Safari Jumat di Hamparan Rawang, Wako Sungai Penuh Salurkan CSR Rp5 Juta untuk Masjid Nurul Hidayah

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wako dan wawako sungai penuh, Alfin Azhar gelar safari jumat di Masjid Nurul Hidayah, Simpang Tiga Rawang, Kecamatan Hamparan Rawang,

Wako dan wawako sungai penuh, Alfin Azhar gelar safari jumat di Masjid Nurul Hidayah, Simpang Tiga Rawang, Kecamatan Hamparan Rawang,

SUNGAIPENUH, JS – Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah menggelar Safari Jumat di Masjid Nurul Hidayah, Simpang Tiga Rawang, Kecamatan Hamparan Rawang, Jumat (30/1/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menyampaikan arah pembangunan kota.

Dalam kunjungan tersebut, Alfin menyerahkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp5 juta kepada pengurus Masjid Nurul Hidayah. Bantuan itu ditujukan untuk mendukung kebutuhan sarana ibadah dan meningkatkan kenyamanan jamaah dalam menjalankan aktivitas keagamaan.

Selain menyerahkan bantuan, Alfin memanfaatkan pertemuan tersebut untuk menyampaikan sejumlah perhatian pemerintah daerah, termasuk pembangunan infrastruktur dan program normalisasi sungai guna mengurangi risiko banjir di Kota Sungai Penuh.

Wako dan Wawako Turun Langsung Menemui Warga

Alfin menghadiri kegiatan itu bersama Azhar Hamzah, Asisten I, II, dan III, serta sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD). Pengurus masjid, tokoh masyarakat, dan jamaah setempat juga mengikuti kegiatan tersebut.

Kehadiran jajaran pemerintah kota membuka ruang komunikasi langsung antara pejabat daerah dan masyarakat. Melalui pertemuan seperti ini, pemerintah dapat menyampaikan program kerja sekaligus mendengar kebutuhan warga di lingkungan mereka.

Safari Jumat juga menjadi sarana bagi pemerintah untuk memperkuat hubungan dengan pengurus rumah ibadah dan tokoh masyarakat. Komunikasi langsung tersebut penting agar pemerintah memperoleh gambaran mengenai kebutuhan warga, terutama yang berkaitan dengan fasilitas umum, lingkungan, dan pelayanan publik.

Di sisi lain, masyarakat memiliki kesempatan untuk memahami prioritas pembangunan daerah tanpa harus menunggu forum pertemuan formal di kantor pemerintahan.

Bantuan CSR Rp5 Juta untuk Masjid Nurul Hidayah

Salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut ialah penyerahan bantuan CSR senilai Rp5 juta kepada pengurus Masjid Nurul Hidayah.

Bantuan itu menjadi bentuk dukungan terhadap fasilitas keagamaan di Kecamatan Hamparan Rawang. Pengurus masjid dapat memanfaatkan dukungan tersebut sesuai peruntukan dan kebutuhan yang telah ditetapkan.

Keberadaan masjid memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Selain menjadi tempat salat berjamaah, masjid juga menjadi ruang pertemuan warga, pembinaan keagamaan, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan sosial.

Karena itu, dukungan terhadap fasilitas masjid dapat membantu menjaga kenyamanan jamaah sekaligus menunjang aktivitas masyarakat di sekitarnya.

Meski demikian, kebutuhan setiap rumah ibadah berbeda-beda. Pengurus masjid perlu menentukan prioritas penggunaan bantuan agar dana yang tersedia memberikan manfaat nyata bagi jamaah.

Baca Juga :  Wali Kota Alfin Apresiasi Sunatan Massal Gratis MINKER-JS, Dukung Generasi Sehat Sungai Penuh

Bagi pemerintah daerah, dukungan terhadap sarana ibadah juga menjadi bagian dari upaya menjaga kehidupan sosial masyarakat. Namun, manfaat bantuan tersebut akan semakin besar apabila pengurus masjid, warga, dan pemerintah terus menjalin komunikasi serta menjaga transparansi penggunaannya.

Normalisasi Sungai Jadi Perhatian Pemerintah Kota

Selain menyampaikan dukungan terhadap sarana ibadah, Alfin menegaskan perhatian pemerintah kota terhadap pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satu agenda yang ia soroti ialah normalisasi sungai.

Program ini memiliki kaitan erat dengan upaya mengurangi risiko banjir, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi meningkatkan debit air. Pendangkalan sungai dan penumpukan material dapat menghambat aliran air sehingga meningkatkan potensi genangan di kawasan tertentu.

Melalui normalisasi, pemerintah dapat melakukan penanganan terhadap bagian sungai yang membutuhkan perbaikan, sesuai hasil pemeriksaan teknis dan kondisi lapangan. Langkah tersebut perlu berjalan secara terencana agar penanganan benar-benar menjawab persoalan di wilayah rawan banjir.

