SUNGAI PENUH, JS – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., menyalurkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank 9 Jambi sebesar Rp7,5 juta untuk pembangunan Masjid Raudatussa’adah di Desa Koto Tuo, Kecamatan Tanah Kampung, Jumat (16/10/2026).
Alfin menyerahkan bantuan tersebut dalam rangkaian Safari Jumat Pemerintah Kota Sungai Penuh. Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mempererat hubungan dengan masyarakat, menyampaikan perkembangan pembangunan, serta mengajak warga menjaga lingkungan dan memperkuat semangat gotong royong.
Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, Sekretaris Daerah Alpian, sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), camat, serta kepala desa se-Kecamatan Tanah Kampung turut menghadiri kegiatan tersebut.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah dalam Safari Jumat mempertemukan para pejabat dengan masyarakat di tingkat desa. Melalui kegiatan seperti ini, pemerintah dapat menyampaikan program kerja sekaligus mengajak warga berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Bantuan CSR Rp7,5 Juta untuk Pembangunan Masjid
Bantuan CSR Bank 9 Jambi sebesar Rp7,5 juta menjadi salah satu agenda utama Safari Jumat di Desa Koto Tuo. Dana tersebut ditujukan untuk mendukung pembangunan Masjid Raudatussa’adah agar masyarakat memiliki fasilitas ibadah yang semakin memadai.
Dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah juga berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi ruang pertemuan warga untuk memperkuat silaturahmi dan membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Karena itu, dukungan dari berbagai pihak dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pembangunan fasilitas keagamaan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan warga juga membuka ruang bagi pelaksanaan kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan setempat.
Dalam konteks tersebut, program CSR menjadi salah satu bentuk kontribusi dunia usaha bagi masyarakat. Namun, keberlanjutan manfaatnya tetap membutuhkan partisipasi warga serta pengelolaan dana yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan masjid.
Melalui penyaluran bantuan ini, Pemerintah Kota Sungai Penuh menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di Kecamatan Tanah Kampung. Pemerintah juga mendorong semangat kebersamaan agar pembangunan daerah berjalan seiring dengan penguatan kehidupan sosial dan keagamaan.
Alfin Paparkan Program Pembangunan Sungai Penuh
Selain menyerahkan bantuan, Alfin memaparkan sejumlah capaian dan program Pemerintah Kota Sungai Penuh sepanjang 2026. Ia menyinggung program 3S atau Segenggam Beras, Sebutir Telur, Seribu Rupiah, penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri, serta program beasiswa bagi masyarakat.
Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga. Melalui penyampaian langsung kepada masyarakat, Alfin ingin memperkenalkan berbagai agenda pemerintah sekaligus memperkuat komunikasi antara jajaran pemerintah dan warga.
Program 3S, misalnya, memiliki nama yang menonjolkan unsur beras, telur, dan rupiah. Meski demikian, rincian penerima manfaat, mekanisme pelaksanaan, serta capaian program memerlukan penjelasan lebih lanjut agar masyarakat dapat memahami bentuk dukungan yang tersedia.
Begitu pula dengan program beasiswa. Informasi mengenai persyaratan, sasaran penerima, dan mekanisme pendaftaran menjadi hal penting bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan bantuan pendidikan tersebut.
Akses terhadap informasi program pemerintah dapat membantu warga mengenali peluang yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Oleh sebab itu, komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan informasi pembangunan menjangkau warga hingga tingkat desa.
Selain itu, capaian pemerintah daerah perlu berjalan beriringan dengan pelayanan publik yang mudah diakses. Masyarakat membutuhkan informasi yang jelas agar dapat mengetahui program yang tersedia, memahami persyaratannya, serta mengikuti perkembangannya.
Efisiensi Anggaran Tak Boleh Menghentikan Pembangunan
Dalam kesempatan tersebut, Alfin menegaskan bahwa keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi tidak boleh mematahkan semangat pemerintah untuk melanjutkan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan itu menyoroti tantangan pemerintah daerah dalam menjaga kesinambungan program di tengah keterbatasan sumber daya. Pemerintah perlu menentukan prioritas secara cermat agar kebutuhan dasar masyarakat tetap mendapat perhatian.
Efisiensi anggaran juga menuntut perencanaan yang terukur. Pemerintah perlu mempertimbangkan manfaat setiap program, kebutuhan masyarakat, serta kemampuan keuangan daerah sebelum menentukan prioritas pelaksanaan kegiatan.
