Polisi dan Disdik Mediasi Konflik Guru-Siswa di SMK Tanjab Timur

- Jurnalis

Jumat, 16 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Upaya mediasi dilakukan pihak Dinas pendidikan Provinsi jambi, polres Tanjabtim hingga TNI terkait viral vireo guru vs siswa smk

Upaya mediasi dilakukan pihak Dinas pendidikan Provinsi jambi, polres Tanjabtim hingga TNI terkait viral vireo guru vs siswa smk

TANJABTIM,JS — Polisi dan Disdik Mediasi Konflik Guru-Siswa di SMK Tanjab Timur

Konflik antara guru dan siswa di SMK Negeri 3 Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, terus berlanjut ke tahap mediasi. Kepolisian bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jambi turun tangan untuk meredam persoalan yang sempat menghentikan aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut.

Polisi dan Disdik Upayakan Penyelesaian Damai

Baca Juga :  Viral Video Guru Dikeroyok Siswa di Tanjabtim, Ini Kata Korban

Polres Tanjung Jabung Timur bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menggelar mediasi di ruang majelis guru. Proses ini melibatkan unsur kepolisian, TNI, kejaksaan, serta jajaran Dinas Pendidikan.

Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Ade Chandra menegaskan aparat berusaha mencari jalan keluar terbaik bagi semua pihak. Menurutnya, penyelesaian damai menjadi prioritas agar situasi sekolah kembali kondusif.

“Kami ingin masalah ini selesai secara adil dan tidak berlarut-larut. Dunia pendidikan tidak boleh tercoreng oleh kekerasan,” ujar Ade Chandra, Kamis (15/1/2026).

Selain itu, kepolisian masih menelusuri kronologi kejadian untuk memastikan fakta yang sebenarnya.

Guru Kembali Absen dalam Mediasi

Baca Juga :  Pasca Insiden Guru–Siswa, KBM SMK Tanjabtim Kembali Normal

Namun, mediasi belum membuahkan hasil. Guru yang terlibat dalam insiden tersebut, Agus Saputra, kembali tidak menghadiri pertemuan. Padahal, panitia telah mengirimkan undangan resmi untuk kedua kalinya.

Ketidakhadiran Agus menimbulkan kekecewaan sejumlah pihak karena mediasi membutuhkan keterangan langsung dari semua pihak yang terlibat.

Aktivitas Sekolah Sempat Terhenti

Baca Juga :  Pelaku Penipuan Haji di Tanjabtim Ternyata Seorang ASN

Akibat insiden tersebut, pihak sekolah sempat menghentikan kegiatan belajar mengajar. Langkah ini dilakukan untuk meredam situasi dan mencegah konflik lanjutan di lingkungan sekolah.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Harmonis, menyayangkan kejadian tersebut. Ia menilai konflik guru dan siswa dapat berdampak besar terhadap psikologis dan kenyamanan belajar.

“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Harmonis.

Lebih lanjut, Disdik Jambi juga menampung aspirasi siswa dan sejumlah tenaga pendidik yang meminta agar guru bersangkutan tidak lagi mengajar di SMK Negeri 3 Berbak.

Guru Akui Menampar Siswa

Di sisi lain, Agus Saputra akhirnya memberikan klarifikasi kepada media. Ia mengaku insiden terjadi pada Selasa (13/1) pagi saat kegiatan belajar berlangsung.

Agus menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang siswa meneriakkan kata-kata yang ia nilai tidak sopan saat ia melintas di depan kelas. Merespons hal tersebut, ia langsung masuk ke kelas untuk meminta klarifikasi.

“Siswa itu menegur saya dengan kata yang tidak pantas saat belajar. Ketika saya tanya, dia justru menantang. Saya refleks menampar wajahnya,” ujar Agus.

Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pendidikan moral, bukan niat untuk melakukan kekerasan.

Versi Siswa Berbeda

Sementara itu, sejumlah siswa menyampaikan cerita yang berbeda. Mereka mengaku keributan bermula dari ucapan Agus yang diduga menghina salah satu murid dengan kata “miskin”.

Ucapan tersebut, menurut siswa, memicu emosi dan memancing reaksi keras dari siswa lain hingga terjadi keributan di lingkungan sekolah.

Menanggapi hal itu, Agus membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan kata yang diucapkannya bertujuan memberi motivasi, bukan menghina atau merendahkan siswa.

Harapan Sekolah

Pihak sekolah berharap semua pihak dapat menahan diri dan menyelesaikan persoalan melalui jalur musyawarah. Manajemen sekolah menilai penyelesaian yang bijak akan membantu memulihkan suasana belajar.

Dengan penyelesaian yang jelas, sekolah berharap kegiatan belajar mengajar di SMK Negeri 3 Berbak dapat kembali berjalan normal tanpa menyisakan konflik berkepanjangan.(AN)

Berita Terkait

HUT RI ke-81 di Sungai Penuh Ditutup Khidmat, Paskibraka Tunjukkan Disiplin dan Nasionalisme
Wali Kota Alfin Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Sungai Penuh, Serukan Persatuan dan Gotong Royong
Khidmat! Wali Kota Alfin Pimpin Penjemputan Duplikat Sang Saka Merah Putih di Sungai Penuh
Pemutihan Pajak Kendaraan Jambi 2026 Dimulai 18 Agustus, Tunggakan Bertahun-tahun Cukup Bayar 1 Tahun
HUT ke-81 RI Makin Semarak, TP PKK Sungai Penuh Gelar Lomba Seru dan Sri Kartini Alfin Dorong Jadi Agenda Tahunan
Kinerja DPRD Kerinci Dipertanyakan, Aktivis Soroti Fungsi Pengawasan
Warga Kerinci-Sungai Penuh Soroti 6 Anggota DPRD Jambi, “Kita Belum Merasakan Punya Wakil”
Wako Alfin Kukuhkan 30 Paskibraka Sungai Penuh, Siap Kibarkan Merah Putih pada HUT ke-81 RI
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:01 WIB

HUT RI ke-81 di Sungai Penuh Ditutup Khidmat, Paskibraka Tunjukkan Disiplin dan Nasionalisme

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Wali Kota Alfin Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Sungai Penuh, Serukan Persatuan dan Gotong Royong

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Khidmat! Wali Kota Alfin Pimpin Penjemputan Duplikat Sang Saka Merah Putih di Sungai Penuh

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:23 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan Jambi 2026 Dimulai 18 Agustus, Tunggakan Bertahun-tahun Cukup Bayar 1 Tahun

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:03 WIB

HUT ke-81 RI Makin Semarak, TP PKK Sungai Penuh Gelar Lomba Seru dan Sri Kartini Alfin Dorong Jadi Agenda Tahunan

Berita Terbaru