Namun, normalisasi sungai bukan satu-satunya langkah untuk mengurangi risiko bencana. Pemerintah juga perlu memperhatikan kondisi drainase, kebersihan saluran air, pengelolaan sampah, serta pemeliharaan kawasan di sekitar aliran sungai.

Partisipasi masyarakat turut menentukan keberhasilan upaya tersebut. Warga dapat membantu menjaga kebersihan saluran air dan tidak membuang sampah ke sungai. Kebiasaan sederhana ini dapat mendukung kelancaran aliran air sekaligus mengurangi penyumbatan.

Dengan demikian, penanganan banjir membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah menjalankan program sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran, sedangkan warga ikut menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.

Masjid Bukan Sekadar Tempat Ibadah

Dalam kegiatan Safari Jumat, perhatian terhadap masjid juga berkaitan dengan peran rumah ibadah dalam memperkuat kehidupan sosial. Masjid dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus tempat warga membangun kebersamaan.

Fasilitas yang memadai membantu jamaah mengikuti kegiatan ibadah dengan nyaman. Selain itu, pengurus masjid dapat mengembangkan kegiatan pembinaan generasi muda, pendidikan keagamaan, dan aktivitas sosial sesuai kebutuhan lingkungan setempat.

Karena itu, peningkatan fasilitas masjid perlu berjalan seiring dengan pengelolaan yang baik. Pengurus dapat menentukan kebutuhan mendesak, menyusun prioritas perbaikan, dan melibatkan masyarakat dalam menjaga fasilitas yang tersedia.

Dukungan pemerintah melalui bantuan CSR dapat menjadi salah satu unsur pendukung. Sementara itu, partisipasi jamaah dan masyarakat tetap berperan penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan masjid.

Baca Juga :  PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Diminta Segera Ajukan Perpanjangan Kontrak, Berikut Format Dokumen yang Harus Disiapkan

Bagi warga Simpang Tiga Rawang dan sekitarnya, keberadaan Masjid Nurul Hidayah tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan ibadah rutin. Masjid juga berpotensi memperkuat hubungan sosial dan mendorong kegiatan positif di lingkungan masyarakat.

Safari Jumat Jadi Ruang Komunikasi Pembangunan

Safari Jumat memberikan kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan informasi pembangunan secara langsung. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

Pola komunikasi seperti ini penting karena kebutuhan warga di setiap wilayah tidak selalu sama. Persoalan infrastruktur, kondisi lingkungan, fasilitas umum, dan pelayanan publik dapat berbeda antara satu kecamatan dan kecamatan lainnya.

Melalui komunikasi yang berkelanjutan, pemerintah dapat menghimpun masukan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas kerja. Meski begitu, setiap aspirasi tetap memerlukan kajian, penyesuaian dengan kewenangan pemerintah, serta pertimbangan kemampuan anggaran.

Masyarakat juga perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai tindak lanjut setiap usulan. Dengan begitu, komunikasi tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi dapat berkembang menjadi proses pemantauan dan evaluasi bersama.

Keterbukaan informasi turut membantu warga memahami alasan di balik penentuan prioritas pembangunan. Langkah ini penting agar masyarakat dapat menilai program pemerintah berdasarkan kebutuhan, manfaat, dan pelaksanaannya.

Pembangunan Membutuhkan Dukungan Bersama

Kunjungan Alfin dan Azhar Hamzah ke Masjid Nurul Hidayah mempertemukan agenda keagamaan dengan komunikasi pembangunan daerah. Penyerahan bantuan CSR Rp5 juta menjadi bentuk dukungan terhadap fasilitas ibadah, sedangkan perhatian terhadap normalisasi sungai menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan dan mitigasi banjir.

Kedua hal tersebut memiliki kebutuhan penanganan yang berbeda. Perbaikan fasilitas masjid memerlukan pengelolaan dana dan pemeliharaan yang baik, sementara normalisasi sungai membutuhkan perencanaan teknis, koordinasi, dan pengawasan pelaksanaan.

Karena itu, masyarakat berharap komunikasi antara pemerintah dan warga terus berjalan secara konsisten. Pemerintah perlu menyampaikan perkembangan program secara terbuka, sedangkan masyarakat dapat berperan melalui penyampaian aspirasi dan partisipasi dalam menjaga fasilitas umum.

Melalui kerja sama tersebut, pembangunan Kota Sungai Penuh diharapkan semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Safari Jumat pun dapat memberikan manfaat lebih luas ketika pertemuan langsung dengan warga menghasilkan tindak lanjut yang jelas dan terukur.(AN)

Berita Terkait

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya
133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak
Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan
Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas
4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas
Wako Alfin Hadiri Pengukuhan DPC PKB Sungai Penuh 2026–2031
MTQH Jambi 2026, Merangin Bidik Tiga Besar dengan 62 Kafilah
Bukan Cuma Cek Bangunan! Aktivis Minta Proyek P3-TGAI Kerinci dan Sungai Penuh Diaudit APH Hingga BPK
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:31 WIB

133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:01 WIB

4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas

Berita Terbaru