan, kriteria penerima, dan kemungkinan program rehabilitasi berikutnya dapat membantu menjawab pertanyaan warga.
Langkah tersebut juga penting untuk memastikan setiap sekolah memperoleh perhatian berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar berdasarkan kelengkapan administrasi atau ketersediaan program pada tahun tertentu.
Penurunan Siswa Baru Perlu Ditelusuri
Informasi yang dimuat Wartabaru.com menyebutkan bahwa jumlah siswa baru SDN 014 Pelayang Raya terus menurun setiap tahun. Informasi tersebut juga menyoroti persoalan perhatian terhadap kondisi sekolah.
Meski demikian, hubungan antara kondisi gedung dan penurunan jumlah siswa baru masih memerlukan data pendukung. Pihak terkait perlu memeriksa jumlah peserta didik dari tahun ke tahun serta menggali alasan orang tua ketika memilih sekolah untuk anak mereka.
Sejumlah faktor dapat memengaruhi pilihan orang tua, mulai dari lokasi tempat tinggal, akses menuju sekolah, fasilitas pembelajaran, hingga pertimbangan lainnya. Karena itu, evaluasi perlu menggunakan data yang memadai agar pemerintah dapat menentukan langkah perbaikan secara tepat.
Jika kondisi fasilitas memang menjadi salah satu persoalan, pembenahan sarana sekolah dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Menunggu Langkah Nyata Pemerintah
Kondisi SDN 014 Pelayang Raya menjadi pengingat bahwa pemerataan sarana pendidikan membutuhkan perhatian berkelanjutan. Sekolah dengan bangunan yang memprihatinkan memerlukan penilaian dan penanganan yang jelas agar kegiatan belajar mengajar berjalan lebih baik.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Dinas Pendidikan segera mengevaluasi kondisi sekolah tersebut. Hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi dasar untuk menentukan prioritas rehabilitasi atau mengusulkan bantuan revitalisasi pada program berikutnya.
Pada akhirnya, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya dengan memperluas program. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa bantuan menjangkau sekolah sesuai tingkat kebutuhan dan urgensinya.
Bagi siswa SDN 014 Pelayang Raya, perbaikan fasilitas bukan sekadar persoalan bangunan. Lingkungan sekolah yang layak menjadi bagian penting dari upaya memberikan kesempatan belajar yang lebih baik bagi generasi muda di Kota Sungai Penuh.(AN)










