SeCanting, Sekda Ajak ASN Berperan Aktif Cegah Stunting

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Kerinci, Zainal Efendi saat memimpin kegiatan SeCanting.

Sekda Kerinci, Zainal Efendi saat memimpin kegiatan SeCanting.

KERINCI,JS– Pemerintah Kabupaten Kerinci terus memperkuat komitmen dalam menekan angka stunting. Untuk itu, pemerintah daerah meluncurkan program SECANTING (Senin Cegah Stunting) dengan melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).

Program SECANTING menjadi bagian dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Melalui gerakan ini, ASN mengambil peran langsung dalam meningkatkan asupan gizi anak dan keluarga yang berisiko stunting.

Baca Juga :  Stok Ribbon Menipis, Pelayanan E-KTP di Kerinci Bisa Terganggu

SECANTING Perkuat Gerakan GENTING

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPP&PA) Kabupaten Kerinci mengoordinasikan pelaksanaan Gerakan SECANTING sebagai leading sector.

Dengan koordinasi tersebut, pemerintah daerah menjalankan program secara terarah dan selaras dengan kebijakan percepatan penurunan stunting. Program ini memfokuskan perhatian pada pemenuhan gizi berkelanjutan bagi kelompok rentan.

Baca Juga :  Waspada! Oknum Gunakan Foto Kadis PUPR Kerinci di WhatsApp

Peluncuran Berlangsung Saat Apel Kerja

Pemerintah Kabupaten Kerinci melaksanakan peluncuran Gerakan SECANTING bersamaan dengan upacara dan apel kerja, Senin (2/2/2026). Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci, Zainal Efendi, memimpin langsung kegiatan tersebut.

Kegiatan ini menghadirkan Ketua TP PKK Kabupaten Kerinci Novra Wenti Monadi, Ketua GOW Septi Malinda, Ketua Dharma Wanita Harmailis, para kepala OPD, camat, serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci.

ASN Rutin Berpartisipasi Setiap Senin

Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah mewajibkan setiap ASN berpartisipasi setiap hari Senin. ASN membawa beras satu kaleng susu, satu butir telur, dan uang tunai Rp2.000 sebagai bentuk kepedulian bersama.

DPPKBPP&PA Kabupaten Kerinci kemudian mengoordinasikan seluruh bantuan yang terkumpul. Instansi tersebut menyalurkan bantuan kepada anak dan keluarga yang masuk dalam data risiko stunting di seluruh wilayah Kerinci.

Bantuan Menyasar Ibu dan Balita

Program SECANTING menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai kelompok prioritas. Pemerintah daerah memastikan penyaluran bantuan berdasarkan data yang telah diverifikasi.

Melalui langkah ini, pemerintah daerah meningkatkan asupan gizi anak dan menekan risiko stunting sejak dini.

Baca Juga :  Surutnya Danau Kerinci: Uji Coba PLTA Tekan Ekonomi Warga

Sekda Tegaskan Peran Aktif ASN

Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci, Zainal Efendi, menegaskan bahwa Gerakan SECANTING mencerminkan kepedulian nyata ASN terhadap masa depan generasi daerah.

“Melalui SECANTING, ASN menjalankan peran sebagai orang tua asuh bagi anak-anak berisiko stunting. Program ini tidak hanya menyediakan bantuan pangan, tetapi juga membangun tanggung jawab bersama untuk menyiapkan generasi Kerinci yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Keberhasilan

Zainal Efendi menambahkan, persoalan stunting membutuhkan penanganan lintas sektor. Pemerintah daerah mendorong sinergi antara DPPKBPP&PA, perangkat daerah, TP PKK, organisasi perempuan, serta masyarakat.

Kolaborasi tersebut memperkuat efektivitas program dan mempercepat penurunan angka stunting.

Pemerintah Targetkan Kerinci Bebas Stunting

Pemerintah Kabupaten Kerinci menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan melalui Gerakan SECANTING. Program ini juga memperkuat budaya gotong royong di lingkungan birokrasi dan masyarakat.

Sebagai pengingat, pemerintah daerah mengajak ASN aktif setiap hari Senin. Slogan “Senin bawa telur, beras, dan Rp2.000” menjadi simbol kepedulian bersama demi masa depan anak-anak Kerinci yang lebih sehat dan bebas stunting.(AN)

Berita Terkait

Dua Nelayan Tanjab Barat Hilang Saat Melaut, Ditemukan Selamat Setelah Dicari hingga 46 Mil
Ternyata! Bimtek BPD SE Kota Sungai Penuh di Jambi Telan Rp1,46 Miliar, SPPD hingga Biaya Hotel Jadi Dipertanyakan
Wako Alfin Sidak BPBD Sungai Penuh, Pastikan Tim Siaga Hadapi Ancaman Bencana
Karhutla Jambi Meningkat, 14 Sumur Bor Diusulkan untuk Kawasan Gambut
Kontrak PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Segera Berakhir, Ini Syarat dan Ketentuan pengajuan Perpanjangan Kontrak
26 ASN Sungai Penuh Jalani Ujian Dinas, BKPSDM:Untuk Persamaan Ijazah dan Kenaikan Pangkat
Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi
Wujud Kepedulian Pemkot Sungai Penuh, Wawako Azhar Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Balita Stunting
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 19:15 WIB

Dua Nelayan Tanjab Barat Hilang Saat Melaut, Ditemukan Selamat Setelah Dicari hingga 46 Mil

Rabu, 30 September 2026 - 16:30 WIB

Ternyata! Bimtek BPD SE Kota Sungai Penuh di Jambi Telan Rp1,46 Miliar, SPPD hingga Biaya Hotel Jadi Dipertanyakan

Rabu, 30 September 2026 - 16:01 WIB

Wako Alfin Sidak BPBD Sungai Penuh, Pastikan Tim Siaga Hadapi Ancaman Bencana

Rabu, 30 September 2026 - 13:01 WIB

Karhutla Jambi Meningkat, 14 Sumur Bor Diusulkan untuk Kawasan Gambut

Rabu, 30 September 2026 - 12:03 WIB

Kontrak PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Segera Berakhir, Ini Syarat dan Ketentuan pengajuan Perpanjangan Kontrak

Berita Terbaru