SUNGAIPENUH,JS– Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah menghadiri acara Halal Bihalal dan silaturahmi masyarakat Luhah Rio Singaro di Laheik Jajun Luhah Rio Singaro atau Laheik Dahot, Pondok Tinggi, Kamis (26/3).
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk mempererat hubungan setelah Idul Fitri 1447 Hijriah. Ratusan warga hadir sejak pagi dan menyambut kedatangan kedua pimpinan Kota Sungai Penuh dengan penuh keakraban.
Selain menjadi tradisi tahunan, kegiatan ini mempertemukan tokoh adat, pemuda, kaum ibu, dan berbagai unsur masyarakat dalam suasana kekeluargaan. Mereka memanfaatkan momen tersebut untuk saling bermaafan sekaligus memperkuat hubungan sosial di lingkungan Luhah Rio Singaro.
Kehadiran Alfin dan Azhar juga memberi ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan pimpinan daerah. Melalui pertemuan seperti ini, pemerintah dapat membangun komunikasi yang lebih dekat dengan warga.
Alfin Ajak Warga Jaga Persatuan dan Gotong Royong
Dalam sambutannya, Alfin mengajak masyarakat menjadikan Halal Bihalal sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan menjaga kerukunan. Menurutnya, semangat Idul Fitri perlu berlanjut dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui sikap saling menghormati dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Ia menilai silaturahmi memiliki peran penting dalam menjaga hubungan antarmasyarakat. Komunikasi yang baik dapat membantu warga menyelesaikan perbedaan sekaligus mendorong kerja sama dalam berbagai kegiatan sosial.
“Halal Bihalal adalah ruang untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. Dari sinilah kita bisa membangun kekompakan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan,” ujar Alfin dalam sambutannya.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keharmonisan daerah. Sebab, pembangunan tidak hanya membutuhkan program pemerintah, tetapi juga dukungan, partisipasi, dan kepedulian warga.
Karena itu, Alfin mendorong masyarakat agar terus mempertahankan budaya gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Sungai Penuh. Ia berharap kebiasaan saling membantu tetap tumbuh di tengah perubahan zaman.
Masyarakat Adat Punya Peran dalam Pembangunan Daerah
Selain mengajak warga menjaga persatuan, Alfin mengapresiasi masyarakat Luhah Rio Singaro yang terus memelihara adat istiadat dan budaya lokal.
Menurutnya, tradisi masyarakat memiliki nilai penting bagi identitas daerah. Pelestarian adat juga dapat memperkuat hubungan antargenerasi, terutama ketika orang tua meneruskan nilai-nilai kebersamaan kepada generasi muda.
Di sisi lain, kekompakan masyarakat dapat menjadi modal sosial untuk mendukung berbagai program pembangunan. Warga yang memiliki komunikasi baik akan lebih mudah bekerja sama dalam menjaga lingkungan, mengembangkan kegiatan kemasyarakatan, dan mendukung pelayanan publik.
Alfin juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Ia berharap hubungan yang harmonis dapat mendorong kemajuan Kota Sungai Penuh sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
“Sinergi antara masyarakat dan pemerintah sangat penting. Dengan kebersamaan, kita bisa mewujudkan Sungai Penuh yang lebih maju dan sejahtera,” tambahnya.
Melalui pesan tersebut, pemerintah daerah mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga berperan aktif dalam kehidupan sosial. Dengan demikian, nilai adat dan semangat pembangunan dapat berjalan beriringan.
Tausiyah Ingatkan Pentingnya Saling Memaafkan
Panitia juga menghadirkan tausiyah singkat yang mengangkat makna saling memaafkan dan menjaga silaturahmi. Pesan keagamaan tersebut melengkapi rangkaian acara sekaligus mengingatkan warga agar terus memelihara hubungan baik setelah Ramadan dan Idul Fitri.
Bagi masyarakat, Halal Bihalal bukan sekadar pertemuan untuk bersalaman. Tradisi ini juga menjadi kesempatan untuk memperbaiki hubungan, menghilangkan kesalahpahaman, dan membangun kembali komunikasi yang mungkin sempat renggang.
Setelah rangkaian sambutan dan tausiyah, warga mengikuti ramah tamah bersama para tamu undangan. Mereka berbincang santai dan menikmati hidangan makan siang dalam suasana akrab.
Interaksi tersebut memperlihatkan bagaimana kegiatan sosial dapat mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dalam satu ruang kebersamaan. Tokoh adat, generasi muda, dan warga lainnya memiliki kesempatan untuk mempererat hubungan tanpa memandang perbedaan usia maupun latar belakang.
Silaturahmi Buka Ruang Komunikasi dengan Pemerintah
Pertemuan di Laheik Dahot juga menunjukkan pentingnya komunikasi langsung antara pemerintah daerah dan masyarakat. Melalui kegiatan kemasyarakatan, pimpinan daerah dapat menjalin kedekatan dengan warga sekaligus memperkuat kepercayaan publik.
Namun, hubungan yang baik perlu terus berlanjut setelah acara berakhir. Masyarakat membutuhkan ruang komunikasi yang terbuka agar dapat menyampaikan aspirasi, kebutuhan, serta persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, pemerintah perlu menjaga kesinambungan komunikasi tersebut melalui pelayanan publik yang responsif dan pelaksanaan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kedekatan antara pemimpin dan warga pada akhirnya tidak hanya bergantung pada kehadiran dalam acara seremonial. Masyarakat juga membutuhkan tindak lanjut, keterbukaan informasi, dan perhatian terhadap persoalan di lingkungan mereka.
Karena itu, semangat kebersamaan dalam Halal Bihalal dapat menjadi awal untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Warga dapat berperan melalui gotong royong dan partisipasi sosial, sedangkan pemerintah terus mendorong pelayanan serta pembangunan yang berpihak pada kepentingan publik.
Jaga Tradisi, Perkuat Kebersamaan
Halal Bihalal masyarakat Luhah Rio Singaro menjadi pengingat bahwa persatuan membutuhkan upaya bersama. Tradisi saling memaafkan, menjaga adat, dan memperkuat gotong royong memiliki peran penting dalam mempertahankan keharmonisan masyarakat.
Kehadiran Wali Kota Alfin dan Wakil Wali Kota Azhar Hamzah menambah ruang interaksi antara pimpinan daerah dan warga. Melalui komunikasi yang terbuka, kedua pihak memiliki kesempatan untuk memperkuat hubungan sekaligus menumbuhkan semangat membangun Kota Sungai Penuh.
Ke depan, masyarakat dapat menjaga nilai kebersamaan tersebut melalui kegiatan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan. Sementara itu, pemerintah daerah perlu terus membuka ruang dialog agar aspirasi warga mendapat perhatian yang layak.
Dengan langkah bersama, tradisi Halal Bihalal tidak berhenti sebagai agenda setelah Idul Fitri. Lebih dari itu, kegiatan ini dapat memperkuat hubungan sosial dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan Kota Sungai Penuh.(*)