Di sisi lain, pembangunan tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran. Koordinasi antarlembaga, keterlibatan masyarakat, serta kerja sama dengan berbagai pihak dapat membantu pemerintah menjalankan program sesuai kebutuhan di lapangan.
Safari Jumat menyediakan ruang komunikasi untuk mempertemukan pemerintah dengan warga secara langsung. Melalui pertemuan tersebut, masyarakat dapat mengikuti penjelasan mengenai arah pembangunan, sedangkan pemerintah dapat memperkuat hubungan dengan lingkungan yang menjadi sasaran pelayanan publik.
Meski demikian, keberhasilan program tetap membutuhkan pelaksanaan yang konsisten dan hasil yang dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, penyampaian capaian pembangunan perlu berjalan bersama evaluasi program serta keterbukaan informasi mengenai manfaatnya.
Alfin Ajak Warga Jaga Kebersihan Sungai
Selain membahas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, Alfin mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan, terutama kawasan sungai. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan karena kebiasaan tersebut dapat merusak lingkungan.
Pesan ini penting mengingat kebersihan sungai berkaitan dengan kualitas lingkungan dan kenyamanan masyarakat. Sampah yang menumpuk di aliran air dapat mengganggu fungsi sungai serta menimbulkan persoalan kebersihan di kawasan permukiman.
Untuk menjaga lingkungan, masyarakat dapat memulai langkah sederhana dari rumah dan lingkungan sekitar. Warga perlu memilah sampah sesuai jenisnya, menggunakan tempat pembuangan yang tepat, serta menghindari kebiasaan membuang sampah ke sungai maupun saluran air.
Selain kebiasaan individu, kepedulian bersama juga menentukan keberhasilan upaya menjaga kebersihan. Warga dapat membangun kerja sama melalui kegiatan gotong royong, membersihkan lingkungan secara berkala, dan mengingatkan sesama masyarakat mengenai pentingnya menjaga aliran sungai.
Pemerintah daerah juga membutuhkan dukungan masyarakat agar pesan tentang kebersihan lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Perubahan perilaku sehari-hari menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.
Melalui ajakan tersebut, Safari Jumat tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan dan penyampaian program pemerintah. Kegiatan ini juga membawa pesan mengenai tanggung jawab bersama dalam merawat lingkungan tempat masyarakat tinggal.
Safari Jumat Perkuat Hubungan Pemerintah dan Masyarakat
Safari Jumat menjadi salah satu sarana bagi Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, jajaran pemerintah dapat hadir di tengah warga sekaligus menyampaikan informasi mengenai pembangunan dan program daerah.
Kehadiran wali kota bersama wakil wali kota, sekretaris daerah, kepala SKPD, camat, dan kepala desa juga menunjukkan pentingnya koordinasi lintas pemerintahan. Kerja sama tersebut diperlukan agar pelaksanaan program dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
Namun, hubungan yang erat antara pemerintah dan warga perlu terus berlanjut setelah kegiatan selesai. Komunikasi yang terbuka, pelayanan publik yang responsif, serta tindak lanjut terhadap kebutuhan masyarakat menjadi unsur penting dalam membangun kepercayaan.
Di tingkat desa, partisipasi masyarakat dapat membantu pemerintah mengenali persoalan yang membutuhkan perhatian. Warga juga memiliki peran dalam mendukung program sosial, menjaga fasilitas umum, serta memelihara lingkungan.
Karena itu, semangat gotong royong perlu menjadi bagian dari pelaksanaan pembangunan. Pemerintah dapat menyusun program dan menentukan prioritas, sementara masyarakat turut berkontribusi melalui partisipasi aktif sesuai kebutuhan lingkungan masing-masing.
Dorong Kolaborasi untuk Sungai Penuh JUARA
Melalui Safari Jumat di Kecamatan Tanah Kampung, Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap hubungan dengan masyarakat semakin erat. Pemerintah juga terus mendorong kolaborasi dan gotong royong untuk mewujudkan Sungai Penuh yang Maju, Adil, dan Sejahtera atau JUARA.
Bantuan CSR untuk Masjid Raudatussa’adah, penyampaian program pembangunan, serta ajakan menjaga kebersihan sungai menjadi bagian dari pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.
Ke depan, kesinambungan pembangunan membutuhkan dukungan berbagai pihak. Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing agar program sosial, pelayanan publik, dan pemeliharaan lingkungan berjalan beriringan.
Pada akhirnya, pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan capaian program atau penghargaan. Manfaat yang masyarakat rasakan, kemudahan memperoleh pelayanan, serta meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan Sungai Penuh yang lebih maju dan sejahtera.(AN)










